UIN MALANGUIN MALANG

JIAJIA

Kota-kota di Levant, terutama kota-kota Damaskus dan Aleppo, menyaksikan pembangunan ratusan sekolah dari era Zengid hingga era Mamluk. Sekolah-sekolah ini dianggap sebagai monumen budaya perkotaan mandiri, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mencerahkan bangunan perkotaan bersejarah ini dan meneliti dimensi agama dan budaya yang tercermin dalam berbagai elemen perkotaannya. Elemen-elemen tersebut adalah kubah, menara, dekorasi, muqarnas, simbol yang menghiasi dindingnya, mimbar (Minbar), Al-Mihrab, deskripsi halaman sekolah dan aula studi (Iwan) yang menghadap ke halaman, serta elemen perkotaan lainnya seperti perpustakaan, dapur, dan kamar mandi. Kemudian, dalam mendeskripsikan elemen-elemen perkotaan ini, penelitian ini mengadopsi pendekatan analisis untuk setiap elemen secara terpisah agar mengetahui dimensi yang tercermin dalam karyawan yang bekerja di sekolah dan siswa yang terdaftar di sana. Hasil yang paling penting yang dicapai oleh penelitian ini menunjukkan bahwa elemen-elemen perkotaan ini mencerminkan beberapa dimensi penting sekolah, termasuk dimensi agama yang mengubah fungsi sekolah sebagai institusi ilmiah dan menjadikannya institusi agama dan ilmiah pada saat yang sama. Elemen-elemen perkotaan meninggalkan dimensi administratif pada struktur administratif dan organisasi sekolah karena mereka memaksa pejabat administratif sekolah untuk mengangkat karyawan administratif selain guru yang bekerja di sekolah tersebut. Elemen-elemen perkotaan lainnya meninggalkan konsekuensi psikologis pada staf sekolah dan siswa yang terdaftar di sana.

Pada akhir tur deskriptif dan analitis ini terhadap elemen perkotaan eksternal dan internal sekolah di Levant selama pemerintahan negara Zengid hingga negara Mamluk, penelitian ini mencapai hasil sebagai berikut.Elemen arsitektur eksternal sekolah Levantine, seperti kubah dan menara, mengalami perkembangan yang luar biasa dalam gaya perkotaannya, yang ditandai dengan kesederhanaan pada era Zengid dan Ayyubid.Sebaliknya, gaya perkotaan pada era Mamluk ditandai dengan perkembangan.Fitur kemewahan dan kemewahan muncul di dalamnya, sehingga penampilan eksternal sekolah menjadi lebih indah berkat perkembangan gaya arsitektur.Itu juga tampak lebih Islam setelah dihiasi dengan dekorasi Islam yang khas dan stalaktit (muqarnas).Elemen perkotaan sekolah Levantine dibagi menjadi beberapa jenis.Elemen perkotaan agama seperti kubah, menara, dekorasi Islam, dan aula doa (Musalla) yang berisi mimbar (Manabir) dan Maharib menambahkan dimensi agama ke sekolah.Dengan demikian, sekolah tampak dengan elemen-elemen ini sebagai institusi agama dan ilmiah pada saat yang sama.Akibatnya, tidak mungkin memisahkan agama dan ilmu pengetahuan.Mengenai elemen perkotaan ilmiah, seperti Al-Awawin, kelas, dan perpustakaan, mereka meningkatkan dimensi ilmiah sekolah.Elemen perkotaan layanan, seperti dapur, kamar mandi, dan toilet, mencerminkan dimensi pribadi pemilik sekolah, yang ingin menyediakan elemen-elemen ini di sekolah untuk menjadikannya institusi ilmiah dengan infrastruktur yang terintegrasi.Sedangkan halaman dan aula (Al-Awawin) yang menghadap ke halaman, mereka mempertimbangkan kondisi psikologis siswa.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diusulkan. Pertama, studi komparatif yang menyeluruh tentang arsitektur sekolah Levantine selama periode Zengid, Ayyubid, dan Mamluk dapat dilakukan untuk lebih memahami perkembangan dan perubahan gaya arsitektur. Kedua, penelitian yang berfokus pada pengaruh dimensi agama dan budaya pada desain sekolah dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang bagaimana elemen-elemen ini mencerminkan identitas dan nilai-nilai masyarakat Levantine. Ketiga, studi tentang peran sekolah dalam mempromosikan pendidikan dan pengembangan masyarakat Levantine dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman kita tentang sejarah pendidikan di wilayah tersebut. Dengan menggabungkan pendekatan ini, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang arsitektur sekolah Levantine dan kontribusinya terhadap budaya dan pendidikan di Levant.

  1. The Role of Scientific Family Traditions in Societal Advancement in the Levant and Egypt:A Focus on Ibn... journals.umt.edu.pk/index.php/JITC/article/view/5965The Role of Scientific Family Traditions in Societal Advancement in the Levant and Egypt A Focus on Ibn journals umt edu pk index php JITC article view 5965
  2. بحث. guest edusearch ecolink islamicinfo humanindex arabase dar almandumah doi.org/10.57194/2351-001-001-004guest edusearch ecolink islamicinfo humanindex arabase dar almandumah doi 10 57194 2351 001 001 004
  3. "The Symbolism of Contemporary Mosques Minarets between the Content and" by Yasser ALMagraby... doi.org/10.21608/bfemu.2021.209664The Symbolism of Contemporary Mosques Minarets between the Content and by Yasser ALMagraby doi 10 21608 bfemu 2021 209664
Read online
File size1.8 MB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test