UNIKASTPAULUSUNIKASTPAULUS
CIWAL: Jurnal PertanianCIWAL: Jurnal PertanianDesa Majaran memiliki kondisi tanah yang subur serta lahan pertanian yang cukup luas. Desa ini memproduksi berbagai jenis tanaman hortikultura di antaranya semangka, cabai kriting, cabai rawit, kacang panjang, tomat, buah naga, jeruk manis, labu, dan mentimun yang dipasarkan ke daerah lainnya di Kabupaten Sorong. Namun, seiring dengan perkembangan zaman terjadi peralihan dari sektor pertanian ke non pertanian. Masyarakat banyak yang beralih ke pabrik, kuli bangunan, tukang ojek, usaha warung makan, dan lain-lain. Sedangkan para remaja cenderung memilih profesi selain petani, seperti bekerja di perusahaan, menjadi guru, dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan usaha tani hortikultura, dan determinan peralihan tenaga kerja pertanian ke sektor non pertanian di Desa Majaran. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dilakukan pada bulan Juni hingga Juli 2023 di Desa Majaran Kecamatan Salawati, Kabupaten Sorong. Total sampel yang dalam penelitian ini berjumlah 60 responden, yang terbagi atas 30 responden petani aktif dan 30 responden yang telah beralih ke sektor non pertanian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis usahatani dan analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan usahatani di Desa Majaran secara umum terdiri dari usahatani semangka, cabai kriting, cabai rawit, kacang panjang, tomat, buah naga, jeruk manis, labu, dan mentimun. Rata-rata pendapatan petani hortikultura di Desa Majaran adalah Rp.4.981.266 juta/bulan. Determinan peralihan petani hortikultura ke sektor non pertanian di Desa Majaran adalah pendidikan dan jumlah tanggungan keluarga.
Berdasarkan hasil penelitian di Desa Majaran secara umum terdiri dari atas usahatani semangka, cabai kriting, cabai rawit, kacang panjang, tomat, buah naga, jeruk manis, labu, dan mentimun.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana program pelatihan keterampilan vokasi memengaruhi keputusan pemuda di Desa Majaran untuk tetap berkarier di bidang hortikultura, sehingga dapat mengidentifikasi faktor-faktor pembelajaran yang paling efektif. Selanjutnya, studi longitudinal mengenai akses dan penggunaan kredit mikro oleh petani dapat menilai dampaknya terhadap pendapatan rumah tangga serta kecenderungan mereka beralih ke sektor non‑pertanian, memberikan gambaran tentang peran pembiayaan dalam retensi tenaga kerja pertanian. Akhirnya, penelitian interdisipliner yang menilai konsekuensi ekologis jangka panjang dari konversi lahan pertanian menjadi area non‑pertanian di Majaran akan membantu merumuskan kebijakan tata ruang yang berkelanjutan, sekaligus menyeimbangkan kebutuhan ekonomi dengan pelestarian lingkungan.
| File size | 156.47 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UMSRAPPANGUMSRAPPANG Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra sasaran dalam membuat pupuk kompos melalui pemanfaatan sumber daya alam sekitar.Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra sasaran dalam membuat pupuk kompos melalui pemanfaatan sumber daya alam sekitar.
ILININSTITUTEILININSTITUTE Dukungan dari aparat desa setempat serta respon positif dari kelompok PKK membuat berhasilnya kegiatan ini, sehingga menambah pengetahuan dan produktivitasDukungan dari aparat desa setempat serta respon positif dari kelompok PKK membuat berhasilnya kegiatan ini, sehingga menambah pengetahuan dan produktivitas
TRISAKTITRISAKTI Hal ini mengakibatkan wilayah tersebut memiliki resiko menghadapi permasalahan lingkungan yang serius akibat pembakaran sampah yang mengakibatkan kerusakanHal ini mengakibatkan wilayah tersebut memiliki resiko menghadapi permasalahan lingkungan yang serius akibat pembakaran sampah yang mengakibatkan kerusakan
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Transformasi dari bahan mentah menjadi produk olahan adalah kunci untuk menciptakan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Selama ini, sebagian besar hasil panenTransformasi dari bahan mentah menjadi produk olahan adalah kunci untuk menciptakan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Selama ini, sebagian besar hasil panen
UNIKSUNIKS Limbah batang pisang memiliki kandungan organik yang tinggi yaitu 83%, dengan kandungan lignin dan selulosa sekitar 15-20% dan hemiselulosa sekitar 14,6%.Limbah batang pisang memiliki kandungan organik yang tinggi yaitu 83%, dengan kandungan lignin dan selulosa sekitar 15-20% dan hemiselulosa sekitar 14,6%.
UIGMUIGM BAP termasuk dalam kategori rendah, berdasarkan kriteria H=0, H=0, dan H=0,69 masing-masing. Sedangkan untuk tingkat bibit/undergrowth, H= 3,05. JumlahBAP termasuk dalam kategori rendah, berdasarkan kriteria H=0, H=0, dan H=0,69 masing-masing. Sedangkan untuk tingkat bibit/undergrowth, H= 3,05. Jumlah
IKIPIKIP X1 -1,257. X2 -1,948. X3 0,056. X4 0,249 dan elastisitas harga kentang terhadap permintaan kentang bersifat elastis; 2) Faktor-faktor yang mempengaruhiX1 -1,257. X2 -1,948. X3 0,056. X4 0,249 dan elastisitas harga kentang terhadap permintaan kentang bersifat elastis; 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi
UNPARUNPAR Lahan terlantar atau semak belukar memiliki sifat hidrofobik yang lebih tinggi dibandingkan lahan perkebunan karet dan kelapa sawit, yang ditunjukkan waktuLahan terlantar atau semak belukar memiliki sifat hidrofobik yang lebih tinggi dibandingkan lahan perkebunan karet dan kelapa sawit, yang ditunjukkan waktu
Useful /
UBHARAJAYAUBHARAJAYA Hukum waris yang banyak diterapkan di Indonesia adalah hukum waris Islam dan hukum waris adat. Kedua konfigurasi hukum ini tentu akan menimbulkan konsekuensiHukum waris yang banyak diterapkan di Indonesia adalah hukum waris Islam dan hukum waris adat. Kedua konfigurasi hukum ini tentu akan menimbulkan konsekuensi
TRISAKTITRISAKTI Namun, keberadaannya masih menghadapi tantangan pemasaran dan persaingan ketat di dunia seni. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), artikelNamun, keberadaannya masih menghadapi tantangan pemasaran dan persaingan ketat di dunia seni. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), artikel
TRISAKTITRISAKTI Perubahan preferensi wisatawan menuju pengalaman yang lebih personal dan autentik telah mendorong pengembangan desa wisata berbasis komunitas di Indonesia.Perubahan preferensi wisatawan menuju pengalaman yang lebih personal dan autentik telah mendorong pengembangan desa wisata berbasis komunitas di Indonesia.
UNPARUNPAR 253 hektar yang berupa lahan kering pada ekosistem rawa gambut yang didukung oleh curah hujan dan agroklimat yang sesuai untuk pengembangan pertanian.253 hektar yang berupa lahan kering pada ekosistem rawa gambut yang didukung oleh curah hujan dan agroklimat yang sesuai untuk pengembangan pertanian.