RADJAPUBLIKARADJAPUBLIKA

International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS)International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS)

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang diamanatkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa menuntut komitmen global, termasuk dari sektor korporasi, untuk mencapai target sosial, ekonomi, dan lingkungan pada tahun 2030. Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) memainkan peran krusial sebagai agen perubahan utama dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam operasional organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis fungsi MSDM, mulai dari rekrutmen, pelatihan dan pengembangan, hingga manajemen kinerja dan kompensasi, dalam mendukung pencapaian SDGs, khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 5 (Kesetaraan Gender), dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Strategi yang dibahas meliputi implementasi program pelatihan keterampilan hijau, kebijakan upah yang setara, dan pengukuran kinerja berdasarkan dampak sosial. Temuan penelitian menyimpulkan bahwa transformasi MSDM menuju praktik yang berfokus pada keberlanjutan tidak hanya meningkatkan citra perusahaan dan keterlibatan karyawan tetapi juga secara langsung berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan global.

Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) memegang peran sentral dan strategis dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), mereorientasi fungsinya dari rekrutmen hingga kompensasi agar selaras dengan nilai keberlanjutan seiring pergeseran paradigma menuju Triple Bottom Line.Integrasi ini diwujudkan melalui strategi spesifik seperti rekrutmen inklusif (mendukung SDG 5 & 8), pengembangan keterampilan hijau dan etika (mendukung SDG 4), serta manajemen kinerja berbasis metrik sosial dan lingkungan.Meskipun dihadapkan pada tantangan biaya awal dan resistensi budaya, peluang seperti peningkatan reputasi, keterlibatan karyawan, dan efisiensi jangka panjang jauh lebih besar, menegaskan bahwa keberlanjutan dalam strategi MSDM krusial bagi kontribusi terhadap agenda global dan ketahanan bisnis.

Berdasarkan tinjauan ini, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang krusial untuk memperdalam pemahaman kita tentang peran MSDM dalam mencapai SDGs. Pertama, penelitian di masa mendatang dapat berfokus pada pengembangan dan validasi kerangka kerja terpadu yang memandu organisasi dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam setiap fungsi MSDM yang sudah ada, mulai dari rekrutmen hingga manajemen kinerja. Hal ini harus mencakup perancangan metrik kinerja inovatif yang tidak hanya mengukur kontribusi karyawan dan organisasi terhadap target SDGs secara kuantitatif, tetapi juga menangkap dampak kualitatif dari inisiatif keberlanjutan tersebut. Kedua, mengingat tantangan resistensi budaya dan fokus pada keuntungan jangka pendek yang disebutkan dalam latar belakang dan hasil, studi empiris lebih lanjut dapat mengeksplorasi strategi komunikasi dan model perubahan organisasi yang paling efektif untuk menumbuhkan budaya kerja yang etis, inklusif, dan berwawasan lingkungan di seluruh tingkatan hierarki. Penelitian ini juga dapat menganalisis bagaimana MSDM dapat secara strategis membangun argumen bisnis yang kuat untuk keberlanjutan guna mengatasi keberatan dari manajemen senior atau pemegang saham. Ketiga, penting untuk dilakukan penelitian yang menganalisis dampak investasi awal dalam praktik MSDM hijau, seperti program pelatihan keterampilan hijau atau kebijakan kompensasi yang selaras SDGs, terhadap efisiensi operasional jangka panjang dan nilai tambah non-finansial seperti peningkatan citra perusahaan, daya tarik sebagai employer of choice, dan retensi karyawan. Studi ini akan membantu organisasi memahami pengembalian investasi (ROI) dari strategi MSDM yang berpusat pada keberlanjutan, memberikan bukti konkret untuk mendorong adopsi yang lebih luas.

Read online
File size238.07 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test