RISETPRESSRISETPRESS

Pancasila International Journal of Applied Social SciencePancasila International Journal of Applied Social Science

Penelitian ini menyelidiki potensi teknologi blockchain dalam memberdayakan perempuan di masyarakat berkembang, khususnya melalui peningkatan identitas digital yang aman, kemandirian finansial, dan kesempatan pendidikan. Di banyak negara berkembang, perempuan menghadapi tantangan signifikan dalam mengakses layanan digital yang aman, sistem keuangan, dan pendidikan tinggi. Blockchain, yang dikenal dengan transparansi, keamanan, dan desentralisasinya, menawarkan solusi menjanjikan terhadap tantangan tersebut. Tujuan utama penelitian ini adalah mengevaluasi dampak teknologi blockchain dalam memperbaiki bidang-bidang tersebut, dengan fokus pada pendidikan daring. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan kuesioner survei yang mengumpulkan data dari 120 perempuan berusia 20‑25 tahun dari tiga fakultas: Ekonomi (50), Ilmu Komputer (50), dan Pendidikan (20) di sebuah universitas daring. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, termasuk persentase dan nilai rata‑rata, untuk menilai persepsi perempuan tentang manfaat blockchain dalam mengamankan identitas digital, memfasilitasi kemandirian finansial, dan meningkatkan akses pendidikan. Hasil menunjukkan bahwa teknologi blockchain berpotensi signifikan meningkatkan akses perempuan terhadap identitas digital yang aman dan layanan keuangan, sehingga mendorong kemandirian finansial dan mengurangi kesenjangan gender dalam pendidikan. Namun, hambatan seperti biaya implementasi yang tinggi tetap menjadi tantangan signifikan bagi adopsi yang luas. Kesimpulannya, meskipun blockchain menawarkan solusi menjanjikan untuk pemberdayaan perempuan di masyarakat berkembang, diperlukan penelitian lebih lanjut dan investasi untuk mengatasi tantangan implementasinya serta memastikan aksesibilitas bagi semua perempuan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi blockchain memiliki potensi signifikan untuk memberdayakan perempuan di negara berkembang melalui penyediaan identitas digital yang aman, kemandirian finansial, dan akses pendidikan, sehingga dapat mengurangi kesenjangan gender.Namun, adopsi blockchain masih terhambat oleh biaya implementasi yang tinggi, keterbatasan infrastruktur teknologi, dan kurangnya kesadaran.Meskipun demikian, minat yang kuat terlihat dari responden, sehingga diperlukan upaya lebih lanjut untuk mengatasi hambatan teknis dan ekonomi demi memperluas penerapan blockchain bagi pemberdayaan perempuan.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana desain antarmuka pengguna blockchain yang disesuaikan dengan tingkat literasi digital perempuan di daerah pedesaan dapat meningkatkan adopsi teknologi tersebut (misalnya, melalui studi kualitatif berbasis wawancara dan prototipe). Selanjutnya, diperlukan studi perbandingan biaya antara solusi blockchain berbasis cloud dan sistem terdesentralisasi lokal untuk menentukan model ekonomi yang paling berkelanjutan dalam menyediakan layanan identitas digital dan keuangan bagi perempuan (dengan analisis biaya‑manfaat dan simulasi skenario). Akhirnya, penelitian longitudinal dapat mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan blockchain terhadap peningkatan partisipasi ekonomi, tingkat pendidikan, dan kepemilikan properti perempuan, dengan mengumpulkan data panel selama lima tahun dan menerapkan model regresi panel dinamis. Penelitian-penelitian ini akan memperluas pemahaman tentang faktor teknis, ekonomi, dan sosial yang mempengaruhi keberhasilan implementasi blockchain dalam pemberdayaan perempuan di masyarakat berkembang.

  1. Using Blockchain to Strengthen Women's Rights in Developing Societies A Case Study of an Online... doi.org/10.59653/pancasila.v3i01.1463Using Blockchain to Strengthen Womens Rights in Developing Societies A Case Study of an Online doi 10 59653 pancasila v3i01 1463
Read online
File size392.74 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test