UNDIKMAUNDIKMA

Journal of English Language TeachingJournal of English Language Teaching

Kompetensi komunikasi antarbudaya adalah atribut dan fenomena penting untuk menjaga harmoni dan rasa kosmopolitanisme dalam masyarakat yang beragam dan heterogen seperti Nepal. Penelitian ini mengeksplorasi persepsi guru prajabatan tentang pentingnya kompetensi komunikasi antarbudaya dan keterampilan abad ke-21 apa yang ditingkatkan oleh kompetensi komunikasi antarbudaya. Untuk menjawab pertanyaan penelitian, desain penelitian fenomenologis hermeneutik diadopsi untuk melakukan penelitian ini. Wawancara mendalam dilakukan sebagai alat untuk mengumpulkan pengalaman hidup peserta. Delapan guru prajabatan terpilih dari 4 strata: komunitas madheshi, komunitas etnis, komunitas tak tersentuh, dan komunitas brahmin sebagai peserta dalam penelitian ini. Temuan penelitian ini adalah menjaga perdamaian dan mempromosikan kohesi sosial, mengembangkan warga dunia, meresepkan ICC dalam kurikulum sekolah, memberkati ICC untuk masyarakat heterogen, mempromosikan ICC melalui bahasa Inggris dan bahasa Nepali, dan meningkatkan keterampilan abad ke-21 melalui ICC. Kompetensi komunikasi antarbudaya memainkan peran signifikan dalam mempromosikan peradaban manusia, kepercayaan diri, dan rasa keamanan dalam masyarakat.

Persepsi guru prajabatan tentang pentingnya kompetensi komunikasi antarbudaya adalah mengurangi kekerasan, perang, dan kesalahpahaman, mempromosikan kewarganegaraan global, meresepkan kompetensi komunikasi antarbudaya dalam kurikulum sekolah, ICC sebagai berkat untuk masyarakat heterogen, dan mempromosikan kesadaran kompetensi komunikasi antarbudaya melalui bahasa Inggris dan bahasa Nepali serta meningkatkan keterampilan abad ke-21 melalui ICC.Keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, teknologi komunikasi informasi (ICT), dan keterampilan pemecahan masalah dikembangkan melalui ICC.Kompetensi komunikasi antarbudaya sangat penting untuk menjaga perdamaian dalam masyarakat.ICC mengurangi kesalahpahaman dan salah tafsir karena budaya, bahasa, perilaku, dan artefak budaya yang beragam dalam masyarakat yang beragam.Selain itu, ini adalah komponen yang tidak dapat dihindari untuk diresepkan dalam kurikulum sekolah di negara seperti Nepal di mana orang multilingual, multikultural, dan multi-etnis telah tinggal.Dunia abad ke-21 telah berubah menjadi desa global sehingga ada rasa hormat dan pemahaman terhadap setiap budaya, bahasa, dan perilaku di dunia melalui filsafat dan ideologi kompetensi komunikasi antarbudaya.Ini dianggap sebagai salah satu keterampilan abad ke-21 tanpa yang mustahil untuk menjaga harmoni, persahabatan, perdamaian, dan keamanan dalam masyarakat.Kompetensi komunikasi antarbudaya dapat disebarkan ke setiap orang melalui berbagai jenis workshop dan konferensi dengan bantuan lembaga pemerintah, NGOS, dan INGOS di dalam dan luar negeri.

Saran penelitian lanjutan yang diusulkan berdasarkan judul, abstrak, dan kesimpulan adalah: . . 1. Mengembangkan penelitian yang menyelidiki dampak implementasi kompetensi komunikasi antarbudaya dalam kurikulum sekolah di Nepal, dengan fokus pada bagaimana ini dapat meningkatkan pemahaman dan toleransi antarkelompok etnis yang beragam. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana kompetensi komunikasi antarbudaya dapat menjadi katalisator untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan damai, serta bagaimana ini dapat mempengaruhi perkembangan sosial dan emosional siswa.. . 2. Melakukan studi komparatif antara negara-negara dengan tingkat kosmopolitanisme yang berbeda, seperti Nepal dan negara-negara tetangganya, untuk memahami bagaimana kompetensi komunikasi antarbudaya dapat berperan dalam mempromosikan perdamaian dan keterampilan abad ke-21. Penelitian ini dapat menganalisis faktor-faktor sosial, budaya, dan politik yang mempengaruhi implementasi dan keberhasilan kompetensi komunikasi antarbudaya dalam konteks yang berbeda.. . 3. Memeriksa peran bahasa Inggris sebagai bahasa global dalam memfasilitasi kompetensi komunikasi antarbudaya. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana bahasa Inggris dapat menjadi jembatan untuk mempromosikan pemahaman dan toleransi antarbangsa, serta bagaimana ini dapat meningkatkan keterampilan komunikasi dan keterampilan abad ke-21 di antara siswa dan guru. Penelitian ini juga dapat mengeksplorasi tantangan dan peluang yang terkait dengan penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam konteks pendidikan multikultural.

  1. (PDF) The Meaning and Theories of Intercultural Communication. meaning theories working paper available... researchgate.net/doi/10.13140/RG.2.2.14026.36806PDF The Meaning and Theories of Intercultural Communication meaning theories working paper available researchgate doi 10 13140 RG 2 2 14026 36806
  2. Dynamics of Cultural Diversity and Intercultural Communication in the Era of Multiculturalism and Cosmopolitanism... iprjb.org/journals/index.php/IJS/article/view/2325Dynamics of Cultural Diversity and Intercultural Communication in the Era of Multiculturalism and Cosmopolitanism iprjb journals index php IJS article view 2325
  3. Intercultural Approach to Language Teaching | Marsyangdi Journal. approach language teaching marsyangdi... doi.org/10.3126/mj.v4i1.67818Intercultural Approach to Language Teaching Marsyangdi Journal approach language teaching marsyangdi doi 10 3126 mj v4i1 67818
  4. | Journal of Intercultural Communication. journal open graph facebook linkedin twitter meta tags schema... doi.org/10.36923/jicc.v21i3.23Journal of Intercultural Communication journal open graph facebook linkedin twitter meta tags schema doi 10 36923 jicc v21i3 23
  5. The Requirements and Importance of Intercultural Communication Competence in the 21st Century - Abdul... journals.sagepub.com/doi/10.1177/21582440241243119The Requirements and Importance of Intercultural Communication Competence in the 21st Century Abdul journals sagepub doi 10 1177 21582440241243119
Read online
File size271.13 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test