STTMWCSTTMWC

HAGGADAH: Jurnal Teologi dan Pendidikan KristenHAGGADAH: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi guru Sekolah Minggu dan pelatihan guru sekolah minggu terhadap kualitas pelayanan guru sekolah minggu. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif asosiatif, dengan jenis penelitian survei berbentuk korelasi atau pengaruh antar variabel. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis yang menyatakan pengaruh antar variabel bebas dengan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah motivasi pelayanan (X1) dan pelatihan guru sekolah minggu (X2), serta variabel terikatnya adalah kualitas pelayanan (Y). Populasi penelitian adalah guru-guru Sekolah Minggu GBI Medan Plaza. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket sebanyak 182 sampel, dengan 30 sampel untuk uji coba validasi dan 152 sampel disebarkan kepada guru-guru di GBI Medan Plaza sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel motivasi pelayanan (X1) terhadap kualitas pelayanan (Y) di GBI Medan Plaza, namun terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel pelatihan guru sekolah minggu (X2) dengan kualitas pelayanan (Y). Kontribusi variabel motivasi pelayanan (X1) dan pelatihan guru (X2) terhadap kualitas pelayanan (Y) adalah sebesar 16%, sedangkan sisanya (84%) dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa motivasi pelayanan dan pelatihan guru Sekolah Minggu memiliki hubungan atau pengaruh yang tidak signifikan terhadap kualitas pelayanan.Para guru-guru sekolah minggu perlu menyikapi dengan serius mengenai motivasi dan pelatihan, agar kualitas pelayanan dapat ditingkatkan.Berdasarkan hasil pengolahan data, 16% faktor motivasi pelayanan dan pelatihan guru-guru Sekolah Minggu berkontribusi terhadap kualitas pelayanan, yang menunjukkan hubungan yang rendah.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi kualitas pelayanan guru Sekolah Minggu, mengingat bahwa 84% varians kualitas pelayanan tidak dijelaskan oleh motivasi dan pelatihan. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami secara komprehensif pengalaman dan persepsi guru Sekolah Minggu mengenai motivasi, pelatihan, dan tantangan yang mereka hadapi dalam pelayanan. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pelatihan yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan guru Sekolah Minggu, dengan mempertimbangkan karakteristik unik dan konteks pelayanan mereka. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis bagi lembaga gereja dan organisasi terkait dalam meningkatkan kualitas pelayanan guru Sekolah Minggu, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan rohani anak-anak dan remaja. Penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi pengaruh gaya kepemimpinan dalam komisi anak terhadap motivasi guru Sekolah Minggu, serta bagaimana kepemimpinan yang transformasional dapat mendorong peningkatan kualitas pelayanan. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki peran dukungan sosial dari gereja dan keluarga terhadap kesejahteraan guru Sekolah Minggu, dan bagaimana dukungan tersebut dapat meningkatkan motivasi dan kinerja mereka.

Read online
File size547.6 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test