ITTCITTC

Jurnal Kajian Islam dan Sosial KeagamaanJurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan

Hadis merupakan sumber ajaran Islam kedua setelah Al-Quran. Oleh karena itu, memahami dan mengkaji hadis secara mendalam menjadi hal yang sangat penting bagi umat Islam. Salah satu aspek penting dalam studi hadis adalah mengevaluasi kualitas hadis berdasarkan kritik sanad dan matan. Dalam hal rujukan, hadits yang shahih menjadi dasar dalam menentukan suatu hukum. Hadis shahih, hasan, dan dhaif merupakan kategori penting dalam ilmu hadis, yang membantu menentukan kualitas dan keaslian hadis yang disebutkan. Artikel ini menggunakan metode penelitian systematic literature review. Penelitian ini dilakukan dengan cara mencari dan mengumpulkan beberapa jurnal-jurnal serta diambil semua kesimpulan lalu ditelaah secara mendalam melalui cara yang rinci agar mandapatkan hasil akhir yang sesuai dengan apa yang diharapkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pentingnya memahami dan mengerti tentang sanad dan matan untuk menentukan keandalan hadis. Dengan memahami dan menganalisis kualitas sanad dan matan, kita dapat mengambil keputusan yang lebih bijak dalam menerima atau menolak kebenaran pada sebuah hadis.

Dari analisis tentang kualitas sanad dan matan dalam artikel di atas, dapat disimpulkan bahwa sanad berarti sandaran, yang bersandar padanya dan dapat dipercaya, dan berarti keseluruhan mentah dalam suatu hadist dengan sifat dan bentuk yang ada.Sanad adalah konsep keilmuan yang berfungsi sebagai silsilah keilmuan yang bersambung sampai ke matan, rawi-rawi yang meriwayatkan matan hadits dan menyampaikannya, menentukan kualitas dan otentisitas informasi berupa hadis.Hadis dibagi menjadi 2 golongan yang telah memenuhi syarat-syarat qobul hadis yang diterima atas kebenaran dan kejujuran orang dalam meriwayatkan.Hadis maqbul terdiri atas Hadis Shahih dan Hadis Hasan, dan Hadis Mardud adalah hadis yang tidak memenuhi syarat-syarat qobul, yang tidak diterima kebenarannya dan tidak dapat dijadikan hujjah.Hadist hasan berarti baik dan bagus, yaitu tidak terdapat orang tertuduh dusta, tidak terdapat kejanggalan pada mat, dan hadis itu diriwayatkan tidak dari satu arah yang sesuai maknanya.Dengan memahami dan menganalisis kualitas sanad dan matan, kita dapat mengambil keputusan yang lebih bijak dalam menerima atau menolak kebenaran pada sebuah hadis.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman tentang kualitas hadis dan implikasinya dalam kehidupan beragama. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan instrumen penilaian kualitas hadis yang lebih komprehensif dan objektif, dengan mempertimbangkan berbagai aspek sanad dan matan serta faktor-faktor eksternal yang memengaruhi keabsahan hadis. Kedua, perlu adanya penelitian yang mengeksplorasi lebih lanjut mengenai pengaruh perbedaan madzhab dalam metode kritik hadis terhadap interpretasi hukum Islam, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang keberagaman perspektif dalam penentuan kualitas hadis. Ketiga, penelitian bisa dilakukan untuk menganalisis bagaimana pemanfaatan teknologi digital, seperti kecerdasan buatan, dapat dimanfaatkan untuk mempermudah proses verifikasi dan validasi kualitas hadis, serta untuk mendeteksi potensi pemalsuan atau manipulasi hadis. Pengembangan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas penelitian hadis dan memastikan keabsahan sumber-sumber ajaran Islam.

  1. #teknologi digital#teknologi digital
  2. #sanad matan#sanad matan
Read online
File size820.43 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-2pR
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test