STDIISSTDIIS
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat IslamiyahAl-Majaalis : Jurnal Dirasat IslamiyahPenelitian ini muncul karena kurangnya kajian mendalam tentang peran ilmiah variasi qirāʾāt (tafsīr ʿilmī) Al‑Quran, khususnya pada ayat kosmologis. Contohnya adalah pernyataan Allah Wa āyatun lahumu al‑laylu naslakhu minhu an‑nahār (Yā‑Sīn: 37) yang memiliki tiga qirāʾāt utama: naslakhu (qirāʾah al‑jumhūr), yuslakhu (qirāʾah Ibn ʿĀmir), dan taslakhu (qirāʾah Abī Jaʿfar). Penelitian ini bertujuan mengungkap makna semantik dan bayānī variasi bacaan tersebut serta mengaitkannya dengan fenomena ilmiah siklus siang‑malam modern. Metode yang dipakai bersifat kualitatif dengan penelitian pustaka, analisis komparatif tekstual terhadap teks qirāʾāt klasik, tafsir tradisional, serta literatur interpretasi ilmiah kontemporer. Temuan menunjukkan bahwa variasi bacaan memberikan lapisan makna yang saling melengkapi: naslakhu menekankan peran langsung Allah sebagai pengatur fenomena kosmik; yuslakhu menyoroti kekokohan dan keteraturan hukum alam; sementara taslakhu menyajikan ilustrasi visual dinamis yang menggambarkan malam secara aktif menutupi siang. Kontribusi penelitian ini ialah menunjukkan bahwa ilmu qirāʾāt tidak hanya melestarikan keautentikan teks, tetapi juga memperluas cakrawala tafsir ilmiah melalui perspektif teologis, linguistik, dan ilmiah yang terintegrasi.
Penelitian ini menunjukkan bahwa variasi qirāʾāt pada ayat Yā Sīn. 37 tidak sekadar perbedaan fonetik, melainkan mengandung implikasi semantik yang mendalam.bacaan kanonik (naslakhu) menegaskan agensi ilahi, bacaan Ibn ʿĀmir (yuslakhu) menekankan keteraturan kosmik, dan bacaan Abū Jaʿfar (taslakhu) menggambarkan citra visual dinamis.Ketiga bacaan tersebut bersama‑sama memperlihatkan kemampuan Al‑Quran untuk menyatukan dimensi teologis, ilmiah, dan retoris dalam suatu pandangan kosmik yang koheren.Dengan pendekatan ilmiah, temuan ini memperkaya interpretasi epistemologis dan menegaskan bahwa Al‑Quran tetap menjadi panduan integratif antara iman, akal, dan pemahaman ilmiah.
Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana variasi qirāʾāt memengaruhi persepsi umat Islam terhadap konsep ilmiah siklus siang‑malam melalui survei kualitatif lintas komunitas, sehingga memperjelas hubungan antara praktik bacaan dan pemahaman ilmiah. Selanjutnya, pendekatan komparatif dapat diperluas ke ayat‑ayat kosmologis lain dalam Al‑Quran untuk mengidentifikasi pola umum dalam penggunaan qirāʾāt yang menyokong penafsiran ilmiah, sehingga menguji apakah temuan pada Yā Sīn: 37 bersifat universal. Akhirnya, pemanfaatan teknik linguistik komputasional, seperti analisis korpus dan model semantik, dapat memetakan perbedaan makna antar‑bacaan secara kuantitatif dan mengkorelasikannya dengan data ilmiah modern, memberikan landasan metodologis yang lebih kuat bagi integrasi ilmu Quranik dan sains kontemporer.
