UMBARRUUMBARRU

JELITAJELITA

Penelitian ini menelaah dua aspek utama: sejauh mana guru memanfaatkan kartu kosakata untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa L2 dan bagaimana guru memandang penggunaan kartu kosakata untuk tujuan tersebut. Penelitian melibatkan tiga guru bahasa Inggris pada sebuah kursus bahasa Inggris swasta di Yogyakarta, Indonesia, dengan metode penelitian kualitatif yang mencakup wawancara dan observasi. Partisipan guru dipilih berdasarkan penggunaan kartu kosakata sebagai media instruksional dan kesediaan mereka berpartisipasi dalam penelitian ini. Observasi dilakukan selama dua hari berturut‑turut, dan data dikumpulkan dari hasil wawancara, dengan catatan observasi yang dikoding menjadi beberapa tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan kartu kosakata untuk membantu siswa memahami materi baru serta meningkatkan kemampuan berbicara mereka. Guru memandang kartu kosakata sebagai media yang membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan secara signifikan memperluas repertoire kosakata siswa. Beberapa implikasi muncul dari penelitian ini, antara lain kartu kosakata dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa L2 dengan membuat materi baru lebih mudah dipahami, serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik dan efektif dalam memperkaya kosakata siswa. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menyelidiki efektivitas kartu kosakata pada berbagai tingkat kemahiran bahasa Inggris serta menggunakan teknik pengumpulan data lain seperti kuesioner dan survei untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif.

Berdasarkan temuan, peneliti menemukan bahwa guru memanfaatkan kartu kosakata untuk membantu siswa memahami materi baru yang dibahas di kelas serta meningkatkan kemampuan berbicara mereka.Selain itu, guru menilai bahwa penggunaan kartu kosakata membuat pembelajaran berbicara menjadi lebih menyenangkan dan dapat memperluas repertoar kosakata siswa.Oleh karena itu, kartu kosakata dianggap sebagai media yang efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara L2 dan memperkaya kosakata siswa.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana efektivitas penggunaan kartu kosakata berubah bila digabungkan dengan teknologi digital, seperti aplikasi mobile interaktif, pada siswa L2 dengan tingkat kemampuan menengah hingga lanjutan. Selain itu, penting untuk menyelidiki apakah persepsi guru terhadap kartu kosakata berbeda antara institusi pendidikan formal, seperti sekolah menengah, dan kursus privat, sehingga dapat menyesuaikan strategi pembelajaran sesuai konteks. Selanjutnya, penelitian dapat memperluas fokus selain keterampilan berbicara dengan menguji dampak kartu kosakata terhadap kemampuan mendengarkan (listening) dan membaca (reading) siswa L2, untuk menentukan sejauh mana media ini berkontribusi pada keseluruhan penguasaan bahasa. Penelitian jangka panjang yang melacak perkembangan kosakata dan kemampuan berbicara siswa selama satu semester penuh dapat memberikan wawasan tentang keberlanjutan efek kartu kosakata. Selain itu, melakukan perbandingan lintas budaya antara siswa di Indonesia dan negara lain dapat mengidentifikasi faktor kontekstual yang mempengaruhi efektivitas media ini.

  1. Article | KnE Open. article kne open social sciences issn 668x latest conference proceedings humanities... doi.org/10.18502/kss.v7i10.11205Article KnE Open article kne open social sciences issn 668x latest conference proceedings humanities doi 10 18502 kss v7i10 11205
  2. Engaged learners, enhanced vocabulary? A qualitative.... engaged learners enhanced vocabulary qualitative... doi.org/10.2478/jolace-2024-0018Engaged learners enhanced vocabulary A qualitative engaged learners enhanced vocabulary qualitative doi 10 2478 jolace 2024 0018
  3. FUN ACTIVITIES TO TEACH VOCABULARY FOR YOUNG LEARNERS: A LIBRARY RESEARCH | E-LINK JOURNAL. fun activities... doi.org/10.30736/ej.v9i1.609FUN ACTIVITIES TO TEACH VOCABULARY FOR YOUNG LEARNERS A LIBRARY RESEARCH E LINK JOURNAL fun activities doi 10 30736 ej v9i1 609
Read online
File size312.77 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test