LPPPIPUBLISHINGLPPPIPUBLISHING
International Journal Of Education, Social Studies, And Management (IJESSM)International Journal Of Education, Social Studies, And Management (IJESSM)Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar memegang peran penting dalam membentuk karakter, pengetahuan, dan keterampilan sosial siswa sejak usia dini. Artikel ini mengkaji landasan filosofis, sosiologis, pedagogis, dan psikologis yang mendasari ruang lingkup serta tujuan pengembangan IPS di sekolah dasar melalui tinjauan pustaka. Penelitian ini dilakukan dengan meninjau 20 sumber akademik terkini (2020–2025) yang relevan dengan pendidikan IPS sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa landasan filosofis menentukan ruang lingkup dan tujuan yang tepat melalui aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Landasan sosiologis menyoroti hubungan antara kurikulum IPS dengan dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat. Landasan pedagogis berfokus pada strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik perkembangan siswa. Landasan psikologis memastikan bahwa pembelajaran selaras dengan perkembangan kognitif, afektif, dan sosio-emosional anak. Temuan-temuan ini menekankan pentingnya pendekatan komprehensif berdasarkan keempat landasan pendidikan untuk mewujudkan pembelajaran IPS yang kontekstual dan bermakna guna mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional.
Pendidikan IPS di sekolah dasar Indonesia harus dibangun di atas empat landasan utama.Landasan-landasan ini secara kolektif membimbing ruang lingkup, tujuan, relevansi materi dengan konteks sosial dan karakteristik siswa, serta efektivitas pembelajaran dalam membentuk pengetahuan, nilai, dan karakter positif.Dengan demikian, penggabungan keempat landasan ini menjadi krusial untuk pengembangan kurikulum dan praktik pembelajaran IPS yang komprehensif guna mencapai tujuan pendidikan nasional.
Mengingat bahwa penelitian ini merupakan tinjauan pustaka yang membangun kerangka teoretis mengenai landasan IPS di sekolah dasar, penelitian lanjutan dapat berfokus pada studi empiris yang menguji implementasi konsep-konsep ini dalam praktik nyata. Misalnya, sebuah studi dapat menyelidiki bagaimana landasan filosofis, sosiologis, pedagogis, dan psikologis benar-benar diterapkan oleh para guru IPS di berbagai wilayah di Indonesia, serta tantangan dan keberhasilan spesifik yang mereka alami di kelas. Penelitian ini bisa menggunakan metode kualitatif melalui observasi dan wawancara mendalam untuk memahami dinamika kelas dan persepsi guru. Lebih lanjut, penting untuk mengeksplorasi sejauh mana penerapan pendekatan berbasis empat landasan pendidikan ini secara komprehensif berkorelasi dengan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep IPS, pengembangan karakter siswa, dan penguasaan keterampilan sosial mereka, dibandingkan dengan metode pengajaran IPS yang lebih konvensional. Hal ini dapat dilakukan melalui studi komparatif atau eksperimen quasi-eksperimen. Terakhir, untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik, penelitian dapat mengidentifikasi atau mengembangkan model pelatihan guru IPS yang paling efektif. Model pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan guru sekolah dasar dalam mengintegrasikan keempat landasan tersebut secara holistik ke dalam desain dan pelaksanaan pembelajaran IPS, khususnya dalam kerangka Kurikulum Merdeka yang menekankan kontekstualisasi dan relevansi pembelajaran. Ini akan memastikan bahwa kerangka teoretis yang kuat dapat diterjemahkan menjadi praktik pedagogis yang transformatif.
