AMIKVETERANAMIKVETERAN
Jurnal Pendidikan, Bahasa dan BudayaJurnal Pendidikan, Bahasa dan BudayaDisleksia bukanlah suatu gangguan yang terjadi karena ketidakmampuan fisik seseorang melainkan mengacu pada otak yang berfungsi sebagai pemprosesan dan pengolah, dengan kata lain disleksia merupakan suatu gangguan saraf yang berguna dalam pemprosesan bahasa yang membuat penderitanya kesulitan di dalam mengidetifikasi kata-kata, sehingga dapat mengakibatkan penderitanya kesulitan di dalam berbahasa salah satunya yaitu membaca. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi dan juga mendeskripsikan penanganan serta strategi yang cocok diterapkan oleh pendidik dalam membantu peserta didik disleksia yang kesulitan membaca dengan fokus utama dari tulisan ini adalah untuk memberikan strategi penanganan anak‑anak yang kesulitan untuk membaca permulaan dengan gejala yang biasa terjadi yaitu penderitanya akan lambat dan ragu‑ragu dalam berbicara, serta kesulitan dalam memilih kata yang cocok untuk mengemukakan maksud yang ingin disampaikannnya, sehingga di gunakanlah metode eja sebagai strategi dalam mengatasinya, yang merupakan suatu cara belajar membaca yang dimulai dari mengeja huruf demi huruf. Strategi dengan menggunakan metode eja ini memang sudah yang paling cocok digunakan, terbukti dari pengalaman beberapa orang yang sudah pernah menangani anak disleksia dan juga penelitian‑penelitian terdahulu yang memaparkan perbandingan antara sebelum dan juga setelah menerapkan metode ini, dan di dapatkan hasil bahwasannya terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik yang cukup signifikan setelah menerapkan metode eja ini.
Metode eja terbukti efektif dalam mengatasi kesulitan membaca permulaan pada anak disleksia, menghasilkan peningkatan signifikan kemampuan membaca setelah penerapan.Keberhasilan metode ini menuntut keterlibatan langsung pendidik dengan kesabaran, menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan mendukung.Penggunaan tambahan seperti aplikasi Word Wall dapat meningkatkan motivasi belajar dan mencegah kebosanan selama proses intervensi.
Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas integrasi metode eja dengan platform digital gamifikasi dalam meningkatkan kemampuan membaca anak disleksia pada kelas I‑II SD, dengan mengukur kemajuan literasi selama satu tahun penuh. Selanjutnya, studi longitudinal dapat meneliti dampak program pelatihan orang tua dini dalam mendeteksi dan memberikan dukungan terhadap gejala disleksia, serta hubungannya dengan prestasi akademik anak selama dua tahun. Selain itu, penelitian dapat mengembangkan model pelatihan profesional guru yang memanfaatkan alat penilaian neuro‑edukatif untuk mengidentifikasi profil disleksia secara lebih tepat dan menyesuaikan intervensi eja secara individual, kemudian menilai efektivitasnya terhadap peningkatan keterampilan membaca dan motivasi belajar siswa.
