UKiPUKiP

EIRENE : Jurnal Ilmiah TeologiEIRENE : Jurnal Ilmiah Teologi

Pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang sangat penting dan dibutuhkan oleh seseorang untuk menjalani kehidupan. Pendidikan bagi seorang anak dimana secara jasmani dan rohani untuk membentuk kedewasaan diri seseorang anak kearah masa depan yang berkualitas. Akan tetapi yang penulis temukan di SMP Negeri 21 Kabupaten Sorong, khususnya pada kelas VIII, penulis mendapati siswa yang sulit belajar dikelas, malas-malasan saat proses pembelajaran berlangsung, anak tidak dapat menjawab dan tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru, anak tidak dapat mengerjakan tugas rumah (PR) bahkan sampai ada anak yang tertidur dikelas saat proses pembelajaran berlangsung. Hal ini merupakan suatu masalah dan harus segera diatasi, karena akan berpengaruh kepada perkembangan pendidikan anak yang berdampak pada pencapaian akademis anak dikelas. Pada penulisan tugas akhir ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif yang menghasilkan data secara deskriptif berupa kata-kata tulisan atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Penulis melakukan penelitian selama 3 bulan di lingkungan SMP Negeri 21 Kabupaten Sorong dengan mengambil sampel 35 orang dari populasi 69 orang. Hasil yang penulis temukan adalah kurang efektifnya peran dari para orangtua terhadap anak dalam proses belajar di rumah. Orangtua tidak memahami dan kurang memberi perhatian kepada anak selama proses belajar dirumah, kesibukan orangtua dan ketidak adanya buku cetak bagi siswa atau anak dalam belajar disekolah dan dirumah menjadi penyebab anak sulit belajar dirumah serta perlu adanya kerjasama antara guru (pihak sekolah) dan orangtua untuk meningkatkan giat anak didalam belajar dirumah.

Dari hasil penelitian yang penulis lakukan di SMP Negeri 21 Kabupaten Sorong, penulis menarik Kesimpulan bahwa.Penyebab anak sulit belajar di rumah karena ketagihan main game yang membuat anak menjadi malas untuk belajar di rumah.Selanjutnya anak selalu membantu orang tua dirumah untuk bekerja pekerjaan rumah, menjaga adik, dan kekebun ataupun membentu orang tua berjualan hasil kebun setelah pulang sekolah.Sehingga membuat anak sulit untuk belajar dirumah karena tidak memiliki waktu luang yang dipakai untuk belajar dirumah.Dimana waktu anak dirumah hanya dipakai untuk main game dan membantu orang tuannya.Kemudian yang penulis dapati juga anak sulit belajar dirumah karena ridak adanya penyediaan atau persediaan buku cetak khusus untuk anak didalam belajarnya baik itu disekolah maupun dirumah.Yang membuat anak terkadang tidak focus dalam belajar dan tidak memahami Pelajaran yang disampaikan oleh paraguru.Peran orang tua kepada anak kurang efektif sebab orang tua terlalu sibuk untuk bekerja dan tidak memahami anak didalam memberi waktu bagi anak untuk belajar dirumah selanjutnya orang tua kurang memberi perhatian kepada anak dalam menasehati atau menegur anak yang suka bermain game karena kesibukan didalam bekerja maupun mengurus keluarga.Kemudian kurangnya pemahaman sebagai orang tua mengenai pembelajaran anak yang menjadi hambatan bagi orang tua didalam mendampingi anak untuk belajar dirumah.

Berdasarkan hasil penelitian yang penulis temukan di SMP Negeri 21 Kabupaten Sorong mengenai bagaimana kelas VIII SMP Negeri 21 Kabupaten Sorong. Penulis bermaksud untuk memberikan saran masukan :. 1. Guru, untuk meminimalisir perilaku anak yang tidak disiplin dan tidak focus dalam belajar dikelas. Penulis memberikan saran agar para guru perlu membuat suasana kelas yang menyenangkan dengan kreatif guru didalam mengajar. Guru harus kreatif dengan cara mengajar yang berfariasi menggunakan metode mengajar yang berbeda-beda setiap hari dengan dikombinasikan menggunakan aat-alat peraga yang menarik bagi siswa. Agar timbul rasa semangat, rasa ingin tahu, tertarik untuk belajar disekolah karena kreatif guru didalam mengajar. Dan jika bisa diterapkan penulis percaya aka nada perubahan dalam diri siswa untuk semangat belajar disekolah tetapi juga dirumah. Dan yang terpenting penulis sangat berharap kepada pihak sekolah agar dapat menditribusikan buku cetak kesekolah untuk dipakai oleh siswa-siswi dalam belajar.. 2. Orang tua siswa, untuk meminimalisir anak yang malas belajar di rumah, sebagai orang tua harus memberi teguran bagi anak dalam bentuk menasehati anak agar jangan terlalu menghabiskan waktunya untuk bermain game atau memberi hukuman (menyita hp) anak agar tidak dapat bermain game dan anak dapat meluangkan waktunya untuk belajar dirumah . kemudian sebagai orang tua harus ikut serta dalam mengambil bagian membantu peran guru-guru dari rumah terhadap Pendidikan anak . orang tua harus menyadari bahwa peran dari pada orang tua sangat penting sekali bagi anak-anak di dalam pertumbuhan dan perkembangan mereka. Oleh sebab itu para orang tua harus memberi perhatian kepada anak, kasih sayang, waktu, orang tua harus memahami anak tentang pendidikannya penulis berharap orang tua dapat memberi motifasi kepada anak dan memberi semangat kepada anak untuk belajar yang rajin baik disekolah maupun dirumah. Orang tua mau bekerjasama dengan guru-guru untuk mengontrol perkembangan Pendidikan anak agar orang tua dapat mampu mendidik anak dari rumah dalam belajar sehingga diharapkan adanya perubahan dalam pendidikannya baik kecerdasan maupun kepribadian yang baik.

Read online
File size377.39 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test