- Integrasi Pembelajaran IPS pada Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar | AR-RIAYAH: Jurnal Pendidikan Dasar.... doi.org/10.29240/jpd.v4i1.1572Integrasi Pembelajaran IPS pada Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar AR RIAYAH Jurnal Pendidikan Dasar doi 10 29240 jpd v4i1 1572
- An Error Analysis Of Simple Future Tense Usage In The Writings Of Sixth-Grade Elementary School Students:... doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.1223An Error Analysis Of Simple Future Tense Usage In The Writings Of Sixth Grade Elementary School Students doi 10 31004 jerkin v3i4 1223
| File size | 241.4 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UNESAUNESA Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Lamongan dengan menggunakan kelas X-8 sebanyak 38 peserta didik sebagai objek penelitian. Dalam penelitian iniPenelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Lamongan dengan menggunakan kelas X-8 sebanyak 38 peserta didik sebagai objek penelitian. Dalam penelitian ini
AMORFATIAMORFATI Integrasi teknologi dalam pembelajaran fiqih di madrasah salafiyah menghadapi tantangan antara mempertahankan nilai-nilai tradisional dan mengadopsi mediaIntegrasi teknologi dalam pembelajaran fiqih di madrasah salafiyah menghadapi tantangan antara mempertahankan nilai-nilai tradisional dan mengadopsi media
UNESAUNESA Hasil wawancara menunjukkan bahwa SMPN 1 Maduran telah melaksanakan Kurikulum Merdeka melalui skema Mandiri Belajar, Mandiri Berbagi, dan Mandiri Berubah.Hasil wawancara menunjukkan bahwa SMPN 1 Maduran telah melaksanakan Kurikulum Merdeka melalui skema Mandiri Belajar, Mandiri Berbagi, dan Mandiri Berubah.
STTMWCSTTMWC Populasi penelitian adalah guru-guru Sekolah Minggu GBI Medan Plaza. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket sebanyak 182 sampel, dengan 30Populasi penelitian adalah guru-guru Sekolah Minggu GBI Medan Plaza. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket sebanyak 182 sampel, dengan 30
LAAROIBALAAROIBA KoeVisien korelasi Spearman digunakan untuk menilai kekuatan variabel pelaksanaan dan dampak kampus merdeka bagi kalangan civitas akademik Institut AgamaKoeVisien korelasi Spearman digunakan untuk menilai kekuatan variabel pelaksanaan dan dampak kampus merdeka bagi kalangan civitas akademik Institut Agama
IICETIICET Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Data penelitian ini diperoleh dengan observasi partisipasi pada 4 sekolah swastaMetode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Data penelitian ini diperoleh dengan observasi partisipasi pada 4 sekolah swasta
UNNESUNNES Seorang guru memerlukan work engagement yang tinggi agar segala tugas tersebut dapat dijalankan dengan baik. Hasil studi awal ditemukan bahwa sebagianSeorang guru memerlukan work engagement yang tinggi agar segala tugas tersebut dapat dijalankan dengan baik. Hasil studi awal ditemukan bahwa sebagian
UnwahasUnwahas Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keterampilan manajerial kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja guru. Hasil pengujianHasil penelitian menunjukkan bahwa Keterampilan manajerial kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja guru. Hasil pengujian
Useful /
LPPPIPUBLISHINGLPPPIPUBLISHING Sebaliknya, stres kerja memiliki dampak negatif dan signifikan (β = -0,551; Sig. = 0,000), yang berarti peningkatan stres menurunkan kinerja. Secara bersamaan,Sebaliknya, stres kerja memiliki dampak negatif dan signifikan (β = -0,551; Sig. = 0,000), yang berarti peningkatan stres menurunkan kinerja. Secara bersamaan,
LPPPIPUBLISHINGLPPPIPUBLISHING Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan kerja karyawan dan tunjangan kesejahteraan terhadap kinerja karyawan di PT. Wongso NusantaraPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan kerja karyawan dan tunjangan kesejahteraan terhadap kinerja karyawan di PT. Wongso Nusantara
UNIVMEDUNIVMED Latar belakang: Pilihan gaya hidup dan paparan lingkungan terhadap bahan tertentu telah dilaporkan mengubah distribusi elektrolit kunci dalam darah danLatar belakang: Pilihan gaya hidup dan paparan lingkungan terhadap bahan tertentu telah dilaporkan mengubah distribusi elektrolit kunci dalam darah dan
STTMWCSTTMWC Tujuan riset ini adalah untuk memahami apa yang dimaksud Paulus dengan ajaran lain dan apa implikasinya dalam mengajarkan ajaran yang sehat bagi gerejaTujuan riset ini adalah untuk memahami apa yang dimaksud Paulus dengan ajaran lain dan apa implikasinya dalam mengajarkan ajaran yang sehat bagi gereja