CITRABAKTICITRABAKTI

Jurnal Citra PendidikanJurnal Citra Pendidikan

Penelitian ini bertujuan meningkatkan keaktifan belajar siswa dan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe rotating trio exchange. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 2 Sukasada Semester ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 19 orang. Data keaktifan belajar dikumpulkan dengan lembar observasi dan data hasil belajar siswa dengan tes belajar. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil analisis menunjukan bahwa (1) terjadi peningkatan keaktifan belajar siswa dari siklus I yaitu 57,92% katagori cukup menjadi 71,08% katagori aktif pada siklus II. (2) terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I (rata-rata 65, daya serap 65% katagori sedang, ketuntasan belajar 63,16%) ke siklus II (rata-rata 70,79, daya serap 70,79% katagori tinggi, dan ketuntasan belajar 78,95%). Dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe rotating trio exchange dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika pada siswa kelas V SD Negeri 2 Sukasada semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020.

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe rotating trio exchange dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran matematika.Peningkatan terlihat dari rata-rata persentase keaktifan yang naik dari 57,92% pada siklus I menjadi 71,08% pada siklus II.Selain itu, model ini juga mampu meningkatkan hasil belajar siswa, ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata nilai dari 65 menjadi 70,79 serta peningkatan ketuntasan belajar klasikal dari 63,16% menjadi 78,95%.

Pertama, perlu diteliti efektivitas model rotating trio exchange pada mata pelajaran selain matematika, seperti ilmu pengetahuan alam, untuk melihat apakah peningkatan keaktifan dan hasil belajar juga terjadi pada konteks materi yang berbeda. Kedua, penting untuk mengeksplorasi penggunaan model ini di sekolah dengan karakteristik siswa yang berbeda, misalnya di daerah perkotaan atau sekolah dengan jumlah siswa lebih besar, guna menguji keterandalan dan adaptabilitas model terhadap berbagai lingkungan belajar. Ketiga, perlu dikaji pengaruh jangka panjang dari penerapan model ini, termasuk apakah peningkatan hasil belajar dan keaktifan tetap bertahan setelah beberapa bulan tanpa intervensi lanjutan, serta bagaimana model ini memengaruhi keterampilan sosial siswa dalam kerja kelompok. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dan memberikan gambaran lebih utuh tentang potensi dan batasan model pembelajaran tersebut dalam praktik pendidikan dasar.

  1. #model pembelajaran kooperatif#model pembelajaran kooperatif
  2. #problem based learning#problem based learning
Read online
File size542.51 KB
Pages11
Short Linkhttps://juris.id/p-2wV
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test