UNIGRESUNIGRES
Jurnal Pro Hukum : Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas GresikJurnal Pro Hukum : Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas GresikPembangunan Nasional Negara Republik Indonesia dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya untuk memujudkan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, yang merata baik materiil maupun spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang - Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Undang – Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang mengatur hak – hak pekerja/ buruh seperti hak pensiun. Tidak mengatur dengan jelas batas usia pensiun di dalamnya, maka batas usia pensiun mengikuti peraturan perundang – undangan yang berlaku. Batas Usia Pensiun mengacu pada ketentuan yang berlaku di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Karena berhubungan dengan Jaminan Hari Tua (JHT). Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015 Saat ini mengatur Batas Usia Pensiun pekerja/ buruh sesuai ketentuan adalah Umur 56 Tahun. Untuk itu setiap pekerja/ buruh yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja akan mendapatkan Uang Pesangon dan besaran nilai yang didapat pekerja/ buruh sesuai dengan kondisi dan penyebab pada saat terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja yang perhitungannya sesuai dengan ketentuan Undang – Undang Nomor 13 Tahun 2003 dan juga diatur dalam Perjanjian Kerja (PK), Peraturan Perusahaan (PP), dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
Batas usia pensiun bagi pekerja/buruh tidak diatur secara eksplisit dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, melainkan ditetapkan melalui Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, Perjanjian Kerja Bersama, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, memberikan fleksibilitas bagi pengusaha namun juga menuntut kepastian bagi pekerja.Bagi pekerja/buruh yang memasuki masa pensiun, perhitungan uang pesangon diatur dalam UU No.13 Tahun 2003 Pasal 156 ayat (2), (3), dan (4), serta uang pisah jika terdapat dalam Perjanjian Kerja Bersama.Oleh karena itu, kerangka hukum ketenagakerjaan berusaha menyeimbangkan hak pekerja atas jaminan pensiun dengan kebijakan perusahaan, meskipun detail batas usia pensiun tidak terpusat.
Penelitian ini memberikan dasar kuat mengenai analisis yuridis terkait usia dan hak pensiun pekerja. Untuk memperkaya pemahaman di bidang ini, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dieksplorasi. Pertama, mengingat adanya ketidakjelasan batas usia pensiun dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan, sebuah studi empiris kualitatif dapat dilakukan untuk menelaah bagaimana implementasi kebijakan batas usia pensiun di berbagai perusahaan swasta di Indonesia. Penelitian ini dapat menginvestigasi variasi dalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan usia pensiun di tingkat praktis, termasuk bagaimana perusahaan menyeimbangkan produktivitas dengan hak-hak pekerja yang menua. Selain itu, penting untuk menganalisis lebih dalam efektivitas skema perhitungan uang pesangon yang berlaku dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015. Studi ini bisa mengkaji, melalui metode survei dan wawancara, sejauh mana besaran uang pesangon dan manfaat pensiun yang diterima oleh pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena pensiun dapat benar-benar menopang kehidupan mereka pasca-pensiun, termasuk perbandingan dengan standar internasional untuk mengidentifikasi area peningkatan. Akhirnya, dengan mempertimbangkan dampak psikologis pensiun yang disinggung dalam latar belakang, penelitian multidisiplin dapat meneliti korelasi antara kejelasan regulasi ketenagakerjaan, kecukupan jaminan hari tua, dan tingkat kesiapan mental serta kesejahteraan psikologis para pekerja yang mendekati atau telah memasuki masa pensiun. Pendekatan ini akan mengungkap bagaimana dukungan regulasi dan finansial dapat berkontribusi pada transisi pensiun yang lebih positif dan pencegahan sindrom pasca-kekuasaan, memberikan wawasan holistik yang melampaui aspek legalitas semata.
