DAARULHUDADAARULHUDA
Media Hukum Indonesia (MHI)Media Hukum Indonesia (MHI)Tujuan dari kajian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaturan hukum penawaran efek melalui equity crowdfunding di Indonesia dan Singapura serta mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dari kedua kerangka regulasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, yaitu metode penelitian yang memfokuskan kajian pada norma hukum positif yang berlaku serta doktrin-doktrin hukum yang relevan. Metode ini dipilih karena penelitian berorientasi pada analisis peraturan perundang-undangan dan konsep hukum yang mengatur penawaran efek melalui equity crowdfunding serta mekanisme perlindungan investor dalam sistem hukum Indonesia dan Singapura. Hasil penelitian ini menunjukkan terkait perbandingan kerangka regulasi, meskipun kedua negara memiliki tujuan yang sama untuk menyeimbangkan inovasi dan perlindungan pasar, mereka berbeda secara signifikan dalam pendekatannya. Singapura menganut pendekatan Principle-Based yang berfokus pada Integritas Perantara, di mana Penyelenggara wajib memenuhi standar tinggi Capital Markets Services (CMS) Licence dan menggunakan segmentasi investor (Accredited vs. Retail) untuk menyesuaikan perlindungan. Sebaliknya, Indonesia menerapkan pendekatan Rules-Based yang lebih fokus pada Inklusivitas, dengan memberikan batasan spesifik pada profil Penerbit (UMKM non-konglomerasi) dan menerapkan intervensi langsung terhadap risiko investor ritel melalui batasan investasi berdasarkan persentase penghasilan.
Terkait perbandingan kerangka regulasi, meskipun kedua negara memiliki tujuan yang sama untuk menyeimbangkan inovasi dan perlindungan pasar, mereka berbeda secara signifikan dalam pendekatannya.Singapura menganut pendekatan Principle-Based yang berfokus pada Integritas Perantara, di mana Penyelenggara wajib memenuhi standar tinggi Capital Markets Services (CMS) Licence dan menggunakan segmentasi investor (Accredited vs.Sebaliknya, Indonesia menerapkan pendekatan Rules-Based yang lebih fokus pada Inklusivitas, dengan memberikan batasan spesifik pada profil Penerbit (UMKM non-konglomerasi) dan menerapkan intervensi langsung terhadap risiko investor ritel melalui batasan investasi berdasarkan persentase penghasilan.Perbedaan regulasi tercermin dalam strategi mitigasi risiko hukum, di mana Singapura menekankan standar Uji Tuntas platform berlisensi CMS untuk mengatasi asimetri informasi, sementara Indonesia mengandalkan batasan kuantitatif investasi.Dalam perlindungan represif, Singapura menerapkan sanksi tegas terhadap pelanggaran CMS Licence.Indonesia perlu meningkatkan efektivitas penegakan hukum dan kecepatan penyelesaian sengketa untuk investor ritel guna melengkapi perlindungan represif yang ada.
Kajian lanjutan dapat secara empiris menganalisis dampak dari penerapan standar lisensi penyelenggara ECF yang lebih ketat di Indonesia, mirip dengan standar CMS Licence Singapura. Penelitian ini bisa menyoroti bagaimana peningkatan persyaratan modal minimum atau kewajiban manajemen risiko teknologi akan memengaruhi jumlah peserta pasar, biaya operasional platform, serta persepsi dan perilaku investasi dari investor ritel maupun institusi. Hal ini penting untuk memastikan bahwa perubahan regulasi tidak hanya meningkatkan keamanan tetapi juga tetap mendorong inovasi dan inklusivitas pembiayaan bagi UMKM. Selain itu, mengingat sifat digital dan potensi sengketa lintas yurisdiksi dalam ECF di masa depan, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan mekanisme penyelesaian sengketa yang lebih adaptif dan efisien. Pertanyaannya adalah, bagaimana sistem penyelesaian sengketa online (ODR) atau arbitrase yang disederhanakan dapat diintegrasikan ke dalam kerangka hukum ECF Indonesia untuk memberikan perlindungan represif yang cepat dan terjangkau bagi investor, khususnya dalam kasus-kasus kecil yang melibatkan banyak pihak? Membangun model yang menggabungkan kecepatan teknologi dengan prinsip keadilan akan sangat krusial. Penelitian mendatang juga bisa mengkaji lebih dalam potensi harmonisasi regulasi equity crowdfunding di kawasan ASEAN, khususnya antara Indonesia dan Singapura, yang telah menjadi perintis. Dengan adanya perbedaan pendekatan regulasi (rules-based vs. principle-based), bagaimana kedua negara dapat berkolaborasi untuk menciptakan kerangka kerja yang memungkinkan interoperabilitas platform ECF dan memfasilitasi aliran modal lintas batas secara aman? Studi ini dapat mengeksplorasi tantangan hukum dan operasional dalam membangun paspor ECF regional yang mendorong pertumbuhan ekonomi digital sambil tetap menjaga kedaulatan regulasi masing-masing negara.
