UNIPAUNIPA

JURNAL KEHUTANAN PAPUASIAJURNAL KEHUTANAN PAPUASIA

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh informasi terkini terkait perubahan kawasan hutan alam pada hutan Pendidikan Anggori Maokwari. Dalam kajian ini, pengumpulan informasi terkait bentuk kerusakan hutan dilakukan melalui kegiatan tracking dan mengidentifikasi bentuk-bentuk kerusakan yang diakibatkan menjadi penting untuk diketahui. Selain itu diskusi dan wawancara semi structural juga dilakukan guna memperoleh persepsi dan pandangan sosial masyarakat terkait interaksinya dengan hutan alam. Dari hasil penelitian diperoleh informasi bahwa telah terjadi perubahan kepada kawasan hutan alam dengan beberapa penyebab aktivitas antara lain: 1) aktivitas berkebun, 2) aktivitas pembukaan rencana lokasi wisata, 3) aktivitas penebangan untuk memperoleh kayu konstruksi dan kayu bakar, serta 4) aktivitas pembukaan jalan guna akses penduduk. Hasil analisis intensitas kerusakan diperoleh bahwa kerusakan yang terjadi masih cukup kecil dengan intensitas sebesar 9,685% atau sekitar 7,942 Ha dari total luasan yang ada.

Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kerusakan hutan alam di kawasan Hutan Pendidikan Anggori masih relatif rendah, dengan intensitas keseluruhan sebesar 9,685% atau sekitar 7,942 ha.Faktor utama penyebab kerusakan adalah aktivitas antropogenik masyarakat, meliputi pembukaan lahan untuk kebun, pembangunan wisata, penebangan kayu, dan pembangunan jalan.Oleh karena itu, diperlukan strategi pengelolaan berbasis partisipasi lokal untuk mengurangi tekanan manusia dan menjaga kelestarian hutan.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dinamika temporal gangguan hutan dengan memanfaatkan citra satelit multitemporal selama dekade terakhir, sehingga dapat memetakan pola perubahan tutupan hutan secara lebih akurat. Selanjutnya, penting untuk melakukan analisis kuantitatif terhadap motivasi sosio‑ekonomi masyarakat yang melakukan konversi lahan, dengan menyusun survei terstruktur yang mengukur faktor pendapatan, kepemilikan lahan, dan persepsi terhadap manfaat hutan, guna mengidentifikasi pendorong utama kerusakan. Selain itu, studi eksperimental mengenai efektivitas program pengelolaan hutan berbasis komunitas, seperti skema pembagian manfaat dan pelibatan warga dalam pemantauan, dapat menilai kontribusi pendekatan partisipatif dalam menurunkan intensitas kerusakan. Penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan dasar ilmiah bagi pembuat kebijakan dalam merancang intervensi yang lebih tepat sasaran, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi hutan.

  1. Forestry discourses and forest based development – an intro...: Ingenta Connect. forestry discourses... ingentaconnect.com/content/cfa/ifr/2017/00000019/a00101s1/art00001;jsessionid=41w42k8ugu089.x-ic-live-01Forestry discourses and forest based development Ae an intro Ingenta Connect forestry discourses ingentaconnect content cfa ifr 2017 00000019 a00101s1 art00001 jsessionid 41w42k8ugu089 x ic live 01
  1. #cagar alam#cagar alam
  2. #pemanfaatan lahan#pemanfaatan lahan
Read online
File size1.65 MB
Pages11
Short Linkhttps://juris.id/p-2sO
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test