UNDARUNDAR

Journal of Public PowerJournal of Public Power

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan dampak dinamika konflik yang terjadi antara kepala desa dengan perangkat desa di Dukuhmojo, Mojoagung, Jombang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori konflik Simon Fisher yaitu Prakonflik, Konfrontasi, Krisis, Akibat Konflik dan Pasca Konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai macam dinamika konflik yang terjadi antara Kepala Desa Dukuhmojo dengan Perangkat Desanya, yaitu: Pertama, bentuk konflik manifest berupa resistensi yang terlihat dari perangkat desa terkait kehadiran kepala desa baru, berupa pertentangan secara verbal dalam rapat desa, menghambat berbagai program dan kebijakan hingga menunjukkan sikap ketidaksukaan melalui sikap yang ditunjukkan keseharian. Kedua, bentuk konflik laten berupa rasan-rasan yang terjadi di kalangan para perangkat hingga sering menjelek-jelekkan ke beberapa kalangan warga Dukuhmojo. Sehingga, dalam konflik yang terjadi antara kepala desa dengan perangkat desa Dukuhmojo menciptakan kondisi tidak kondusif dalam jalannya pemerintahan serta pesimisme di tengah masyarakat atas pembangunan yang akan dilakukan kepala desa, meskipun pada akhirnya dengan berbagai cara yang dilakukan kepala desa mampu menyelesaikan dengan cara pendekatan sistemik maupun pendekatan personal.

Konflik antara kepala desa dan perangkat desa di Desa Dukuhmojo terjadi dalam bentuk resistensi verbal dan sikap penolakan terhadap kebijakan kepala desa baru, serta konflik laten berupa pembicaraan negatif di kalangan perangkat desa.Konflik ini menciptakan ketidakharmonisan dalam pemerintahan desa dan menimbulkan pesimisme masyarakat terhadap program pembangunan.Namun, konflik berhasil dimitigasi melalui pendekatan personal dan sistemik seperti diskusi terbuka dan rotasi struktural.

Pertama, perlu dikaji ulang kewenangan perangkat desa dalam regulasi agar tidak dimanfaatkan sebagai alat intervensi eksternal yang menghambat kepala desa dalam menjalankan program pembangunan. Kedua, perlu dirancang program pelatihan wajib pasca-pelantikan bagi kepala desa dan perangkat desa yang berfokus pada kepemimpinan, manajemen konflik, dan etika pelayanan publik untuk membangun sinergi lintas kepentingan. Ketiga, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas rotasi struktural dan pendekatan personal dalam menyelesaikan konflik di tingkat desa, termasuk bagaimana sistem meritokrasi dapat diterapkan dalam pengangkatan perangkat desa agar tidak lagi didasarkan pada loyalitas politik, sehingga pemerintahan desa lebih profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Read online
File size713.58 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-2F7
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test