| File size | 107.87 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Berdasarkan studi kasus putusan pengadilan, pendekatan hukum perdata menitikberatkan pada pemulihan hak (remedial) dibandingkan penghukuman, sehingga apabilaBerdasarkan studi kasus putusan pengadilan, pendekatan hukum perdata menitikberatkan pada pemulihan hak (remedial) dibandingkan penghukuman, sehingga apabila
APPIHIAPPIHI Ketidakterpaduan ini menciptakan tantangan bagi penegak hukum dalam mengendalikan distribusi dan penggunaan narkotika tersebut. Selain itu, penelitianKetidakterpaduan ini menciptakan tantangan bagi penegak hukum dalam mengendalikan distribusi dan penggunaan narkotika tersebut. Selain itu, penelitian
APPIHIAPPIHI Penelitian ini bertujuan untuk menelaah perkembangan kajian ilmiah mengenai jenis-jenis konflik dan strategi manajemen konflik dalam enam tahun terakhir.Penelitian ini bertujuan untuk menelaah perkembangan kajian ilmiah mengenai jenis-jenis konflik dan strategi manajemen konflik dalam enam tahun terakhir.
UNKRISWINAUNKRISWINA Putusan Mahkamah Konstitusi dalam perkara Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang mengubah persyaratan usia calon Presiden dan Wakil Presiden menjadi berusia palingPutusan Mahkamah Konstitusi dalam perkara Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang mengubah persyaratan usia calon Presiden dan Wakil Presiden menjadi berusia paling
UNKRISWINAUNKRISWINA Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan, maka diambil kesimpulan bahwa. terdapat 32 provinsi di Indonesia yang memiliki persentaseBerdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan, maka diambil kesimpulan bahwa. terdapat 32 provinsi di Indonesia yang memiliki persentase
UNKRISWINAUNKRISWINA Polisi lalu lintas memiliki peran penting dalam menanggulangi pelanggaran lalu lintas, karena mereka memiliki status atau posisi dalam kelompok yang berhubunganPolisi lalu lintas memiliki peran penting dalam menanggulangi pelanggaran lalu lintas, karena mereka memiliki status atau posisi dalam kelompok yang berhubungan
TEKNOKRATTEKNOKRAT Artikel ini menekankan peran penting peneliti individu dalam berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi skala luas. Strategi penulisanArtikel ini menekankan peran penting peneliti individu dalam berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi skala luas. Strategi penulisan
UNIGRESUNIGRES Sertifikat ganda menciptakan sengketa hukum yang perlu diatasi melalui pendaftaran yang transparan. Surabaya, sertifikat hak milik ganda Thie Butje SutedjaSertifikat ganda menciptakan sengketa hukum yang perlu diatasi melalui pendaftaran yang transparan. Surabaya, sertifikat hak milik ganda Thie Butje Sutedja
Useful /
STPMATARAMSTPMATARAM Pada pengalaman mereka, masyarakat akhirnya beralih usaha ke budidaya tanaman hias dan membangun taman wisata sebagai atraksi baru. Kunjungan wisatawanPada pengalaman mereka, masyarakat akhirnya beralih usaha ke budidaya tanaman hias dan membangun taman wisata sebagai atraksi baru. Kunjungan wisatawan
STPMATARAMSTPMATARAM serta penyediaan layanan tambahan seperti gapura selamat datang dan pusat informasi wisata (TIC). Implementasi strategi ini diharapkan dapat meningkatkanserta penyediaan layanan tambahan seperti gapura selamat datang dan pusat informasi wisata (TIC). Implementasi strategi ini diharapkan dapat meningkatkan
UMIUMI Sistem ini memanfaatkan Key Performance Indicators (KPI) yang selaras dengan tanggung jawab pekerjaan masing‑masing untuk mengukur kinerja. Proses pengembanganSistem ini memanfaatkan Key Performance Indicators (KPI) yang selaras dengan tanggung jawab pekerjaan masing‑masing untuk mengukur kinerja. Proses pengembangan
USIUSI Persyaratan teknis berupa kemampuan keuangan daerah, sarana dan prasarana pemerintahan, dan persyaratan teknis lainnya terpenuhi, namun indikator kesesuaianPersyaratan teknis berupa kemampuan keuangan daerah, sarana dan prasarana pemerintahan, dan persyaratan teknis lainnya terpenuhi, namun indikator kesesuaian