IICETIICET

JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia)JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia)

Penelitian ini didasari dari masih rendahnya kesadaran dan pengetahuan guru tentang merdeka belajar disebagian besar SMA/SMK Kota Batam yang mengakibatkan guru menerjemahkan merdeka belajar sebagai proses belajar sesuka siswa dan sesuka guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengetahuan dasar merdeka belajar guru SMA/SMK. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Data penelitian ini diperoleh dengan observasi partisipasi pada 4 sekolah swasta dan 2 sekolah negeri, sedangkan metode observasi non partisipasi dilaksanakan pada 2 sekolah swasta dan 4 sekolah negeri. Data yang diperoleh adalah data primer dari hasil observasi, sedangkan data sekunder didapat dari data dinas pendidikan terkait pelaksanaan platform merdeka mengajar yang ada di sekolah menengah di Kota Batam. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa ada kesalahan pemahaman guru pada prinsip terpenting merdeka belajar, yang mengakibatkan gagalnya memaknai dan menjalankan merdeka belajar secara utuh, adapun prinsip yang belum tersentuh dengan baik tersebut adalah pertama gagal memaknai tujuan dan posisi guru dalam pandangan filosofi ki hajar dewantara, kedua belum duduknya konsep tentang kesepakatan kelas yang menyebabkan kesepakatan hanya sebagai seremonial secara utuh biasa, ketiga belum memaknainya diferensiasi belajar mengakibatkan guru semakin bingung, terakhir belum adanya pengetahuan menyeluruh tentang batasan merdeka belajar.

Meskipun guru di SMA/SMK Kota Batam telah memahami secara umum konsep merdeka belajar, masih terdapat kesalahpahaman signifikan terkait peran dan tujuan guru sebagaimana dipaparkan dalam filosofi Ki Hajar Dewantara.Selain itu, kurangnya penerapan konsep kesepakatan kelas yang tepat serta pemahaman menyeluruh tentang diferensiasi belajar menyebabkan kebingungan di kalangan guru.Terakhir, guru belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai batasan-batasan pelaksanaan merdeka belajar, sehingga implementasinya belum optimal.

Penelitian selanjutnya dapat menguji secara kuantitatif tingkat pemahaman guru tentang merdeka belajar di berbagai daerah Indonesia untuk mengidentifikasi perbedaan regional dan faktor‑faktor yang memengaruhi pemahaman tersebut; selanjutnya, sebuah program pelatihan berbasis filosofi Ki Hajar Dewantara dapat dirancang dan dievaluasi untuk meningkatkan penerapan kesepakatan kelas yang efektif serta praktik diferensiasi belajar yang sesuai, sehingga dapat mengurangi kebingungan guru dalam pelaksanaan; akhirnya, studi campuran (mixed‑methods) dapat meneliti dampak pedoman batasan merdeka belajar yang lebih jelas terhadap pencapaian kompetensi siswa, mengaitkan persepsi guru, praktik kelas, dan hasil belajar siswa secara holistik.

Read online
File size597.28 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test