BDKJAKARTABDKJAKARTA

Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan JakartaWawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Penelitian ini berasal dari kebutuhan untuk mengembangkan kompetensi widyaiswara yang telah menekankan keterampilan keras, sementara aspek keterampilan lembut belum mendapat perhatian yang memadai. Al-Quran menyediakan dasar yang jelas untuk pengembangan keterampilan lembut dalam bentuk sifat-sifat yang terpuji atau akhlak yang harus dimiliki dan terus dikembangkan. Sifat-sifat ini termasuk konsistensi (istiqomah), kerendahan hati (tawadhu), keikhlasan, integritas, dan sikap iḥsān (melakukan kebaikan). Kompetensi ini dimaksudkan bagi widyaiswara untuk mengembangkan karakter yang stabil, bijak, matang, dan otoritatif serta menjadi teladan bagi peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian pustaka. Sumber data diambil dari ayat-ayat Al-Quran yang berkaitan dengan pengembangan keterampilan lembut, didukung oleh interpretasi dari berbagai kitab tafsir yang mencakup gaya, periode, dan mazhab pemikiran.

Studi ini menemukan bahwa ada banyak cara yang dapat digunakan untuk membantu pengembangan kompetensi keterampilan lembut widyaiswara di Jakarta Training Center dari perspektif Al-Quran.Widyaiswara harus mengembangkan kompetensi mereka, terutama melalui konsistensi (istiqomah), kerendahan hati (tawadhu), keikhlasan, integritas, dan sikap iḥsān.Pengembangan karakter adalah usaha yang membutuhkan komitmen penuh.Beberapa cara untuk meningkatkan keterampilan lembut widyaiswara termasuk tadzkirah (pengingat), uswah hasanah (teladan), dan ihsan.Pengaturan harus dibuat untuk memastikan nilai-nilai ini tertanam dalam diri widyaiswara.

Penelitian lanjutan dapat menguji aplikasi nilai-nilai Al-Quran dalam pengembangan keterampilan lembut bagi profesion di sektor non-pendidikan, seperti birokrasi atau kesehatan. Studi lain perlu mengevaluasi dampak jangka panjang dari program tadzkirah dan uswah hasanah terhadap perubahan perilaku widyaiswara. Selain itu, penelitian bisa membandingkan strategi pengembangan keterampilan lembut berbasis Agama Islam dengan pendekatan filosofis Barat, khususnya dalam konteks organisasi yang heterogen secara budaya. Penting juga untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses terhadap materi pembelajaran karakter berbasis Al-Quran. Penelitian terkait bisa menjelaskan peran komunitas lokal dan keluarga dalam mendukung implementasi nilai-nilai tersebut di luar lingkungan kerja. Studi lanjut juga membantu mengidentifikasi hambatan budaya atau sosial yang mungkin muncul saat menanamkan nilai-nilai Al-Quran di kalangan generasi muda. Peneliti bisa pula memetakan kesenjangan antara prinsip Al-Quran dengan praktik kehidupan modern di masyarakat. Akhirnya, penelitian aplikatif bisa dikembangkan untuk menciptakan model pelatihan hibrida yang menggabungkan metode tradisional dan modern dalam pengembangan karakter.

Read online
File size470.07 KB
Pages17
Short Linkhttps://juris.id/p-3A0
DMCAReport

Related /

ads-block-test