STIBAIEC JAKARTASTIBAIEC JAKARTA

JELL (Journal of English Language and Literature) STIBA-IEC JakartaJELL (Journal of English Language and Literature) STIBA-IEC Jakarta

Tujuan pengajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) adalah membantu siswa berkomunikasi secara fasih dalam bahasa target, sehingga guru harus menyediakan model otentik penggunaan bahasa untuk setiap jenjang dan usia. Untuk mencapai tujuan tersebut, fokus tidak hanya pada aspek linguistik, melainkan juga pada unsur sastra dan budaya. Karena dongeng menyediakan unsur‑unsur tersebut, dongeng sangat bermanfaat untuk digunakan dalam program pengajaran EFL, terutama bagi pembelajar muda. Penelitian ini bertujuan menyelidiki efektivitas pengajaran pengucapan bahasa Inggris melalui media dongeng. Penelitian dilakukan pada kelas 8‑3 SMPS PGRI Pondokgede selama satu bulan dengan metode observasi, proses, serta kegiatan pembelajaran dan pengajaran pasca‑belajar. Makalah ini menyajikan cara meningkatkan pengucapan bahasa Inggris siswa dengan memberikan dongeng Thumbelina dan Pinocchio. Hasil studi menunjukkan bahwa (1) pengajaran pengucapan bahasa Inggris melalui dongeng efektif meningkatkan pengucapan siswa, (2) siswa lebih mudah memahami materi dan menambah kosakata bahasa Inggris, serta (3) siswa menjadi lebih aktif dan percaya diri saat membaca teks atau dongeng dengan pengucapan yang baik.

Penggunaan dongeng sebagai media dalam pembelajaran pengucapan bahasa Inggris pada jenjang SMP efektif meningkatkan kemampuan pengucapan siswa, karena dapat menarik perhatian dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.Penelitian menunjukkan bahwa melalui dongeng Thumbelina dan Pinocchio, siswa menjadi lebih mudah memahami materi, memperbanyak kosakata, serta lebih aktif dan percaya diri dalam membaca teks dengan pengucapan yang baik.Meskipun terdapat kendala seperti kurangnya konsentrasi dan rasa malu siswa, teknik pengulangan dan penggunaan media dongeng terbukti dapat mengatasi masalah tersebut serta meningkatkan motivasi belajar.

Penelitian selanjutnya dapat membandingkan efektivitas penggunaan platform dongeng interaktif berbasis digital dengan dongeng cetak tradisional dalam meningkatkan kemampuan pengucapan bahasa Inggris pada siswa kelas tujuh dan delapan. Selain itu, perlu diteliti bagaimana kombinasi umpan balik multimodal—audio, visual, dan kinestetik—bersama cerita dongeng memengaruhi rasa percaya diri serta retensi kosakata siswa selama jangka panjang. Studi longitudinal yang melacak perkembangan kemampuan lisan siswa sejak kelas empat hingga kelas sembilan dapat mengungkap dampak berkelanjutan dari pendekatan berbasis dongeng terhadap kefasihan berbicara. Penelitian juga dapat mengevaluasi peran faktor budaya, misalnya adaptasi lokal cerita dongeng, dalam meningkatkan motivasi belajar dan relevansi materi bagi siswa dengan latar belakang berbeda. Selanjutnya, eksperimen kelas terkontrol dengan variasi intensitas penggunaan teknik pengulangan drill pada tiap cerita dapat menentukan dosis optimal untuk memperbaiki akurasi fonetik. Dengan mengintegrasikan analisis kuantitatif dan kualitatif, hasil penelitian ini diharapkan memberikan pedoman praktis bagi guru dalam merancang kurikulum pengucapan yang menarik, efektif, dan berkelanjutan, serta sesuai dengan standar kompetensi nasional.

  1. arfani IMPROVING ENGLISH PRONUNCIATION SKILL THROUGH THUMBELINA AND PINOCCHIO FAIRY TALES | JELL (Journal... doi.org/10.37110/jell.v5i02.99arfani IMPROVING ENGLISH PRONUNCIATION SKILL THROUGH THUMBELINA AND PINOCCHIO FAIRY TALES JELL Journal doi 10 37110 jell v5i02 99
  1. #english language#english language
  2. #inggris siswa#inggris siswa
Read online
File size260.02 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-2KU
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test