MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI

AMMA : Jurnal Pengabdian MasyarakatAMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Penyediaan makanan banyak dilakukan oleh pedagang kaki lima. Pedagang makanan dapat menjadi sumber pencemaran jika higiene dan sanitasinya tidak diperhatikan. Kepmenkes RI Nomor: 942/Menkes/SK/VII/2003 mengatur persyaratan higiene sanitasi makanan jajanan, yang mengharuskan penjamah makanan dan sarana penjaja makanan memenuhi syarat higiene dan sanitasi serta memerlukan pembinaan dan pengawasan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pedagang kaki lima tentang higiene dan sanitasi secara mandiri melalui pemberdayaan masyarakat. Targetnya adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang diukur dengan kuesioner pre dan post test. Berdasarkan pengamatan, ditemukan bahwa cara mencuci alat makan, tempat sampah, dan perilaku penjamah makanan di pasar Kelurahan Gunung tidak memenuhi syarat. Solusinya adalah pengumpulan data, penyuluhan, pelatihan, dan kemitraan dengan pedagang dan pengawas puskesmas.

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan terkait higiene dan sanitasi lingkungan pada pedagang kaki lima.Peningkatan ini meliputi aspek higiene dan sanitasi, sanitasi lingkungan, menjaga kualitas pangan, proses pencucian alat makan, pengelolaan sampah, dan pengendalian vektor.Pembinaan berkelanjutan dari Kelurahan dan pengawasan dari Puskesmas diperlukan untuk menjaga kondisi sanitasi dan higiene pedagang kaki lima, guna mencegah keracunan makanan dan kejadian luar biasa terkait pangan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai faktor-faktor sosio-ekonomi yang mempengaruhi perilaku higiene dan sanitasi pedagang kaki lima, termasuk dampak dari pelatihan dan pendampingan terhadap perubahan perilaku jangka panjang. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model intervensi yang lebih efektif dan berkelanjutan, dengan melibatkan partisipasi aktif dari pedagang, masyarakat, dan pemerintah daerah. Model ini dapat mencakup penyediaan infrastruktur yang memadai, seperti fasilitas cuci tangan dan pengelolaan sampah, serta peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keamanan pangan. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi potensi penerapan teknologi digital, seperti aplikasi seluler, untuk memantau dan meningkatkan praktik higiene dan sanitasi pedagang kaki lima secara real-time, serta memberikan informasi dan edukasi yang relevan.

Read online
File size477.74 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test