| File size | 481.65 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
DAARULHUDADAARULHUDA Penelitian berfokus pada evaluasi efektivitas Intermediary Liability Indonesia dalam memaksa Penyelenggara Sistem Elektronik global melakukan takedownPenelitian berfokus pada evaluasi efektivitas Intermediary Liability Indonesia dalam memaksa Penyelenggara Sistem Elektronik global melakukan takedown
POLTEKBAUBAUPOLTEKBAUBAU Metode yang digunakan adalah menggunakan jenis pendekatan deskriptif dan metode teknik pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara, observasi, studiMetode yang digunakan adalah menggunakan jenis pendekatan deskriptif dan metode teknik pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara, observasi, studi
UNYUNY Temuan menunjukkan bahwa lembaga beralih dari sistem manual ke digital, yang mengarah pada peningkatan aksesibilitas, transparansi, dan keberlanjutan.Temuan menunjukkan bahwa lembaga beralih dari sistem manual ke digital, yang mengarah pada peningkatan aksesibilitas, transparansi, dan keberlanjutan.
UMBJMUMBJM Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Penelitian ini bersifat deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan cross-sectional. Data sekunder diperoleh dari dokumentasiDr. Margono Soekarjo Purwokerto. Penelitian ini bersifat deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan cross-sectional. Data sekunder diperoleh dari dokumentasi
AKABAAKABA Dengan pendekatan yuridis normatif serta kajian pustaka, studi ini memperlihatkan analisis terhadap berbagai peraturan hukum yang berlaku, seperti Undang-UndangDengan pendekatan yuridis normatif serta kajian pustaka, studi ini memperlihatkan analisis terhadap berbagai peraturan hukum yang berlaku, seperti Undang-Undang
LLDIKTI12LLDIKTI12 Di sepanjang garis pantai ini banyak terdapat muara sungai dan merupakan daerah rawa yang sulit dijangkau melalui transportasi darat. Kondisi geografisDi sepanjang garis pantai ini banyak terdapat muara sungai dan merupakan daerah rawa yang sulit dijangkau melalui transportasi darat. Kondisi geografis
ILOMATAILOMATA Penelitian ini mengungkap bahwa persepsi kebermanfaatan, persepsi manfaat, persepsi kepercayaan, pengaruh sosial, kondisi fasilitasi, dan persepsi biayaPenelitian ini mengungkap bahwa persepsi kebermanfaatan, persepsi manfaat, persepsi kepercayaan, pengaruh sosial, kondisi fasilitasi, dan persepsi biaya
DIM UNPASDIM UNPAS 412 dosen dan jumlah sampel sebanyak 251 responden. Penelitian dilaksanakan pada Perguruan Tinggi swasta di Medan Provinsi Sumatera Utara. Alat analisis412 dosen dan jumlah sampel sebanyak 251 responden. Penelitian dilaksanakan pada Perguruan Tinggi swasta di Medan Provinsi Sumatera Utara. Alat analisis
Useful /
UNYUNY Hasil kuantitatif menunjukkan persepsi positif: rata-rata efisiensi 3,91, motivasi dan keterlibatan 3,76, manajemen waktu dan kesenangan 3,73, serta kepuasanHasil kuantitatif menunjukkan persepsi positif: rata-rata efisiensi 3,91, motivasi dan keterlibatan 3,76, manajemen waktu dan kesenangan 3,73, serta kepuasan
KKPKKP Sebagai pembanding, lima pasang individu berukuran rata-rata dikawinkan untuk menghasilkan populasi kontrol sebagai wakil dari generasi kedua. PemijahanSebagai pembanding, lima pasang individu berukuran rata-rata dikawinkan untuk menghasilkan populasi kontrol sebagai wakil dari generasi kedua. Pemijahan
KKPKKP Tingkat penetasan dan kelangsungan hidup larva tertinggi diperoleh menggunakan X-treme Gene 0,75 µL dan DNA plasmid 0,25 µL (konsentrasi 50 µg/mL).Tingkat penetasan dan kelangsungan hidup larva tertinggi diperoleh menggunakan X-treme Gene 0,75 µL dan DNA plasmid 0,25 µL (konsentrasi 50 µg/mL).
KKPKKP Variabel yang diamati adalah kinerja spermatofora dan profil asam amino dan asam lemak otot dari stok jantan. Setelah induksi, jumlah jantan yang maturesVariabel yang diamati adalah kinerja spermatofora dan profil asam amino dan asam lemak otot dari stok jantan. Setelah induksi, jumlah jantan yang matures