UNIGRESUNIGRES

Jurnal Pro Hukum : Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas GresikJurnal Pro Hukum : Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas Gresik

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan mengenai prosedur dalam pelaksanaan persetujuan tindakan kedokteran (informed consent) antara pihak rumah sakit dengan pasien melahirkan di Rumah sakit, tanggung jawab pihak rumah sakit atas wanprestasi yang dilakukan oleh dokter dalam pelaksanaan persetujuan tindakan kedokteran. Penelitian ini termasuk penelitian hukum empiris yang bersifat deskriptif dengan menggunakan jenis data primer dan sekunder. Hasil penelitian ini berisi tentang prosedur dalam pelaksanaan persetujuan tindakan kedokteran antara pihak rumah sakit dengan pasien melahirkan di bagian kamar bersalin RS Muhammadiyah Gresik yang telah memenuhi syarat-syarat sahnya persetujuan pasal 45 undang-undang no 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran. Selain itu, masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan persetujuan tindakan kedokteran pada pasien melahirkan di RS Muhammadiyah Gresik terlebih mengenai penjelasan informasi, bentuk, dan isi dari informed consent tersebut. Dalam hal ini diharapkan agar pihak rumah sakit dapat memberikan kebijakan mengenai bentuk dan isi informed consent yang digunakan, sehingga tidak menghambat pelaksanaan persetujuan tersebut.

Prosedur persetujuan tindakan kedokteran (informed consent) antara RS Muhammadiyah Gresik dan pasien melahirkan memenuhi syarat sah sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 KUH Perdata, dengan penyampaian informasi lengkap mengenai alasan, risiko, tujuan, alternatif, prognosis, dan biaya.Rumah sakit bertanggung jawab atas wanprestasi dokter melalui mekanisme komite medis dan ganti rugi, sementara prosedur persetujuan harus disederhanakan agar dapat dipahami oleh pasien dengan tingkat pendidikan rendah serta menetapkan kriteria saksi keluarga yang jelas.Diperlukan kebijakan rumah sakit yang lebih tegas dalam penggunaan formulir dan penyediaan informasi yang transparan.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi apakah penggunaan formulir informed consent berbasis gambar dan simbol akan meningkatkan pemahaman pasien dengan tingkat literasi rendah selama proses persalinan di RS Muhammadiyah Gresik, serta menurunkan angka sengketa medis. Selanjutnya, dapat diteliti dampak program pelatihan wajib bagi dokter tentang keterampilan komunikasi dalam menjelaskan risiko, manfaat, dan alternatif operasi caesar, dengan mengukur kepuasan pasien dan frekuensi terjadinya wanprestasi. Penelitian ketiga dapat membandingkan efektivitas penyelesaian sengketa wanprestasi yang ditangani oleh komite medis internal dengan penyelesaian melalui jalur peradilan sipil, meliputi kecepatan penyelesaian, kecukupan kompensasi, dan persepsi keadilan pasien. Dengan pendekatan kuantitatif‑kualitatif, ketiga studi tersebut diharapkan memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat untuk meningkatkan transparansi, keadilan, dan keselamatan dalam praktik persetujuan tindakan medis di rumah sakit. Hasilnya dapat menjadi acuan bagi lembaga kesehatan lain dalam menyusun standar informed consent yang lebih efektif.

Read online
File size74.31 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test