UMUM

Just a moment...Just a moment...

Penelitian ini menyelidiki pengaruh sudut semprot air yang berbeda (0°, 15°, dan 30°) terhadap kinerja termal dan energi dari sebuah kondensor pendingin udara (AC) tipe split yang dipasang di atap beton dalam iklim tropis. Sebuah setup eksperimental dirancang untuk meniru kondisi atap beton yang sebenarnya, dengan fokus pada suhu masuk kondensor, konsumsi daya kompresor, dan sistem koefisien kinerja (COP). Siklus semprot intermiten 6 menit ON dan 6 menit OFF digunakan untuk mengoptimalkan penggunaan air dan meminimalkan kelembaban berlebih. Pengukuran eksperimental dilakukan pada unit tipe split 9.000 Btu/h yang dilengkapi dengan sistem nozzle yang terhubung ke tangki air 200 L. Hasilnya menunjukkan bahwa sudut semprot 0° mencapai peningkatan yang paling signifikan, mengurangi suhu udara masuk kondensor hingga 22,5% dan menurunkan konsumsi daya kompresor sebesar 7,7% dibandingkan dengan kondisi dasar. Konfigurasi ini juga meningkatkan COP dari 2,77 menjadi 2,93, mewakili peningkatan kinerja sebesar 5,8%. Sudut semprot yang lebih lebar (15° dan 30°) menghasilkan peningkatan yang moderat tetapi kurang efektif karena dispersi tetesan dan pengurangan basahan permukaan. Imaging termal mengonfirmasi bahwa sudut 0° menghasilkan distribusi pendinginan yang paling seragam pada permukaan kondensor. Temuan ini menekankan bahwa pendinginan semprot dengan orientasi nozzle yang dioptimalkan adalah solusi retrofit yang hemat biaya dan berkelanjutan untuk kondensor AC atap di lingkungan tropis, yang menawarkan efisiensi energi yang ditingkatkan dan dampak lingkungan yang berkurang.

Hasil menunjukkan bahwa arah semprot 0° adalah yang paling efektif.Ini menurunkan suhu udara masuk kondensor hingga 7 °C.Ini juga meningkatkan penyerapan panas di evaporator, mengurangi pekerjaan kompresor sebesar 2,8%, dan meningkatkan koefisien kinerja (COP) sebesar 5,8% dibandingkan dengan kondisi dasar.Sudut semprot yang lebih lebar (15° dan 30°) menawarkan peningkatan yang moderat tetapi kurang efektif karena dispersi tetesan dan pengurangan basahan permukaan.Imaging termal mengonfirmasi bahwa orientasi semprot 0° mencapai pendinginan kondensor yang paling seragam, sedangkan sudut semprot yang lebih lebar menyebabkan titik panas dan cakupan yang tidak merata.Siklus semprot intermiten secara efektif menyeimbangkan kinerja pendinginan dan konservasi air, mengonfirmasi kelayakannya untuk aplikasi tropis.Penilaian lingkungan menunjukkan bahwa konfigurasi yang dioptimalkan mengurangi emisi CO₂ sebesar 0,054 kg/h, menunjukkan manfaat ganda dari peningkatan efisiensi energi dan dampak lingkungan yang berkurang dari metode yang diusulkan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan evaluasi lapangan jangka panjang, strategi kontrol adaptif, dan integrasi dengan sistem pendinginan hibrida untuk mengoptimalkan penggunaan air dan kinerja energi. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan kecerdasan buatan dalam mengoptimalkan jadwal aktivasi semprot sesuai dengan kondisi mikro iklim atap yang berubah-ubah. Integrasi dengan sistem pendinginan hibrida juga dapat menjadi fokus penelitian untuk meningkatkan keberlanjutan dan efisiensi sistem pendingin udara atap.

Read online
File size1.1 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test