STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK

PROSIDING PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEAGAMAANPROSIDING PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEAGAMAAN

Di Kalimantan Barat, khususnya kota Pontianak, memiliki keanekaragaman suku, budaya, dan agama, sehingga hubungan sosial antar masyarakat terjalin sangat tinggi. Namun potensi untuk perselisihan antar umat juga sebanding dengan jalinan yang terjadi, apalagi ditambah pula dengan adanya berita bohong yang menyudutkan salah satu kelompok. Penelitian ini membahas pentingnya nilai toleransi beragama terhadap penyebaran hoax yang marak terjadi saat ini. Adapun tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh dan kepentingan hoax terhadap nilai toleransi beragama di Kota Pontianak. Metode yang digunakan adalah mixed method dengan desain Sequential Explanatory Design. Sampel yang dipilih yaitu anggota komunitas Tepelima yang mewakili agama Islam, Protestan, Katolik, Konghucu, Hindu, dan Budha. Alat Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini kuisioner yang telah divalidasi oleh ahli dan diikuti dengan wawancara mendalam. Hasil Penelitian menunjukkan bukti bahwa ada pengaruh yang positif antara hoax dan nilai toleransi beragama. Pengaruh hoax terhadap nilai toleransi beragama ditandai dengan adanya kesadaran masyarakat untuk segera menangkal hoax, memupuk kebersamaan, dan semakin mempererat persaudaraan antar sesama organisasi termasuk di dalam komunitas itu sendiri. Terlebih anggota komunitas sangat peduli terhadap keberagaman di Kota Pontianak sebagai perwujudan nilai-nilai toleransi umat beriman khususnya bagi kaum muda. Bentuk kepedulian yang ditunjukkan oleh masyarakat yakni dengan sikap saling menghargai dan menghormati sesama. Dengan demikian wujud toleransi beragama menjadi suatu urgency yang diharapkan agar hoax tidak menimbulkan perpecahan antar umat beragama.

Penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif hoax terhadap nilai toleransi beragama, terbukti dari kesadaran pemuda‑pemudi untuk memupuk kebersamaan dan mempererat persaudaraan di Kota Pontianak.Pengamalan nilai toleransi beragama penting untuk mencegah perpecahan antar umat beragama di kota tersebut.Komunitas Tepelima patut diapresiasi karena kepeduliannya terhadap toleransi beragama dan upaya penangkalan hoax.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas intervensi literasi digital dalam mengurangi kerentanan masyarakat muda Pontianak terhadap hoax agama, dengan menggunakan desain eksperimental berkelanjutan. Selain itu, studi longitudinal tentang dampak jaringan pemuda lintas iman terhadap keberlanjutan nilai toleransi beragama dapat memberikan wawasan tentang mekanisme pemeliharaan perdamaian sosial seiring waktu. Selanjutnya, analisis peran algoritma platform media sosial dalam penyebaran konten hoax religi serta strategi mitigasi yang dapat diterapkan oleh penyedia layanan digital perlu dieksplorasi, sehingga kebijakan teknis dapat lebih tepat sasaran. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperkuat upaya komunitas Tepelima dan stakeholder lainnya dalam membangun masyarakat yang lebih toleran dan kritis terhadap informasi palsu.

  1. IMPLIKASI LITERASI MEDIA DALAM MENGUBAH PERILAKU MASYARAKAT KOTA PONTIANAK TERHADAP KABAR BOHONG | Commed... doi.org/10.33884/commed.v3i2.921IMPLIKASI LITERASI MEDIA DALAM MENGUBAH PERILAKU MASYARAKAT KOTA PONTIANAK TERHADAP KABAR BOHONG Commed doi 10 33884 commed v3i2 921
  2. Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat. demensi etnik kerukunan beragama pontianak provinsi... doi.org/10.14421/panangkaran.2018.0201-01Panangkaran Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat demensi etnik kerukunan beragama pontianak provinsi doi 10 14421 panangkaran 2018 0201 01
Read online
File size658.56 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test