STAIMAARIFSTAIMAARIF

Al-Fatih: Jurnal Studi IslamAl-Fatih: Jurnal Studi Islam

Latar belakang penelitian ini adalah perlunya inovasi pembelajaran Bahasa Arab agar lebih kontekstual dan bermakna bagi mahasiswa. Penelitian bertujuan mendeskripsikan integrasi budaya lokal dalam pengembangan materi muhadatsah (percakapan) kontekstual pada mahasiswa semester 5 Program Studi PBA. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sembilan tradisi adat Jawa (Slametan, Tingkeban, Siraman, Midodareni, Panggih, Tedhak Siten, Ruwatan, Sadranan, Wayang Kulit) diintegrasikan sebagai tema dialog dalam mata kuliah Muhadatsah. Data utama berupa hasil wawancara dengan mahasiswa setelah implementasi, dianalisis secara naratif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi budaya lokal membuat pembelajaran lebih kontekstual, bermakna, dan relevan dengan kehidupan mahasiswa. Mahasiswa lebih termotivasi dan aktif berbicara karena topik percakapan dekat dengan pengalaman budaya mereka. Integrasi ini juga menumbuhkan apresiasi terhadap kearifan lokal dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Temuan ini merekomendasikan pengembangan lebih lanjut bahan ajar muhadatsah berbasis budaya lokal sebagai strategi pembelajaran kontekstual di perguruan tinggi.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi budaya lokal Indonesia, khususnya budaya adat Jawa, dalam pengembangan materi Muhadatsah kontekstual terbukti efektif meningkatkan kualitas pembelajaran keterampilan berbicara Bahasa Arab.Integrasi sembilan tradisi Jawa berhasil dijadikan tema percakapan yang dekat dengan pengalaman mahasiswa, meningkatkan motivasi, partisipasi, dan kepercayaan diri mereka.Selain peningkatan aspek berbahasa, integrasi ini menumbuhkan apresiasi terhadap kearifan lokal dan budaya warisan leluhur.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan melibatkan subjek yang lebih luas, seperti mahasiswa dari berbagai universitas atau program studi, untuk menguji generalisasi temuan penelitian ini. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pembelajaran Muhadatsah berbasis budaya lokal yang lebih komprehensif, termasuk panduan bagi dosen dalam memilih dan mengintegrasikan materi budaya yang relevan. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak integrasi budaya lokal terhadap aspek-aspek lain dalam pembelajaran Bahasa Arab, seperti pemahaman teks, keterampilan menulis, atau kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan pembelajaran Bahasa Arab yang lebih kontekstual, relevan, dan bermakna bagi mahasiswa, serta memperkaya khazanah ilmu pengetahuan di bidang pendidikan bahasa.

Read online
File size659.44 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test