UNDARISUNDARIS

BISECER (Business Economic Entrepreneurship)BISECER (Business Economic Entrepreneurship)

Penanaman karakter kewirausahaan berbasis nilai-nilai Islam menjadi tantangan dan kebutuhan mendesak dalam dunia pendidikan Islam saat ini. Guru sebagai tokoh sentral dalam pendidikan diharapkan mampu berperan lebih dari sekadar pengajar, yaitu sebagai Islamic teacherpreneur yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai syariah ke dalam praktik pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi konsep Islamic Teacherpreneurship dalam program Market Day dan perannya dalam membentuk karakter entrepreneur Muslim pada peserta didik di Sekolah Tahfidz Plus Khoiru Ummah Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan aktif sebagai fasilitator dan teladan dalam menanamkan nilai-nilai kewirausahaan Islami, seperti kejujuran, amanah, kerja keras, dan kebermanfaatan. Program Market Day dijalankan secara terstruktur sebagai bagian dari pendidikan karakter berbasis pengalaman nyata. Peserta didik menunjukkan perkembangan positif dalam aspek tanggung jawab, kemandirian, empati sosial, dan keberanian mengambil inisiatif usaha. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi Islamic Teacherpreneurship melalui kegiatan Market Day menjadi pendekatan yang efektif dalam membentuk karakter entrepreneur Muslim secara holistik. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dan praktis dalam pengembangan model pendidikan Islam yang kontekstual dan transformatif.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi Islamic Teacherpreneurship melalui program Market Day di Sekolah Tahfidz Plus Khoiru Ummah Semarang sangat efektif dalam membentuk karakter entrepreneur Muslim pada peserta didik sejak dini.Guru berperan sebagai teladan dan fasilitator nilai-nilai kewirausahaan Islami, sementara Market Day menjadi media pembelajaran praktis yang memungkinkan siswa menginternalisasi prinsip syariah seperti kejujuran dan tanggung jawab.Pendekatan ini tidak hanya memperluas pemahaman tentang teacherpreneurship dalam konteks Islam, tetapi juga menjadi strategi integral dalam pendidikan Islam yang kontekstual dan transformatif untuk pembentukan karakter holistik.

Untuk penelitian lanjutan, penting untuk menggali lebih dalam mengenai dampak jangka panjang dari implementasi Islamic Teacherpreneurship dan program Market Day ini. Sebuah studi longitudinal dapat dirancang untuk menelusuri bagaimana karakter entrepreneur Muslim yang telah terbentuk pada peserta didik ini memengaruhi pilihan karier, keputusan bisnis, dan kontribusi mereka terhadap ekosistem ekonomi syariah di masyarakat setelah lulus dari sekolah. Selain itu, perlu dilakukan kajian komparatif untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci keberhasilan dan tantangan dalam mengadaptasi model pembelajaran berbasis pengalaman ini ke berbagai jenjang pendidikan yang lebih tinggi, seperti sekolah menengah atas atau perguruan tinggi, serta di konteks geografis atau demografi yang berbeda di Indonesia. Hal ini akan membantu memahami fleksibilitas dan skalabilitas model ini. Terakhir, penelitian dapat berfokus pada pengembangan modul pelatihan dan kurikulum inovatif yang secara khusus dirancang untuk memberdayakan guru agar secara efektif menjadi Islamic Teacherpreneur, termasuk integrasi literasi digital dan teknologi terkini untuk memfasilitasi simulasi bisnis Islami yang lebih kompleks dan menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan demikian, kita bisa memastikan bahwa program ini tidak hanya efektif secara lokal tetapi juga memiliki potensi replikasi dan dampak yang lebih besar.

Read online
File size519.42 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test