USBIUSBI

Journal of Business And EntrepreneurshipJournal of Business And Entrepreneurship

Penelitian ini mengkaji bagaimana kepemimpinan transformasional dan inovasi edukasi memengaruhi keberhasilan tim melalui kolaborasi stakeholder di Sekolah St. Paulus Sunter, Jakarta. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif terhadap data dari 110 responden yang dianalisis melalui PLS-SEM, penelitian ini menemukan bahwa kepemimpinan transformasional tidak secara langsung meningkatkan keberhasilan tim, tetapi berpengaruh secara tidak langsung melalui kolaborasi stakeholder, yang menunjukkan adanya mediasi penuh. Sebaliknya, inovasi edukasi terbukti memiliki pengaruh positif baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap keberhasilan tim, yang mengindikasikan mediasi parsial. Temuan ini menegaskan bahwa visi kepemimpinan dan upaya inovasi harus didukung oleh keterlibatan kolaboratif yang kuat antara guru, orang tua, alumni, dan yayasan sekolah untuk mencapai peningkatan yang berkelanjutan. Secara teoretis, hasil penelitian ini memvalidasi integrasi Teori Kepemimpinan Transformasional, Teori Difusi Inovasi, dan Teori Stakeholder, yang menunjukkan bahwa sinergi kolaboratif merupakan mekanisme utama dalam mendorong transformasi sekolah dan kinerja kolektif.

Kepemimpinan transformasional tidak secara langsung memengaruhi keberhasilan tim, melainkan sepenuhnya melalui kolaborasi pemangku kepentingan, menekankan pentingnya keterlibatan relasional yang kuat.Temuan ini menantang pandangan tradisional bahwa kepemimpinan transformasional secara independen meningkatkan kinerja organisasi, sebaliknya mendukung Teori Pemangku Kepentingan.Ini berarti pemimpin harus menumbuhkan budaya kolaborasi dan kreasi bersama agar semua anggota aktif berkontribusi pada inovasi dan pemecahan masalah, menandai pergeseran paradigma menuju agensi kolektif dalam efektivitas kepemimpinan pendidikan.

Untuk memperkaya pemahaman tentang transformasi sekolah, penelitian lanjutan dapat memperluas cakupan studi yang saat ini terfokus pada satu sekolah. Idealnya, studi bisa melibatkan beberapa sekolah dengan karakteristik berbeda, seperti sekolah swasta Katolik di berbagai wilayah atau bahkan membandingkannya dengan sekolah negeri atau swasta non-Katolik, untuk melihat bagaimana konteks spesifik memengaruhi dinamika kepemimpinan, inovasi, dan kolaborasi. Pendekatan ini akan meningkatkan validitas eksternal temuan dan memberikan perspektif komparatif yang berharga. Selain itu, penggunaan metode campuran (kuantitatif dan kualitatif) secara longitudinal akan sangat bermanfaat untuk menangkap evolusi praktik kepemimpinan, proses adopsi inovasi, serta dinamika kolaborasi dari waktu ke waktu, tidak hanya bergantung pada data satu kali. Mengatasi potensi bias dari data laporan diri, penelitian selanjutnya dapat mengintegrasikan wawancara mendalam dengan observasi kelas atau analisis dokumen kebijakan untuk validasi silang dan pemahaman yang lebih kaya. Lebih jauh lagi, penting untuk menyelidiki peran variabel mediator atau moderator tambahan yang belum terangkum dalam model ini, seperti budaya organisasi, tingkat literasi digital para pendidik, atau dampak pemberdayaan psikologis terhadap efektivitas tim. Misalnya, bagaimana budaya organisasi yang mendukung risiko dan eksperimen memfasilitasi keberhasilan inovasi pendidikan, atau sejauh mana kompetensi digital para pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi? Dengan mengeksplorasi faktor-faktor ini, penelitian masa depan dapat membangun kerangka kerja yang lebih komprehensif, memberikan wawasan yang lebih dalam tentang bagaimana sekolah dapat benar-benar bertransformasi menghadapi tantangan pendidikan kontemporer.

Read online
File size276.76 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test