MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI

BULLET : Jurnal Multidisiplin IlmuBULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu

Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang berpotensi menjadi alternatif sumber karbohidrat. Seiring bertambahnya jumlah penduduk, permintaan terhadap kentang terus meningkat; namun demikian, pertumbuhan dan produktivitasnya sering terhambat oleh kondisi lingkungan yang kurang mendukung, terutama cekaman kekeringan. Polyethylene Glycol (PEG) merupakan senyawa osmotikum yang umum digunakan untuk mensimulasikan cekaman kekeringan pada tanaman secara in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PEG 6000 serta menentukan konsentrasi PEG yang masih toleran bagi pertumbuhan planlet kentang pada kondisi cekaman kekeringan in vitro.

Pemberian PEG 6000 pada berbagai konsentrasi berpengaruh nyata terhadap persentase planlet hidup, tinggi planlet, dan indeks stomata, di mana seluruh parameter menunjukkan penurunan seiring meningkatnya konsentrasi PEG.Berdasarkan hasil penelitian, konsentrasi PEG 6000 yang masih toleran untuk seleksi cekaman kekeringan pada planlet kentang secara in vitro adalah konsentrasi 15%.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih lanjut tentang mekanisme adaptasi planlet kentang terhadap cekaman kekeringan yang ditimbulkan oleh PEG. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengaruh konsentrasi PEG yang lebih tinggi terhadap pertumbuhan dan perkembangan planlet kentang, serta bagaimana hal ini dapat mempengaruhi produktivitas tanaman kentang secara keseluruhan. Terakhir, studi tentang pengaruh PEG pada berbagai varietas kentang dapat memberikan wawasan lebih mendalam tentang toleransi tanaman terhadap cekaman kekeringan.

Read online
File size414.76 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test