AMORFATIAMORFATI

International Journal of Post Axial: Futuristic Teaching and LearningInternational Journal of Post Axial: Futuristic Teaching and Learning

Integrasi teknologi dalam pembelajaran fiqih di madrasah salafiyah menghadapi tantangan antara mempertahankan nilai-nilai tradisional dan mengadopsi media pembelajaran modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru dan siswa terhadap penggunaan media video animasi dalam pembelajaran fiqih di Madrasah Salafiyah Wustha Mahad Baitul Muhsinin Medari Sleman. Penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan 1 guru fiqih dan 3 siswa kelas VIII. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Persepsi guru menunjukkan bahwa video animasi sangat membantu memvisualisasikan materi kompleks seperti ibadah haji dan zakat, meningkatkan motivasi belajar siswa, dan selaras dengan nilai-nilai pesantren. Siswa merespons secara positif dengan antusiasme tinggi, pemahaman yang lebih baik, dan peningkatan daya ingat materi. Faktor pendukung termasuk infrastruktur yang memadai dan dukungan manajemen, sementara hambatan termasuk peralatan yang terbatas dan persiapan yang membutuhkan waktu ekstra. Media video animasi secara efektif meningkatkan kualitas pembelajaran fiqih di madrasah salafiyah sambil mempertahankan nilai-nilai pesantren tradisional.

Berdasarkan temuan penelitian, dapat ditarik beberapa kesimpulan.Pertama, guru menunjukkan persepsi yang sangat positif terhadap media video animasi, menganggapnya sebagai alat yang efektif untuk memvisualisasikan materi fiqih yang kompleks, meningkatkan motivasi siswa, dan selaras dengan nilai-nilai pesantren.Kedua, siswa juga menunjukkan respons positif yang konsisten, ditandai dengan antusiasme tinggi, pemahaman yang lebih baik, dan peningkatan daya ingat materi.Ketiga, faktor pendukung termasuk infrastruktur teknologi yang memadai, dukungan kelembagaan yang kuat, dan kesesuaian materi fiqih untuk pembelajaran visual, sementara faktor penghambat melibatkan keterbatasan perangkat, waktu persiapan yang lama, dan infrastruktur fisik yang kurang optimal.Terakhir, media video animasi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual, meningkatkan partisipasi aktif, dan memfasilitasi transfer pembelajaran dari teori ke praktik.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian eksperimen untuk mengukur dampak kuantitatif media video animasi terhadap hasil belajar, dengan mempertimbangkan variabel moderasi seperti gaya belajar siswa dan karakteristik materi pembelajaran. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model integrasi teknologi yang spesifik untuk lembaga pendidikan Islam tradisional, dengan melibatkan partisipasi aktif dari guru, siswa, dan pemangku kepentingan lainnya. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana media video animasi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah pada siswa, serta bagaimana hal ini dapat berkontribusi pada pengembangan karakter yang berakhlak mulia dan berwawasan luas. Dengan demikian, penelitian lanjutan diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran fiqih dan relevansi pendidikan Islam di era digital.

Read online
File size408.53 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test