UQUQ

Bad request!Bad request!

Irigasi kapiler memiliki tingkat efisiensi penggunaan air yang cukup tinggi. Cara kerja irigasi kapiler dengan memanfaatkan sumbu misalnya kain flanel untuk mengalirkan air menggunakan prinsip kapilaritas dengan perantara suatu media dari sumber air. Keunggulan dari irigasi kapiler yaitu memiliki efisiensi penggunaan air yang tinggi, mudah dalam pengaplikasianya, mudah dalam pembuatannya dan relatif murah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui distribusi air di zona perakaran tanaman dengan menggunakan irigasi kapiler, dan interaksinya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman Selada (Lactuca sativa L.). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang terdiri dari 5 taraf kedalaman sumbu kapiler (2, 4, 6, 8, 10 cm dari permukaan tanah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kedalaman sumbu tidak memberi pengaruh nyata terhadap diameter basah tanah dan luas basah tanah namun memberi pengaruh yang nyata terhadap volume basah tanah dan lama air yang membasahi tanah. Untuk pertumbuhan tanaman tidak memberikan pengaruh yang nyata, tetapi untuk panjang akar tanaman dan produksi tanaman memberikan pengaruh yang nyata dari semua perlakuan. Produksi tanaman dengan hasil terbaik dari rata-rata berat segar di tunjukan pada perlakuan 5 yaitu 76,57 g tanaman/polibag.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedalaman sumbu tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan tanaman, namun berpengaruh nyata terhadap panjang akar dan produksi tanaman.Perlakuan dengan kedalaman sumbu 10 cm (perlakuan 5) menghasilkan produksi tanaman dengan berat segar rata-rata tertinggi, yaitu 76,57 g tanaman/polibag.Oleh karena itu, kedalaman sumbu 10 cm direkomendasikan untuk meningkatkan produksi tanaman selada pada sistem irigasi kapiler.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh jenis kain sumbu yang berbeda terhadap efisiensi distribusi air dan pertumbuhan tanaman. Kedua, studi tentang interaksi antara kedalaman sumbu dengan jenis tanah yang berbeda perlu dilakukan untuk mengoptimalkan sistem irigasi kapiler pada berbagai kondisi lahan. Ketiga, penelitian mengenai penggunaan sumber air alternatif, seperti air limbah yang telah diolah, pada sistem irigasi kapiler dapat dilakukan untuk mendukung praktik pertanian berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang sistem irigasi kapiler dan meningkatkan efisiensi serta keberlanjutan praktik pertanian.

Read online
File size501.09 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test