STIKBARSTIKBAR

Public Health of IndonesiaPublic Health of Indonesia

Latar belakang: Integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam perawatan gigi menawarkan berbagai manfaat. Namun, mendorong sikap proaktif sangat penting untuk memastikan bahwa kemajuan ini mengarah pada perkembangan positif dalam praktik gigi. Penelitian ini berfokus pada penerimaan teknologi AI di kalangan profesional gigi.

Penelitian ini menekankan peran transformasional AI dalam kedokteran gigi, didukung oleh Model Penerimaan Teknologi (TAM).Temuan menunjukkan bahwa meskipun profesional gigi menyadari manfaat AI dalam kedokteran gigi, keyakinan kuat tentang kegunaannya tidak menyebabkan perubahan positif dalam sikap mereka terhadap integrasi AI dalam praktik sehari-hari.Hal ini menunjukkan bahwa meskipun mereka menemukan AI mudah digunakan, mereka mungkin tidak menganggapnya sebagai hal yang penting.Penelitian juga menemukan bahwa sikap keseluruhan terhadap adopsi AI tidak bervariasi secara signifikan di antara spesialisasi gigi yang berbeda, menunjukkan wawasan yang konsisten di berbagai bidang dalam kedokteran gigi.Di masa depan, potensi AI dalam kedokteran gigi terlihat menjanjikan, dengan peluang pertumbuhan yang signifikan di berbagai bidang seperti diagnostik prediktif, pendekatan pengobatan yang disesuaikan, dan sistem manajemen pasien.Kemajuan terus-menerus dalam teknologi AI berjanji untuk merevolusi praktik kedokteran gigi, menjadikannya lebih efektif dan berpusat pada pasien.Namun, untuk pertumbuhan dan penerimaan yang berkelanjutan, penelitian dan pengembangan berkelanjutan, program pelatihan informatif untuk profesional gigi, dan peningkatan kesadaran tentang kelebihan dan kekurangan AI sangat penting.Hal ini akan memastikan bahwa alat-alat AI digunakan secara efektif dan etis, selaras dengan kebutuhan industri kedokteran gigi yang berkembang.Penelitian masa depan harus mengeksplorasi area kunci untuk memfasilitasi adopsi AI yang efektif dalam kedokteran gigi.

Untuk mendorong adopsi AI yang lebih luas dalam kedokteran gigi, penelitian masa depan dapat berfokus pada pengembangan pendekatan yang mengatasi hambatan praktis dan etis. Misalnya, penelitian dapat mengeksplorasi cara-cara untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang AI di kalangan profesional gigi, terutama di daerah pedesaan atau terpencil di mana infrastruktur dan akses terbatas. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki strategi untuk mengurangi biaya awal implementasi AI, yang dapat menjadi hambatan bagi banyak praktisi gigi. Dengan mengatasi kesenjangan ini, penelitian dapat membantu memastikan bahwa manfaat AI dapat diakses oleh semua praktisi gigi, terlepas dari lokasi atau ukuran praktik mereka. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki cara-cara untuk meningkatkan kepercayaan dan penerimaan AI di kalangan profesional gigi, dengan mempertimbangkan tantangan etis dan privasi data yang terkait dengan penggunaan AI dalam kedokteran gigi. Dengan demikian, penelitian dapat berkontribusi pada pengembangan praktik kedokteran gigi yang lebih efektif dan berpusat pada pasien, dengan memanfaatkan potensi AI secara penuh.

  1. Smart Smile: Revolutionizing Dentistry With Artificial Intelligence | Cureus. smart smile dentistry artificial... cureus.com/articles/167748-smart-smile-revolutionizing-dentistry-with-artificial-intelligenceSmart Smile Revolutionizing Dentistry With Artificial Intelligence Cureus smart smile dentistry artificial cureus articles 167748 smart smile revolutionizing dentistry with artificial intelligence
  2. Internist-I, an Experimental Computer-Based Diagnostic Consultant for General Internal Medicine | New... nejm.org/doi/abs/10.1056/NEJM198208193070803Internist I an Experimental Computer Based Diagnostic Consultant for General Internal Medicine New nejm doi abs 10 1056 NEJM198208193070803
  3. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/h0076477APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 h0076477
Read online
File size298.83 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test