UMUM
Just a moment...Just a moment...Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan tembaga pada komposit aluminium-alumina (Al-Al2O3) terhadap sifat termal melalui metode metallurgi bubuk. Tiga variasi komposisi berat tembaga digunakan, yaitu 5%, 10%, dan 15%, dengan aluminium sebagai matriks dan alumina sebagai penguat. Uji termal mencakup analisis konduktivitas termal, panas jenis, dan karakterisasi mikrostruktur menggunakan SEM-EDX. Hasil menunjukkan bahwa penambahan Cu meningkatkan konduktivitas termal secara signifikan, dengan nilai tertinggi dicapai pada komposit 15% Cu (6,47 W/m.°C). Namun, peningkatan konten Cu di atas 10% menyebabkan aglomerasi partikel dan peningkatan porositasi, yang merugikan stabilitas termal. Komposit dengan 10% Cu (C2) menunjukkan kinerja termal yang paling seimbang, dengan distribusi suhu yang seragam dan kapasitas panas jenis sebesar 2,8 J/g.°C. Hasil DSC juga menunjukkan bahwa C3 memiliki laju aliran panas tertinggi, tetapi stabilitas termalnya lebih rendah daripada C2. Dengan demikian, penambahan tembaga memungkinkan pembentukan jaringan termal yang efisien melalui mekanisme perkolasi, meningkatkan efektivitas penyimpanan dan pelepasan panas. Hasil ini menunjukkan bahwa komposit Al-Al2O3 dengan konten Cu 10-12% memiliki potensi sebagai bahan penyimpanan energi termal untuk aplikasi pemanas air surya. Sifat termal yang ditingkatkan dari komposit Al-Al2O3-Cu menunjukkan kesesuaiannya untuk digunakan dalam sistem penyimpanan energi termal surya yang beroperasi pada suhu moderat, di mana retensi panas dan pelepasan yang efektif sangat penting.
Berdasarkan evaluasi mikrostruktur dan termal, penambahan tembaga (Cu) ke dalam komposit Al-Al2O3 meningkatkan secara signifikan konduktivitas termal dan kapasitas penyimpanan panas.Di antara sampel yang diuji, komposit dengan 10% Cu (C2) menunjukkan respons termal yang paling stabil dan efisien, ditandai dengan konduktivitas yang ditingkatkan, distribusi suhu yang merata, dan panas jenis yang memadai.Sebaliknya, komposit 15% Cu (C3) menunjukkan kinerja termal tertinggi secara numerik, tetapi kehadiran aglomerasi partikel dan peningkatan porositasi menyarankan kompromi potensial dalam keandalan struktur.Secara keseluruhan, konsentrasi Cu antara 10% dan 12% diidentifikasi sebagai yang paling efektif dalam menjaga keseimbangan antara efisiensi termal dan stabilitas material, menunjukkan janji untuk aplikasi penyimpanan energi termal seperti sistem pemanas air surya.Studi lebih lanjut direkomendasikan untuk menilai ketahanan komposit di bawah beban termal siklik dan untuk mengeksplorasi metode dispersi yang lebih halus untuk mencegah aglomerasi pada tingkat Cu yang lebih tinggi.Selain itu, upaya masa depan harus fokus pada skalabilitas material untuk implementasi dunia nyata dalam sistem termal berbasis surya.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menilai ketahanan komposit di bawah beban termal siklik dan mengeksplorasi metode dispersi yang lebih halus untuk mencegah aglomerasi pada tingkat Cu yang lebih tinggi. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menilai skalabilitas material dan implementasinya dalam sistem termal berbasis surya. Penelitian ini dapat berfokus pada desain material penyimpanan energi termal yang mempertimbangkan properti transportasi panas (konduktivitas) dan kemampuan menyimpan energi (kapasitas panas) secara bersamaan, sehingga mencapai keseimbangan optimal antara kedua aspek tersebut. Dengan demikian, studi lanjutan dapat mengeksplorasi pendekatan multiphysics dalam merancang material penyimpanan energi termal yang efisien dan andal.
| File size | 955.1 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
PNLPNL Penelitian ini mengevaluasi pengaruh penyesuaian bukaan damper dan penutupan register udara pada burner non‑aktif terhadap konsumsi fuel oil, efisiensiPenelitian ini mengevaluasi pengaruh penyesuaian bukaan damper dan penutupan register udara pada burner non‑aktif terhadap konsumsi fuel oil, efisiensi
ITSCIENCEITSCIENCE Penerapan cat reflektif surya BeCool pada atap spandek dapat dimanfaatkan sebagai strategi pendingin pasif untuk bangunan publik di wilayah beriklim tropis.Penerapan cat reflektif surya BeCool pada atap spandek dapat dimanfaatkan sebagai strategi pendingin pasif untuk bangunan publik di wilayah beriklim tropis.
