UIN MALANGUIN MALANG

JIAJIA

Penelitian ini menginvestigasi alasan di balik penelantaran terhadap rumah ibadah klasik Aceh, yaitu Masjid, Meunasah, dan Balee e-beut. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis literatur, observasi langsung, dan wawancara, penelitian ini menemukan bahwa penelantaran disebabkan oleh faktor kompleks dan saling terkait. Preferensi masyarakat terhadap gaya arsitektur Timur Tengah dan pengaruh modernisasi menjadi pendorong utama, ditambah dengan kelangkaan bahan dan keterampilan pengrajin (utoh) yang menghambat rehabilitasi dan pembangunan arsitektur klasik. Penelitian ini menekankan urgensi untuk meningkatkan apresiasi terhadap kearifan lokal dan identitas budaya klasik, serta menerapkan pendekatan berorientasi identitas budaya dalam pembangunan dan pelestarian rumah ibadah baru.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa perubahan preferensi arsitektur ruang ibadah di Aceh merupakan hasil dari faktor-faktor kompleks dan saling terkait.Ketiga faktor utama yang diidentifikasi adalah disorientasi masyarakat terhadap gaya arsitektur Timur Tengah, arus modernisasi yang kuat, dan kelangkaan bahan serta keahlian ukir (utoh).Penelitian ini menekankan pentingnya upaya kolaboratif untuk melestarikan warisan budaya unik, rumah ibadah klasik Aceh, sambil tetap membuka pintu bagi inovasi dan modernisasi yang selaras dengan nilai-nilai lokal.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai bagaimana media sosial dan platform digital dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap nilai-nilai budaya lokal dan arsitektur tradisional Aceh. Hal ini dapat dilakukan melalui kampanye edukasi, konten kreatif, dan kolaborasi dengan influencer lokal. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model bisnis berkelanjutan yang melibatkan komunitas lokal dalam pelestarian dan revitalisasi rumah ibadah klasik. Model ini dapat menggabungkan pariwisata budaya, kerajinan tangan lokal, dan pelatihan keterampilan tradisional. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi potensi penggunaan teknologi modern, seperti pemodelan 3D dan pencetakan 3D, untuk merekonstruksi dan melestarikan elemen arsitektur klasik yang rusak atau hilang. Kombinasi dari ketiga saran ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pelestarian warisan budaya Aceh, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

  1. The Influence of Users’ Popular Traditions in Residential Design The Case of Mlalakuwa Settlement... doi.org/10.5539/jsd.v13n2p53The Influence of UsersAo Popular Traditions in Residential Design The Case of Mlalakuwa Settlement doi 10 5539 jsd v13n2p53
  2. Creative Hubs in Hanoi, Vietnam | M/C Journal. creative hubs hanoi vietnam journal community visions... doi.org/10.5204/mcj.2890Creative Hubs in Hanoi Vietnam M C Journal creative hubs hanoi vietnam journal community visions doi 10 5204 mcj 2890
  3. Heritage and Rehabilitation Strategies for Confucian Courtyard Architecture: A Case Study in Liaocheng,... mdpi.com/2075-5309/13/3/599Heritage and Rehabilitation Strategies for Confucian Courtyard Architecture A Case Study in Liaocheng mdpi 2075 5309 13 3 599
Read online
File size1.26 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test