UNCMUNCM

Jurnal Genta MuliaJurnal Genta Mulia

Setiap orang tua memiliki cara masing-masing dalam menerapkan berbagai gaya pengasuhan untuk menumbuhkan karakter mandiri pada anak. Berfokus pada orang tua militer dengan asumsi awal, dengan menggunakan alat bantu wawancara sederhana, ditemukan bahwa gaya pengasuhan otoriter selalu diterapkan oleh sebagian besar keluarga dengan latar belakang militer. Namun pada kenyataannya, tidak semua orang tua militer menggunakan pola asuh ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya pengasuhan yang diterapkan oleh orang tua militer dalam upaya menumbuhkan kemandirian anak. Pendekatan penelitian ini menggunakan studi deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif menghasilkan data yang bersifat naratif dan deskriptif melalui alat bantu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian dilakukan di TK Kartika yang berlokasi di Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh penulis, hasil penelitian mengungkapkan bahwa pada keluarga berlatar belakang militer, pola asuh demokratis merupakan pola asuh yang diterapkan orang tua dengan tujuan untuk membentuk karakter pribadi anak, terutama dalam hal pembentukan sikap mandiri.

Berdasarkan hasil penelitian, gaya pengasuhan yang digunakan orang tua memiliki dampak besar pada perkembangan kemandirian anak.Orang tua dalam keluarga militer cenderung menggunakan kombinasi gaya pengasuhan atau pola asuh demokratis dan otoriter untuk mendorong kemandirian pada anak-anak mereka.Pentingnya peran orang tua ditekankan dalam membentuk karakter dan perilaku anak, serta perlunya konsistensi di dalamnya.Gaya pengasuhan demokratis paling dominan diterapkan oleh orang tua subjek, dengan tambahan gaya pengasuhan secara otoriter di dalamnya.Perkembangan kemandirian anak diukur melalui kemampuan fisik, kepercayaan diri, tanggung jawab, disiplin, pandai bergaul, mau berbagi dan kontrol sosial emosi yang baik.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi lebih dalam mengenai pengaruh dukungan sosial dari komunitas militer terhadap gaya pengasuhan orang tua militer dan dampaknya terhadap perkembangan anak. Hal ini penting untuk memahami bagaimana lingkungan sosial yang unik pada keluarga militer dapat memengaruhi pola pengasuhan dan membentuk karakter anak. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan intervensi berbasis keluarga yang dirancang khusus untuk orang tua militer, dengan tujuan meningkatkan keterampilan pengasuhan yang mendukung kemandirian anak. Intervensi ini dapat mencakup pelatihan komunikasi efektif, manajemen stres, dan strategi pengasuhan positif. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi perbedaan perkembangan kemandirian anak berdasarkan jenis kelamin dan usia di keluarga militer, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan tersebut. Dengan memahami perbedaan ini, program pengasuhan dapat disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan spesifik anak-anak di berbagai tahap perkembangan. Ketiga saran ini saling terkait dan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pengasuhan di keluarga militer, serta mendukung perkembangan optimal anak-anak mereka.

  1. KEMANDIRIAN ANAK USIA 5-6 TAHUN DI KOMUNITAS LINGKUNGAN PEMULUNG | JIV-Jurnal Ilmiah Visi. kemandirian... doi.org/10.21009/jiv.1101.2KEMANDIRIAN ANAK USIA 5 6 TAHUN DI KOMUNITAS LINGKUNGAN PEMULUNG JIV Jurnal Ilmiah Visi kemandirian doi 10 21009 jiv 1101 2
Read online
File size231.64 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test