UMMUMM

Jurnal Teknik IndustriJurnal Teknik Industri

Bawang merah merupakan komoditas yang sangat diminati dan mudah rusak, sehingga fluktuasi harga menimbulkan risiko signifikan bagi petani dan mengganggu stabilitas pendapatan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan dan mensimulasikan keputusan penjualan petani bawang merah menggunakan Agent‑Based Modeling (ABM), dengan memodelkan perilaku individu petani dan pembeli serta mempertimbangkan keputusan menunda atau menjual segera hasil panen. Variabel utama seperti harga pasar, tingkat persediaan, dan harapan keuntungan dimasukkan ke dalam model, dengan data primer dari observasi petani di Nganjuk, Jawa Timur, dan data sekunder dari BPS; hasil simulasi menunjukkan petani memaksimalkan keuntungan ketika margin keuntungan minimum mencapai 20 %, serta cenderung menunda penjualan dengan cara mengeringkan bawang merah ketika harga pasar turun, yang pada akhirnya meningkatkan harga pasar dan profitabilitas.

Studi ini menunjukkan bahwa pemodelan berbasis agen dapat memprediksi perilaku petani dan pembeli, dengan hasil bahwa petani dapat mengoptimalkan keuntungan dengan menjual ketika margin keuntungan minimal 20 % dan menunda penjualan dengan mengeringkan bawang merah untuk meningkatkan harga.Namun, model mengasumsikan semua petani memiliki keterampilan dan akses sumber daya yang seragam, serta belum mempertimbangkan faktor eksternal seperti iklim, serangan hama, dan informasi pasar.Penelitian lanjutan disarankan untuk menyelidiki pengaruh jenis bibit terhadap waktu panen dan hasil, serta mengintegrasikan variabel lingkungan dan pasar yang lebih detail ke dalam model.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana perbedaan tingkat keterampilan, akses teknologi, dan sumber daya finansial di antara petani memengaruhi keputusan penjualan, dengan memperluas model ABM menjadi heterogen yang mencakup variasi perilaku individu serta interaksi sosial yang lebih realistis. Selain itu, studi dapat mengevaluasi dampak penerapan sistem informasi pasar real‑time, yang menyediakan data harga dan permintaan secara langsung, terhadap strategi penjualan petani, khususnya dalam menyesuaikan waktu penjualan dengan fluktuasi harga untuk meminimalkan risiko kerugian. Penelitian juga dapat menyelidiki pengaruh jenis bibit dan praktik agronomi terhadap waktu panen, kualitas hasil, serta profitabilitas, sehingga model dapat memperhitungkan variabel agrikultural yang berpengaruh pada keputusan penjualan. Selanjutnya, integrasi skenario perubahan iklim ke dalam simulasi dapat menilai bagaimana variabilitas suhu, curah hujan, dan kejadian ekstrem mempengaruhi volatilitas harga pasar serta pilihan strategi penjualan petani, memberikan wawasan untuk adaptasi kebijakan. Dengan menggabungkan semua faktor tersebut, hasil penelitian diharapkan dapat menghasilkan kebijakan pertanian yang lebih adaptif, efektif dalam menstabilkan pendapatan petani, dan tahan terhadap kondisi lingkungan yang berubah.

Read online
File size603.76 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test