- Trends in Islamic Revisionist Discourse on Qur'anic Studies (A Critical Analysis of John Wansbrough's... kawakib.ppj.unp.ac.id/index.php/kwkib/article/view/238Trends in Islamic Revisionist Discourse on Quranic Studies A Critical Analysis of John Wansbroughs kawakib ppj unp ac index php kwkib article view 238
- The Concept Of The Night And The Day In The Quran | JURNAL HURRIAH: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian.... doi.org/10.56806/jh.v4i3.153The Concept Of The Night And The Day In The Quran JURNAL HURRIAH Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian doi 10 56806 jh v4i3 153
- TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PENERJEMAHAN AL-QUR’AN PER KATA ONLINE | Al-Majaalis : Jurnal Dirasat... doi.org/10.37397/amj.v10i2.310TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PENERJEMAHAN AL QURAoAN PER KATA ONLINE Al Majaalis Jurnal Dirasat doi 10 37397 amj v10i2 310
- ANALISIS KOMPARATIF MODEL INTERPRETASI ISTILAH WARNA DALAM AL QUR’AN | Al-Majaalis : Jurnal Dirasat... ejournal.stdiis.ac.id/index.php/Al-Majalis/article/view/306ANALISIS KOMPARATIF MODEL INTERPRETASI ISTILAH WARNA DALAM AL QURAoAN Al Majaalis Jurnal Dirasat ejournal stdiis ac index php Al Majalis article view 306
| File size | 631.87 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
MAHADALYALFITHRAHMAHADALYALFITHRAH Ketiga, makan ḥalālan ṭayyiban ruh jiwa manusia diperoleh dengan melakukan al-tafakkur, al-istibṣār dan al-shuhūd al-Iyān. Keempat, dalam rangkaKetiga, makan ḥalālan ṭayyiban ruh jiwa manusia diperoleh dengan melakukan al-tafakkur, al-istibṣār dan al-shuhūd al-Iyān. Keempat, dalam rangka
IAINSORONGIAINSORONG Despite differences in epistemological and methodological approaches, the dialogue between Muslim and Western philosophers shows that the search for truthDespite differences in epistemological and methodological approaches, the dialogue between Muslim and Western philosophers shows that the search for truth
IAINSORONGIAINSORONG The results show that the integration of revelation and reason is the foundation for a scientific, religious, and humanistic exegetical paradigm. The noveltyThe results show that the integration of revelation and reason is the foundation for a scientific, religious, and humanistic exegetical paradigm. The novelty
STT TAWANGMANGUSTT TAWANGMANGU Remaja yang menerima dukungan iman secara simultan dari orang tua dan pembina remaja cenderung memiliki tingkat spiritualitas yang lebih tinggi. PenelitianRemaja yang menerima dukungan iman secara simultan dari orang tua dan pembina remaja cenderung memiliki tingkat spiritualitas yang lebih tinggi. Penelitian
STT TAWANGMANGUSTT TAWANGMANGU Oleh karena itu, integrasi ini tidak sekadar menjadi strategi intervensi, tetapi berfungsi sebagai kerangka pemulihan yang memulihkan anak secara utuh,Oleh karena itu, integrasi ini tidak sekadar menjadi strategi intervensi, tetapi berfungsi sebagai kerangka pemulihan yang memulihkan anak secara utuh,
STAITARUNASTAITARUNA Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekoteologi Nasaruddin Umar tidak hanya berfungsi sebagai refleksi teologis, tetapi juga sebagai model teologi kebijakanPenelitian ini menyimpulkan bahwa ekoteologi Nasaruddin Umar tidak hanya berfungsi sebagai refleksi teologis, tetapi juga sebagai model teologi kebijakan
IAIN GORONTALOIAIN GORONTALO Pembelajaran di abad modern dituntut untuk menyelaraskan dengan kemajuan digital yang terjadi, karena kebutuhan peserta didik di tengah kemajuan digitalPembelajaran di abad modern dituntut untuk menyelaraskan dengan kemajuan digital yang terjadi, karena kebutuhan peserta didik di tengah kemajuan digital
IAIN GORONTALOIAIN GORONTALO Hal ini menjadi fokus penelitian dalam penelitian ini dalam mengungkap pemikiran para tokoh pendidikan Islam kontemporer dalam rangka pengembangan kurikulumHal ini menjadi fokus penelitian dalam penelitian ini dalam mengungkap pemikiran para tokoh pendidikan Islam kontemporer dalam rangka pengembangan kurikulum
Useful /
IAIQHIAIQH Berbagai fenomena seperti kecanduan digital, FOMO, perilaku bermedia yang tidak etis, hingga polarisasi sosial akibat algoritma turut memperumit prosesBerbagai fenomena seperti kecanduan digital, FOMO, perilaku bermedia yang tidak etis, hingga polarisasi sosial akibat algoritma turut memperumit proses
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI ) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang berpotensi menjadi alternatif sumber karbohidrat. Seiring bertambahnya jumlah penduduk, permintaan terhadap) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang berpotensi menjadi alternatif sumber karbohidrat. Seiring bertambahnya jumlah penduduk, permintaan terhadap
PCRPCR Perkembangan pesat teknologi digital telah membawa perubahan mendasar dalam dunia bisnis, khususnya pada aspek pemasaran dan promosi produk. Kegiatan PengabdianPerkembangan pesat teknologi digital telah membawa perubahan mendasar dalam dunia bisnis, khususnya pada aspek pemasaran dan promosi produk. Kegiatan Pengabdian
STIM LPISTIM LPI Pelaksanaan Pengembangan Profesional Berkualitas di Praktik Bidan Widiarti Kiangroke telah berjalan dengan baik dan memberikan kontribusi terhadap peningkatanPelaksanaan Pengembangan Profesional Berkualitas di Praktik Bidan Widiarti Kiangroke telah berjalan dengan baik dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan