IAI SYARIFUDDINIAI SYARIFUDDIN

Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi IslamDakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam

Ide internet sebagai ruang publik yang ideal masih menjadi perdebatan hingga kini. Dalam beberapa penelitian, sejumlah pakar mengkritik gagasan ini, tetapi sebagian menerima. Artikel ini mendiskusikan masalah tersebut menurut teori Ruang Publik yang diperkenalkan oleh Jurgen Habermas. Artikel juga menjelaskan konsep pemikiran Habermas, Ruang Publik Virtual, Demokrasi di Era Internet, dan Budaya Visual.

Ide internet sebagai ruang publik ideal masih dipertanyakan.Penelitian menunjukkan bahwa dominasi dari aktor yang kompeten masih terjadi di media online, sama seperti media cetak.Faktor inklusivitas dan kesetaraan dalam ruang publik virtual memerlukan penelitian lebih lanjut pada platform baru yang belum terkooptasi kepentingan modal.

Pertama, perlu penelitian mendalam tentang platform media sosial spesifik yang mendorong inklusivitas dan kesetaraan dalam ruang publik virtual, terutama yang mendorong partisipasi individu melalui opini tanpa dominasi. Kedua, perlu analisis perbandingan konsep ruang publik di era internet dengan konteks budaya non-Barat atau non-Inggris untuk memahami adaptabilitas teori Habermas di lingkungan berbeda. Ketiga, penting untuk mengkaji peran visual culture dalam bentuk interaksi politis di ruang publik virtual, termasuk analisis bagaimana elemen visual memengaruhi keputusan publik di era digital.

Read online
File size550.78 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test