LENTERADUALENTERADUA

JNANALOKAJNANALOKA

PT Mandiri Mineral Perkasa merupakan perusahaan kontraktor yang beroperasi di bidang pertambangan nikel dan telah memenuhi syarat permintaan pasar/smelter Ni 1,5% - 2,0%, dengan menetapkan batas pengambilan kadar Cut Off Grade yaitu Ni 1,4%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kadar Ni yang high grade limonit dan low grade saprolit di lokasi penelitian, serta untuk mengetahui penambahan tonase, kadar dan kadar yang diperlukan agar memenuhi permintaan pasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode blending, yang melibatkan pencampuran bijih nikel dengan kadar rendah dan kadar tinggi untuk menghasilkan pencampuran yang sesuai. Hasil dari pencampuran bijih nikel high grade Ni sebesar 1,43% dan Fe sebesar 26,71%, sementara bijih nikel low grade saprolit menghasilkan kadar Ni sebesar 1,59% dan Fe sebesar 26,73%. Dalam pencampuran high grade limonit dan low grade saprolit, diperoleh hasil dengan kadar Ni sebesar 1,51% dan Fe sebesar 26,72%. Untuk memenuhi permintaan pasar Ni 1,8% sebesar 5.000 ton, perlu dilakukan penambahan kadar dan tonase sebesar Ni 2,32% dan 2.111,45 ton.

Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data pada kegiatan penambangan PT Mandiri Mineral Perkasa, kadar Ni high grade limonit pada lokasi penambangan mendapatkan hasil jumlah rata-rata 1,43% Ni dan Fe 26,71% dengan jumlah tonase 1.358,64 dan untuk kadar Ni low grade saprolit didapatkan 1,59% dan Fe 26,73% dengan jumlah tonase 1.Hasil blending antara kadar high grade limonit dan low grade saprolit mendapatkan Ni 1,51% dan Fe 26,72% dengan jumlah tonase 2.Upaya yang dapat dilakukan agar memenuhi permintaan pasar Ni 1,8% dengan 5.000 ton perlu ada penambahan kadar dan tonase yaitu, kadar Ni 2,32% dan 2.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji secara komprehensif proses pencampuran (blending) pada semua kategori kadar nikel, termasuk high, medium, dan low grade, untuk menentukan kombinasi optimal yang dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menurunkan biaya produksi. Selanjutnya, perlu dilakukan analisis sensitivitas terhadap variasi nilai cut‑off grade, sehingga dapat dievaluasi dampaknya terhadap kelayakan ekonomi dan keberlanjutan operasi tambang di berbagai skenario pasar. Selain itu, penelitian dapat membandingkan akurasi dan keandalan metode analisis X‑Ray Fluorescence (XRF) dengan teknik lain seperti Inductively Coupled Plasma Optical Emission Spectrometry (ICP‑OES) dalam mengukur kandungan nikel, guna memastikan data kimia yang lebih tepat untuk perencanaan blending dan penentuan strategi penambangan.

  1. Analisis Perbandingan Pencampuran Bijih Nikel High Grade Limonit Dan Low Grade Saprolit Untuk Memenuhi... doi.org/10.36802/jnanaloka.2023.v4-no2-63-68Analisis Perbandingan Pencampuran Bijih Nikel High Grade Limonit Dan Low Grade Saprolit Untuk Memenuhi doi 10 36802 jnanaloka 2023 v4 no2 63 68
Read online
File size422.79 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test