JOURNALTHAMRINJOURNALTHAMRIN

Jurnal Inovasi Pendidikan MH ThamrinJurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin

Berdasarkan pengamatan peneliti di sekolah MI Al – Ikhlas Pondok Gede, model dan metode pembelajaran tidak bervariasi masih berpusat pada guru, sehingga kegiatan belajar menjadi pasif dan belum optimalnya belajar siswa, masih terbatasnya sarana dan prasarana sehingga kegiatan belajar menjadi tidak menyenangkan, tidak tercapainya nilai sesuai dengan KKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) terhadap hasil belajar pembelajaran IPA kelas III MI Al – Ikhlas Pondok Gede dengan sampel sebanyak 60 peserta didik. Pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Metode yang digunakan ialah metode eksperimen dengan desain penelitian post test only control group desain. Pengumpulan data dilakukan dengan penskoran hasil belajar dan kemudian dianalisis dengan menggunakan uji-t, berdasarkan perhitungan uji-t diperoleh nilai thitung = 13,01 dan ttabel = 1,69 pada dk = 29 dan taraf signifikan 0,05 sehingga hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis kerja (H1) diterima. Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) dapat dijadikan salah satu pendekatan dalam mengembangkan hasil belajar pembelajaran IPA kelas III di MI Al – Ikhlas Pondok Gede.

Berdasarkan hasil penelitian, model pembelajaran kooperatif tipe group investigation sangat berpengaruh terhadap hasil belajar pembelajaran ipa siswa kelas III MI Al-Ikhlas Pondok Gede.Hasil uji hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan bahwa hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis kerja (H1) diterima.Oleh karena itu, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas III di MI Al-Ikhlas Pondok Gede.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat meneliti pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) terhadap aspek lain dalam pembelajaran IPA, seperti keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Hal ini penting untuk memastikan bahwa model tersebut tidak hanya meningkatkan hasil belajar kognitif, tetapi juga mengembangkan keterampilan yang lebih tinggi. Kedua, penelitian dapat dilakukan dengan melibatkan siswa dari berbagai latar belakang sosioekonomi, untuk mengetahui apakah model ini efektif untuk semua jenis siswa. Dengan demikian, dapat diperoleh data yang lebih representatif dan dapat digunakan untuk merancang program pembelajaran yang lebih inklusif. Ketiga, penelitian lanjutan dapat menguji efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) dalam kombinasi dengan metode pembelajaran lain, seperti pembelajaran berbasis proyek atau pembelajaran berbasis masalah. Kombinasi metode yang tepat dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih kaya dan bermakna bagi siswa.

  1. #kepala sekolah#kepala sekolah
  2. #model pembelajaran#model pembelajaran
Read online
File size449.87 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-1Lb
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test