JBASICJBASIC
Jurnal BasiceduJurnal BasiceduPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dinamika keluarga dan karakteristik lingkungan perkotaan terhadap minat sekolah anak di wilayah Tegal Alur, Jakarta Barat. Latar belakang penelitian bermula dari fenomena rendahnya motivasi belajar anak di daerah perkotaan meskipun fasilitas pendidikan telah memadai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh narasumber anak dan remaja, serta observasi terhadap lingkungan keluarga dan sosial mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengasuhan, komunikasi, dan dukungan emosional orang tua berperan signifikan dalam membentuk minat anak terhadap pendidikan. Anak-anak yang hidup dalam keluarga harmonis dengan pengawasan dan komunikasi yang baik menunjukkan motivasi belajar tinggi, sedangkan keluarga dengan hubungan kurang harmonis cenderung menghasilkan anak yang kehilangan semangat bersekolah. Selain itu, lingkungan perkotaan dengan berbagai gangguan sosial seperti hiburan, pekerjaan informal, dan minimnya dukungan komunitas turut menurunkan fokus anak terhadap pendidikan formal. Penelitian ini juga menemukan bahwa tekanan ekonomi keluarga masih menjadi faktor penghambat utama keberlanjutan sekolah anak, meskipun akses pendidikan telah tersedia dengan baik. Temuan ini memperkuat teori perkembangan ekologi Bronfenbrenner dan motivasi Maslow yang menempatkan keluarga sebagai lingkungan mikro utama dalam membentuk motivasi belajar anak. Implikasi praktisnya, penguatan peran keluarga, dukungan sosial, dan kolaborasi antara sekolah, masyarakat, dan pemerintah daerah diperlukan untuk meningkatkan partisipasi pendidikan anak di wilayah perkotaan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika karakteristik keluarga dan lingkungan perkotaan memiliki peran yang signifikan dalam membentuk minat dan motivasi anak untuk bersekolah di wilayah Tegal Alur, Jakarta Barat.Pola pengasuhan yang diterapkan orang tua, kondisi ekonomi keluarga, serta interaksi sosial di lingkungan sekitar menjadi faktor utama yang menentukan tinggi rendahnya minat anak terhadap pendidikan formal.Keluarga dengan pola asuh demokratis, komunikasi yang terbuka, dan dukungan emosional yang kuat terbukti mampu menumbuhkan semangat belajar anak meskipun berada dalam lingkungan yang padat dan penuh gangguan.Sebaliknya, pola pengasuhan permisif, kelalaian pengawasan, serta lemahnya nilai pendidikan dalam komunitas sosial menyebabkan anak lebih mudah kehilangan minat sekolah.Hal ini menampilkan bahwa dalam konteks perkotaan, minat anak terhadap pendidikan tidak semata-mata dipengaruhi oleh jarak atau akses fisik ke sekolah, melainkan lebih ditentukan oleh kualitas hubungan sosial yang terjalin antara keluarga, sekolah, dan masyarakat sekitar.Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah terhadap pengembangan kajian pendidikan perkotaan dengan memperkuat konsep teori sistem ekologi yang dikemukakan oleh Bronfenbrenner serta teori Self-Determination yang dikembangkan oleh Deci dan Ryan.Penelitian ini memperluas pemahaman bahwa motivasi belajar anak di wilayah perkotaan merupakan hasil interaksi dinamis antara sistem mikro (keluarga), meso (sekolah dan lingkungan sosial), serta makro (struktur sosial perkotaan).Temuan ini melengkapi pemahaman dalam literatur sebelumnya yang cenderung menonjolkan aspek ekonomi sebagai penyebab utama rendahnya partisipasi pendidikan anak di perkotaan dengan menambahkan dimensi sosial, psikologis, dan kultural sebagai variabel penting dalam membentuk perilaku belajar anak.Dari sisi praktis, hasil penelitian ini memberikan pentingnya penguatan kebijakan dan intervensi pendidikan berbasis keluarga dan komunitas di wilayah perkotaan.Pemerintah daerah bersama lembaga pendidikan perlu mengembangkan program pendidikan orang tua untuk meningkatkan kapasitas orang tua dalam menerapkan pola asuh positif dan mendukung aktivitas belajar anak di rumah.Selain itu, penguatan kolaborasi antara sekolah dan masyarakat melalui kegiatan berbasis komunitas seperti taman baca, rumah belajar, dan karang taruna literasi dapat berperan sebagai strategi efektif dalam menumbuhkan budaya belajar di lingkungan perkotaan.Kebijakan pendidikan di perkotaan juga perlu memperhatikan aspek sosial-psikologis anak dengan menciptakan ruang publik yang aman, inklusif, dan mendukung kegiatan edukatif.Dengan demikian, hasil penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan minat sekolah anak di wilayah perkotaan tidak hanya bergantung pada penyediaan fasilitas pendidikan, tetapi juga pada upaya kolektif dalam membangun ekosistem sosial yang peduli terhadap nilai pendidikan dan pengembangan anak secara holistik.
Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan: . . 1. Mengembangkan intervensi pendidikan yang berfokus pada penguatan peran keluarga dan dukungan sosial di wilayah perkotaan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi strategi-strategi konkret yang dapat diterapkan oleh keluarga, sekolah, dan komunitas untuk meningkatkan minat sekolah anak, seperti program bimbingan belajar keluarga, kegiatan komunitas yang mendukung pendidikan, dan kolaborasi antara sekolah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. . . 2. Meneliti lebih lanjut tentang dampak lingkungan perkotaan yang kompleks terhadap motivasi belajar anak. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana gangguan sosial seperti hiburan, pekerjaan informal, dan akses teknologi dapat mempengaruhi minat sekolah anak, serta bagaimana intervensi yang tepat dapat mengurangi dampak negatif tersebut. . . 3. Menganalisis lebih dalam tentang peran dan pengaruh tekanan ekonomi keluarga terhadap minat sekolah anak. Penelitian ini dapat menyelidiki strategi-strategi yang dapat diterapkan oleh pemerintah daerah dan lembaga pendidikan untuk membantu keluarga dalam mengatasi tekanan ekonomi, sehingga anak-anak dapat tetap fokus pada pendidikan mereka. . . Dengan menggabungkan saran-saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam memahami dan meningkatkan minat sekolah anak di wilayah perkotaan, serta mengembangkan strategi-strategi intervensi yang efektif untuk meningkatkan partisipasi pendidikan anak di lingkungan perkotaan yang penuh tantangan.
| File size | 282.13 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
MEDIAZAYNAMEDIAZAYNA Secara keseluruhan, implementasi FMS melalui permainan yang berfokus pada koordinasi merupakan strategi yang holistik dan menyenangkan bagi anak-anak,Secara keseluruhan, implementasi FMS melalui permainan yang berfokus pada koordinasi merupakan strategi yang holistik dan menyenangkan bagi anak-anak,
JOTIKAJOTIKA Fasilitas permainan kreatif, seperti ayunan dan jungkat-jungkit, tidak hanya memberikan kesenangan, tetapi juga merangsang perkembangan kognitif, motorik,Fasilitas permainan kreatif, seperti ayunan dan jungkat-jungkit, tidak hanya memberikan kesenangan, tetapi juga merangsang perkembangan kognitif, motorik,
UNIAUNIA Therefore, strengthening tahfidz programs in urban areas requires strategic institutional management, enhanced educator capacity, targeted integrationTherefore, strengthening tahfidz programs in urban areas requires strategic institutional management, enhanced educator capacity, targeted integration
STIEKRAKATAUSTIEKRAKATAU Dengan demikian, pembentukan kebiasaan makan dan gaya hidup sehat pada anak menjadi bagian integral proses pedagogik yang menyiapkan mereka menjadi individuDengan demikian, pembentukan kebiasaan makan dan gaya hidup sehat pada anak menjadi bagian integral proses pedagogik yang menyiapkan mereka menjadi individu
STKIPPACITANSTKIPPACITAN Diketahui bahwa terdapat banyak kasus dalam sistem pendidikan kita yang menggambarkan masalah dalam pencapaian kualitas sumber daya manusia, khususnyaDiketahui bahwa terdapat banyak kasus dalam sistem pendidikan kita yang menggambarkan masalah dalam pencapaian kualitas sumber daya manusia, khususnya
YAYASANCECYAYASANCEC Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan permainan jumbo snakes and ladders dapat meningkatkan semangat belajar anak dengan pencapaian kesuksesanHasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan permainan jumbo snakes and ladders dapat meningkatkan semangat belajar anak dengan pencapaian kesuksesan
GREENPUBGREENPUB Dengan metode pelatihan berupa teori sebesar 25% dan praktek 75%, saya salah satu tenaga pendidik atau dosen di Institut Transportasi (ITL) Trisakti mendapatkanDengan metode pelatihan berupa teori sebesar 25% dan praktek 75%, saya salah satu tenaga pendidik atau dosen di Institut Transportasi (ITL) Trisakti mendapatkan
UMUSUMUS Pembelajaran daring yang dianggap masyarakat awam kurang maksimal dijadikan sebuah program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) UMUS di Desa Larangan untuk mendampingiPembelajaran daring yang dianggap masyarakat awam kurang maksimal dijadikan sebuah program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) UMUS di Desa Larangan untuk mendampingi
Useful /
UNIAUNIA Secara bersamaan, pemodelan guru dan pengaruh teman sebaya memberikan dampak yang signifikan terhadap perilaku religius siswa, di mana pengaruh teman sebayaSecara bersamaan, pemodelan guru dan pengaruh teman sebaya memberikan dampak yang signifikan terhadap perilaku religius siswa, di mana pengaruh teman sebaya
UINKHASUINKHAS Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya minat belajar dipengaruhi oleh faktor jasmaniah dan psikologis seperti kecerdasan, perhatian, dan minat. FaktorHasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya minat belajar dipengaruhi oleh faktor jasmaniah dan psikologis seperti kecerdasan, perhatian, dan minat. Faktor
UINKHASUINKHAS Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) dan problematikaPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) dan problematika
UINKHASUINKHAS Penelitian ini didorong oleh perkembangan teknologi yang pesat, yang menuntut guru menguasai teknologi digital, khususnya dalam media pembelajaran multimedia.Penelitian ini didorong oleh perkembangan teknologi yang pesat, yang menuntut guru menguasai teknologi digital, khususnya dalam media pembelajaran multimedia.