STT TAWANGMANGUSTT TAWANGMANGU

FIDEIFIDEI

Tradisi Hopong Ngae di Jemaat GMIT Sonaf Neka-Huilelot, Pulau Semau, berperan penting dalam memperkuat solidaritas sosial dan spiritual jemaat. Penelitian ini menelaah makna solidaritas, keberlangsungan tradisi di tengah modernisasi, serta kaitannya dengan aktualisasi iman Kristen dalam budaya lokal. Metode yang digunakan ialah pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam dan survei jemaat, dipadukan dengan analisis kuantitatif sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hopong Ngae mempererat relasi warga jemaat, menjadi ungkapan syukur atas berkat Tuhan menjelang panen, sekaligus sarana pelestarian budaya. Dalam perspektif Durkheim, tradisi ini merepresentasikan solidaritas mekanik yang mengikat anggota jemaat melalui nilai dan tujuan bersama. Refleksi teologis menegaskan bahwa Hopong Ngae dapat menjadi medium kontekstualisasi iman Kristen dalam kehidupan agraris jemaat. Namun, tantangan muncul berupa minimnya keterlibatan generasi muda dan pengaruh globalisasi. Salah satu solusi ialah memberdayakan kaum muda melalui pemanfaatan teknologi digital untuk menghasilkan konten kreatif di media sosial.

Tradisi Hopong Ngae di Jemaat GMIT Sonaf Neka Huilelot berperan penting dalam mempererat hubungan sosial antarwarga jemaat dan memperkuat solidaritas sosial dalam konteks budaya lokal.Tradisi ini mencerminkan semangat gotong royong, kebersamaan, dan solidaritas yang mendalam, yang tidak hanya mengikat jemaat secara sosial tetapi juga secara spiritual.Praktik doa bersama dan makan bersama dalam Hopong Ngae memperkuat kesatuan iman dan memberikan makna lebih dalam bagi kehidupan berjemaat.Untuk memastikan keberlanjutan tradisi ini di masa depan, tantangan seperti keterlibatan generasi muda dan pengaruh modernisasi perlu diatasi dengan adaptasi termasuk memanfaatkan teknologi guna mempertahankan relevansi tradisi ini.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana keterlibatan generasi muda dalam kebudayaan lokal seperti Hopong Ngae dapat ditingkatkan melalui pendekatan edukasi dan media digital yang relevan dengan pola hidup mereka. Selain itu, perlu diteliti lebih mendalam dampak perubahan sosial dan modernisasi terhadap inti makna tradisi lokal, terutama dalam konteks identitas komunitas agraris. Arah studi lainnya meliputi penelitian tentang peran tokoh masyarakat setempat dalam mempertahankan nilai-nilai budaya melalui ritual tradisional, serta kajian komparatif antara praktik Hopong Ngae dengan tradisi serupa di daerah lain untuk mencari elemen-elemen universal yang dapat diterapkan dalam konteks sosial yang berbeda.

  1. WUAT WA'I: MODEL GOTONG-ROYONG MASYARAKAT MANGGARAI DALAM PEMBIAYAAN PENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI... doi.org/10.24832/jpnk.v7i1.1864WUAT WAI MODEL GOTONG ROYONG MASYARAKAT MANGGARAI DALAM PEMBIAYAAN PENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI doi 10 24832 jpnk v7i1 1864
  2. GOTONG ROYONG DALAM MEMPERKUAT PARTISIPASI WARGA NEGARA (CIVIC PARTICIPATION) | Dewanti | Pancasila and... jurnal.umsu.ac.id/index.php/jpce/article/view/13753GOTONG ROYONG DALAM MEMPERKUAT PARTISIPASI WARGA NEGARA CIVIC PARTICIPATION Dewanti Pancasila and jurnal umsu ac index php jpce article view 13753
  3. Tradisi Nunas Neda Sebagai Sarana Memperkuat Solidaritas Sosial di Desa Kesik Kecamatan Masbagik | Jurnal... jipp.unram.ac.id/index.php/jipp/article/view/2618Tradisi Nunas Neda Sebagai Sarana Memperkuat Solidaritas Sosial di Desa Kesik Kecamatan Masbagik Jurnal jipp unram ac index php jipp article view 2618
  1. #hubungan sosial#hubungan sosial
  2. #tradisi lokal#tradisi lokal
Read online
File size326.15 KB
Pages20
Short Linkhttps://juris.id/p-34B
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test