UMUM

Just a moment...Just a moment...

Penelitian ini menyelidiki efek komposisi kayu gelam (Melaleuca leucadendron) dan sekam padi dalam produksi biopellet, dengan fokus pada tekanan kompak 60, 80, dan 100 kg/cm². Lima rasio biomassa (G100-RH0, G80-RH20, G60-RH40, G50-RH50, G0-RH100) diuji untuk kadar air, abu, karbon tetap, materi volatil, nilai kalor, waktu penyalaan, laju pembakaran, dan suhu pembakaran. Hasil menunjukkan bahwa kadar air berkisar antara 0,98% (G0-RH100, 60 kg/cm²) hingga 12,28% (G100-RH0, 80 kg/cm²), sedangkan kadar abu bervariasi antara 2,47% (G100-RH0, 60 kg/cm²) dan 20,93% (G0-RH100, 80 kg/cm²). Nilai kalor tertinggi mencapai 3968 cal/g (G100-RH0, 60-80 kg/cm²), meskipun di bawah minimum SNI 8675:2018 sebesar 4000 cal/g. Waktu penyalaan berkisar antara 52 detik (G0-RH100, 60 kg/cm²) hingga 135 detik (G100-RH0, 100 kg/cm²), dengan laju pembakaran antara 0,002072 g/s dan 0,003778 g/s. Suhu pembakaran maksimum bervariasi antara 249°C (G0-RH100, 60 kg/cm²) hingga 290°C (G100-RH0, 100 kg/cm²). Temuan ini mengonfirmasi bahwa komposisi dan tekanan kompak berpengaruh signifikan terhadap kualitas pelet, di mana kandungan sekam padi yang lebih tinggi meningkatkan penyalaan dan laju pembakaran tetapi mengurangi nilai kalor. Sebaliknya, tekanan kompak yang lebih tinggi meningkatkan kepadatan dan suhu tetapi memperpanjang waktu penyalaan. Penelitian ini memberikan wawasan praktis untuk memproduksi biopellet yang efisien energi dari biomassa lokal yang melimpah di Kalimantan Selatan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa komposisi kayu gelam dan sekam padi, dikombinasikan dengan tekanan cetak, berpengaruh signifikan terhadap sifat fisik dan pembakaran biopellet.Kadar air terendah diperoleh pada G0-RH100 dengan tekanan 60 kg/cm² (0,98%), sedangkan yang tertinggi pada G100-RH0 dengan tekanan 80 kg/cm² (12,28%).Kadar abu meningkat dengan fraksi sekam padi, mencapai 20,93% pada G0-RH100 dengan tekanan 80 kg/cm², sedangkan yang terendah adalah 2,47% pada G100-RH0 dengan tekanan 60 kg/cm².Nilai kalor tertinggi adalah 3967,98 cal/g (G100-RH0 pada 60-80 kg/cm²), sedangkan yang terendah adalah 3309,77 cal/g (G0-RH100 pada 80 kg/cm²), menunjukkan bahwa tidak ada formulasi yang sepenuhnya memenuhi minimum SNI sebesar 4000 cal/g.Uji pembakaran mengungkapkan bahwa penyalaan tercepat terjadi pada G0-RH100 dengan tekanan 60 kg/cm² (52 detik), sedangkan yang paling lambat terjadi pada G100-RH0 dengan tekanan 100 kg/cm² (135 detik).Suhu pembakaran maksimum mencapai 290 °C pada G100-RH0 dengan tekanan 100 kg/cm².Temuan ini menunjukkan bahwa fraksi sekam padi yang lebih tinggi mempercepat penyalaan dan laju pembakaran tetapi mengurangi nilai kalor, sedangkan tekanan cetak yang lebih tinggi meningkatkan kepadatan dan suhu pembakaran tetapi memperlambat penyalaan.Batasan penelitian ini adalah skala laboratorium dengan variasi tekanan terbatas (60, 80, 100 kg/cm²) tanpa pengujian ketahanan jangka panjang atau analisis emisi.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi produksi pelet skala besar, penambahan pengikat atau aditif berkalori tinggi, serta penilaian dampak lingkungan untuk memenuhi standar industri dan regulasi.

Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: (1) Mempelajari efek komposisi biomassa yang berbeda, seperti campuran kayu gelam dengan biomassa lain, pada karakteristik pembakaran dan sifat fisik biopellet. (2) Meneliti pengaruh tekanan kompak yang lebih tinggi dan lebih rendah pada kualitas biopellet, termasuk analisis emisi dan ketahanan jangka panjang. (3) Mengeksplorasi penggunaan aditif berkalori tinggi atau pengikat untuk meningkatkan nilai kalor biopellet dan memenuhi standar industri.

  1. Effect of Empagliflozin Treatment on Ventricular Repolarization Parameters. effect treatment ventricular... doi.org/10.31083/j.rcm2502064Effect of Empagliflozin Treatment on Ventricular Repolarization Parameters effect treatment ventricular doi 10 31083 j rcm2502064
  2. Development of Liquisolid Compacts: An Approach for Dissolution Enhancement of Poorly Aqueous Soluble... intechopen.com/chapters/84821Development of Liquisolid Compacts An Approach for Dissolution Enhancement of Poorly Aqueous Soluble intechopen chapters 84821
  3. Briquetting characteristics of woody and herbaceous biomass blends: Impact on physical properties, chemical... scijournals.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/bbb.2121Briquetting characteristics of woody and herbaceous biomass blends Impact on physical properties chemical scijournals onlinelibrary wiley doi 10 1002 bbb 2121
  4. Analisis Konsentrasi PM2,5, CO, dan CO2, serta Laju Konsumsi Bahan Bakar Biopelet Sekam Padi dan Jerami... doi.org/10.14710/jil.19.2.201-210Analisis Konsentrasi PM2 5 CO dan CO2 serta Laju Konsumsi Bahan Bakar Biopelet Sekam Padi dan Jerami doi 10 14710 jil 19 2 201 210
Read online
File size1.01 MB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test