UMGUMG 1, melalui analisis tiga parameter utama, yaitu Terminal Temperature Difference (TTD), Drain Cooler Approach (DCA), dan Temperature Rise (TR). Metode yang1, melalui analisis tiga parameter utama, yaitu Terminal Temperature Difference (TTD), Drain Cooler Approach (DCA), dan Temperature Rise (TR). Metode yang
UMBUMB Namun, metode ini menghadapi masalah yaitu stabilitas termal yang rendah pada suhu tinggi 10000 °C, disebabkan oleh kurangnya lapisan oksida pelindung.Namun, metode ini menghadapi masalah yaitu stabilitas termal yang rendah pada suhu tinggi 10000 °C, disebabkan oleh kurangnya lapisan oksida pelindung.
UMBUMB Campuran TEG/air memiliki koefisien perpindahan panas yang lebih tinggi dibandingkan EG/air, meskipun keduanya meningkat seiring kenaikan angka Reynolds.Campuran TEG/air memiliki koefisien perpindahan panas yang lebih tinggi dibandingkan EG/air, meskipun keduanya meningkat seiring kenaikan angka Reynolds.
UNUSAUNUSA Di antara ketiga isolat tersebut, CGF-6 menunjukkan indeks proteolitik tertinggi (0,5) dan diidentifikasi sebagai Staphylococcus epidermidis strain CGF-6.Di antara ketiga isolat tersebut, CGF-6 menunjukkan indeks proteolitik tertinggi (0,5) dan diidentifikasi sebagai Staphylococcus epidermidis strain CGF-6.
UNILAUNILA Lignin yang diisolasi difraksinasi menggunakan etil asetat (EtAc) dan metanol (MeOH). Fraksi cair lignin, yaitu lignin-EtAc (L-EtAc) dan lignin-metanolLignin yang diisolasi difraksinasi menggunakan etil asetat (EtAc) dan metanol (MeOH). Fraksi cair lignin, yaitu lignin-EtAc (L-EtAc) dan lignin-metanol
UNILAUNILA Metode manufaktur WPC, seperti compression molding dan pultrusion, memiliki beberapa keterbatasan, sementara proses extrusion dan injection molding merupakanMetode manufaktur WPC, seperti compression molding dan pultrusion, memiliki beberapa keterbatasan, sementara proses extrusion dan injection molding merupakan
Useful /
STIKES BHMSTIKES BHM Hasil analisis menunjukkan bahwa peran kader dipengaruhi oleh persepsi kerentanan, keparahan, manfaat, hambatan, isyarat bertindak, dan efikasi diri. EvaluasiHasil analisis menunjukkan bahwa peran kader dipengaruhi oleh persepsi kerentanan, keparahan, manfaat, hambatan, isyarat bertindak, dan efikasi diri. Evaluasi
STIKES BHMSTIKES BHM Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 99 responden yang merupakan pasien yangPenelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 99 responden yang merupakan pasien yang
UMBUMB Hasilnya menampilkan perubahan signifikan dalam pembangunan dan vegetasi serta konfirmasi eksistensi UHI di Pekanbaru. Perubahan tutupan lahan di PekanbaruHasilnya menampilkan perubahan signifikan dalam pembangunan dan vegetasi serta konfirmasi eksistensi UHI di Pekanbaru. Perubahan tutupan lahan di Pekanbaru
UNILAUNILA Pemetaan dilakukan dengan teknik survei tanah konvensional pendekatan fisiografis menggunakan peta skala 1:30.000. Hasil menunjukkan bahwa AHFR memilikiPemetaan dilakukan dengan teknik survei tanah konvensional pendekatan fisiografis menggunakan peta skala 1:30.000. Hasil menunjukkan bahwa AHFR memiliki