AMSIRAMSIR
Jurnal Litigasi AmsirJurnal Litigasi AmsirPenelitian ini bertujuan untuk menentukan posisi keterangan saksi korban dalam pembuktian Tindak Kekerasan Seksual berdasarkan Undang-Undang No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Kekerasan Seksual, serta mengidentifikasi kualifikasi bukti sah dalam pembuktian Tindak Kekerasan Seksual berdasarkan Undang-Undang tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif dengan metode perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi keterangan saksi korban dalam pembuktian tindak kekerasan seksual diatur dalam Pasal 25 (ayat 1). Kualifikasi bukti sah dalam pembuktian tindak kekerasan seksual juga diatur dalam Pasal 24 (ayat 1) Undang-Undang No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Kekerasan Seksual.
Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa kedudukan keterangan saksi korban dalam pembuktian tindak pidana kekerasan seksual terdapat dalam Pasal 25 (ayat 1).Kualifikasi alat bukti yang sah dalam pembuktian tindak pidana kekerasan seksual juga terdapat pada Pasal 24 (ayat 1) sebagaimana telah diatur dalam Undang-Undang No.12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dengan undang-undang serupa di negara lain, khususnya dalam hal kualifikasi bukti sah dan kedudukan keterangan saksi korban. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada tantangan dan hambatan dalam penerapan undang-undang tersebut dalam praktik peradilan, serta strategi untuk meningkatkan efektivitas pembuktian kasus kekerasan seksual.
| File size | 298.68 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
STTABSTTAB Hasil kajian menemukan jawaban atas pertanyaan penelitian, yaitu penelitian-penelitian sebelumnya lebih dominan membahas kewirausahaan misi hanya sebagaiHasil kajian menemukan jawaban atas pertanyaan penelitian, yaitu penelitian-penelitian sebelumnya lebih dominan membahas kewirausahaan misi hanya sebagai
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Kejahatan pencabulan sesama jenis yang dilakukan oleh oknum pendamping Paskibraka terhadap anak disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penyimpanganKejahatan pencabulan sesama jenis yang dilakukan oleh oknum pendamping Paskibraka terhadap anak disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penyimpangan
STIAPEMBANGUNANPALUSTIAPEMBANGUNANPALU Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan dan analisis data dilakukan pada Juni sampai dengan Agustus 2025 di KolakaMetode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan dan analisis data dilakukan pada Juni sampai dengan Agustus 2025 di Kolaka
MEJAILMIAHMEJAILMIAH Kekerasan seksual terhadap anak merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang serius dengan dampak jangka panjang. Di era digital, media sosial memainkanKekerasan seksual terhadap anak merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang serius dengan dampak jangka panjang. Di era digital, media sosial memainkan
STAIMUTTAQIENSTAIMUTTAQIEN Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) Republik Indonesia mencatat dominansi kekerasan seksual sebesar 34,8 persenKementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) Republik Indonesia mencatat dominansi kekerasan seksual sebesar 34,8 persen
UMAUMA Korban kekerasan seksual didominasi oleh perempuan, kekerasan seksual paling banyak terjadi dalam bentuk verbal dan fisik, Kekerasan seksual paling banyakKorban kekerasan seksual didominasi oleh perempuan, kekerasan seksual paling banyak terjadi dalam bentuk verbal dan fisik, Kekerasan seksual paling banyak
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Jenis penelitian adalahPre- Experimental Design dengan rancangan yang digunakanya itu One-Group Pretest-Posttest menggunakan purposive sampling. JumlahJenis penelitian adalahPre- Experimental Design dengan rancangan yang digunakanya itu One-Group Pretest-Posttest menggunakan purposive sampling. Jumlah
UMSBUMSB Penelitian ini dilakukan metode deskriptif. Alat yang digunakan adalah wawancara dan pemberian kuesioner dengan populasi orang tua di RT 1-4 yang memilikiPenelitian ini dilakukan metode deskriptif. Alat yang digunakan adalah wawancara dan pemberian kuesioner dengan populasi orang tua di RT 1-4 yang memiliki
Useful /
PDGIPDGI Pasien dengan durasi penyakit lebih dari 5 tahun menunjukkan penurunan ketebalan kortikal mandibula dibandingkan pasien dengan durasi penyakit ≤ 5 tahun.Pasien dengan durasi penyakit lebih dari 5 tahun menunjukkan penurunan ketebalan kortikal mandibula dibandingkan pasien dengan durasi penyakit ≤ 5 tahun.
PDGIPDGI Melalui radiografi panoramik, dapat ditentukan perbedaan MI antara daerah dentate dan edentulous pada wanita. Kehilangan gigi pada wanita dapat menyebabkanMelalui radiografi panoramik, dapat ditentukan perbedaan MI antara daerah dentate dan edentulous pada wanita. Kehilangan gigi pada wanita dapat menyebabkan
PDGIPDGI Sebelum bedah, dilakukan pemeriksaan rontgen dan laboratorium darah. Bedah flap dilakukan dengan insisi internal bevel, sulcular, dan horizontal, membersihkanSebelum bedah, dilakukan pemeriksaan rontgen dan laboratorium darah. Bedah flap dilakukan dengan insisi internal bevel, sulcular, dan horizontal, membersihkan
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Desain penelitian yang digunakan adalah one-group pre-post test design. Jumlah sampel sebanyak 44 orang yang dipilih dengan teknik quota sampling. PenelitianDesain penelitian yang digunakan adalah one-group pre-post test design. Jumlah sampel sebanyak 44 orang yang dipilih dengan teknik quota sampling. Penelitian