LINGUISTIK INDONESIALINGUISTIK INDONESIA

Linguistik IndonesiaLinguistik Indonesia

Situasi kontestasi politik tahun 2024 di Indonesia memiliki polemik yang kompleks karena bersinggungan dengan kecurangan, ketidakpatuhan pada konstitusi, era Orde Baru, era Reformasi, dan praktik-praktik perebutan kekuasaan. Polemik tersebut direfleksikan oleh media Tempo dengan penggunaan metafora. Metafora membantu menyederhanakan konsep abstrak dan memberikan pemahaman konkret kepada pembaca tentang polemik yang terjadi. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan menganalisis metafora dan skema citra yang terbentuk dalam artikel majalah Tempo terkait Pilpres 2024 di Indonesia. Teori yang digunakan adalah teori metafora konseptual dan skema citra. Berdasarkan data, terdapat delapan metafora yang digunakan Tempo. Metafora tersebut dipetakan ke dalam ranah sumber dan ranah target, kemudian ditemukan skema citranya. Delapan metafora yang ditemukan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Tempo menggunakan metafora untuk menjelaskan polemik Pilpres 2024 menjadi sesuatu yang dapat dipahami oleh pembacanya.

Penelitian ini menunjukkan bahwa majalah Tempo secara strategis menggunakan metafora untuk mempengaruhi opini publik.Berdasarkan analisis delapan metafora, ditemukan dua jenis skema citra, yaitu IDENTITY – MATCHING dan IDENTITY – SUPERIMPOSITION.Metafora-metafora ini digunakan untuk menyederhanakan konsep abstrak, memperkuat citra, dan menyampaikan kritik terhadap fenomena politik secara lebih efektif.Penelitian ini memberikan pemahaman tentang bagaimana media menggunakan bahasa figuratif untuk membentuk persepsi publik terhadap peristiwa politik penting.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan membandingkan penggunaan metafora dalam berbagai media massa selama Pilpres 2024 untuk melihat perbedaan pendekatan dan framing yang digunakan. Selain itu, studi mendalam mengenai dampak metafora terhadap pembentukan opini publik dan perilaku pemilih dapat memberikan wawasan yang berharga bagi dunia politik dan komunikasi. Lebih lanjut, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana metafora digunakan oleh kandidat dan tim kampanye dalam pidato dan materi promosi mereka, serta menganalisis efektivitas strategi tersebut dalam mempengaruhi pemilih. Penelitian ini dapat memperluas cakupan analisis dengan mempertimbangkan konteks sosial, budaya, dan sejarah yang lebih luas, serta mengkaji bagaimana metafora berinteraksi dengan faktor-faktor lain seperti ideologi, identitas, dan emosi. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran metafora dalam wacana politik dan dampaknya terhadap proses demokrasi di Indonesia.

  1. #majalah tempo#majalah tempo
  2. #majalah tempo edisi#majalah tempo edisi
Read online
File size372.2 KB
Pages17
Short Linkhttps://juris.id/p-2tz
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test