- Meningkatkan Kemampuan Guru pada Pembelajaran Membaca Anak Disleksia | Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus.... doi.org/10.24036/jpkk.v2i2.516Meningkatkan Kemampuan Guru pada Pembelajaran Membaca Anak Disleksia Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus doi 10 24036 jpkk v2i2 516
- Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Disleksia Dengan Metode Multisensori Di Sekolah Dasar | Jurnal Basicedu.... doi.org/10.31004/basicedu.v5i4.1055Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Disleksia Dengan Metode Multisensori Di Sekolah Dasar Jurnal Basicedu doi 10 31004 basicedu v5i4 1055
- Strategi Mengatasi Kesulitan Membaca Permulaan pada Anak Disleksia di Sekolah Dasar | Jurnal Pendidikan,... doi.org/10.55606/jpbb.v4i1.5666Strategi Mengatasi Kesulitan Membaca Permulaan pada Anak Disleksia di Sekolah Dasar Jurnal Pendidikan doi 10 55606 jpbb v4i1 5666
| File size | 912.53 KB |
| Pages | 11 |
| Short Link | https://juris.id/p-3gb |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
UINSYAHADAUINSYAHADA Hasil Penelitian ini ialah faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan siswa dalam pembelajaran IPA di kelas V SDN 8 Limboto Kabupaten Gorontalo yaitu terdapatHasil Penelitian ini ialah faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan siswa dalam pembelajaran IPA di kelas V SDN 8 Limboto Kabupaten Gorontalo yaitu terdapat
UINSYAHADAUINSYAHADA Berdasarkan observasi awal yang peneliti dapati, hasil belajar siswa kelas V di SDN 10 Limboto, pada pembelajaran IPA sangat rendah, di mana kriteria ketuntasanBerdasarkan observasi awal yang peneliti dapati, hasil belajar siswa kelas V di SDN 10 Limboto, pada pembelajaran IPA sangat rendah, di mana kriteria ketuntasan
UINSYAHADAUINSYAHADA Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui kompetensi pedagogik guru dan mengetahui penerapan kompetensi pedagogik guru dalam kurikulum merdeka belajarTujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui kompetensi pedagogik guru dan mengetahui penerapan kompetensi pedagogik guru dalam kurikulum merdeka belajar
UINSYAHADAUINSYAHADA Tahapan penelitian memiliki empat model yaitu: Persiapan, pelaksanaan tindakan, pemantauan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan mediaTahapan penelitian memiliki empat model yaitu: Persiapan, pelaksanaan tindakan, pemantauan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan media
UINSYAHADAUINSYAHADA Strategi yang urgen dalam menanamkan nilai karakter adalah melalui keteladanan, pembiasaan, pengkondisian lingkungan, dan kegiatan terprogram. Dengan implementasiStrategi yang urgen dalam menanamkan nilai karakter adalah melalui keteladanan, pembiasaan, pengkondisian lingkungan, dan kegiatan terprogram. Dengan implementasi
UINSYAHADAUINSYAHADA Hal ini terlihat dari peningkatan presentase ketuntasan dari 20% (pre-siklus), 33% (siklus I), hingga 80% (siklus II). Pemilihan model pembelajaran yangHal ini terlihat dari peningkatan presentase ketuntasan dari 20% (pre-siklus), 33% (siklus I), hingga 80% (siklus II). Pemilihan model pembelajaran yang
UINSYAHADAUINSYAHADA Hasil validasi dari ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media menunjukkan kelayakan dari segi isi, tampilan, dan kegunaan. Uji coba terbatas pada siswaHasil validasi dari ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media menunjukkan kelayakan dari segi isi, tampilan, dan kegunaan. Uji coba terbatas pada siswa
UINSYAHADAUINSYAHADA Riset ini mengadopsi pendekatan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang berlandaskan model yang dikembangkan oleh Kemmis dan McTaggart.Riset ini mengadopsi pendekatan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang berlandaskan model yang dikembangkan oleh Kemmis dan McTaggart.
Useful /
UNUSUUNUSU Metode penelitian deskriptif dengan sampel 259 responden menggunakan teknik accidental sampling. Hasil menunjukkan 61,4% mengalami peningkatan berat badanMetode penelitian deskriptif dengan sampel 259 responden menggunakan teknik accidental sampling. Hasil menunjukkan 61,4% mengalami peningkatan berat badan
ITENASITENAS Salah satunya disebabkan oleh kepemilikan lahan yang tidak jelas. Maka dari itu, diperlukanlah strategi yang tepat untuk mewujudkan tindakan reklamasiSalah satunya disebabkan oleh kepemilikan lahan yang tidak jelas. Maka dari itu, diperlukanlah strategi yang tepat untuk mewujudkan tindakan reklamasi
UMMAUMMA Nilai posttest siswa kelas XI MIPA 1 memperoleh skor tertinggi 95, skor terendah 75, dan skor rata-rata 88,46 dengan standar deviasi 6,445. Hasil penelitianNilai posttest siswa kelas XI MIPA 1 memperoleh skor tertinggi 95, skor terendah 75, dan skor rata-rata 88,46 dengan standar deviasi 6,445. Hasil penelitian
PARAMADINAPARAMADINA Tingkat kecemasan subyek diukur melalui Social Anxiety Scale for Adolescent (SAS-A) yang telah diadaptasi oleh Oktarani (2014) ke dalam bahasa Indonesia.Tingkat kecemasan subyek diukur melalui Social Anxiety Scale for Adolescent (SAS-A) yang telah diadaptasi oleh Oktarani (2014) ke dalam bahasa Indonesia.