ULUMUNAULUMUNA
UlumunaUlumunaArtikel ini mengkaji peran signifikan Azharites (alumni Al‑Azhar) dalam transformasi pembelajaran agama perkotaan di Banda Aceh selama dua dekade terakhir. Penelitian menyoroti kontribusi mereka dalam penyebaran ilmu Islam melalui platform seperti Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT), komunitas membaca lanjutan, masjid, kedai kopi, serta media massa dan sosial. Mereka memfasilitasi pembelajaran publik ilmu Islam klasik, seperti tafsir, tahsin Al‑Quran, hadis, fiqh, usul fiqh, aqidah, sirah, dan mawarith, dengan memperkenalkan teks dasar, menengah, bahkan tingkat lanjutan. Selain itu, Azharites juga mempromosikan Wasatiyah (moderasi) dalam pemahaman Islam yang berakar pada tradisi Syafii‑Ashariyah, sambil mengintegrasikan teks dari mazhab lain seperti Hanafi, Hanbali, dan Maliki secara komparatif. Pendekatan mereka membedakan dari madhhabisme ketat maupun anti‑madhhabisme Salafi‑Wahhabisme dan radikalisme. Penelitian menyimpulkan bahwa Azharites berkontribusi pada demokratisasi diskursif dan reformasi yang menghasilkan reshaping pengetahuan Islam di Banda Aceh—dan provinsi Aceh secara umum—serta moderasi madhhabisme melalui pengenalan Wasatiyah dan pembentukan pembelajaran agama perkotaan alternatif.
Berbagai situs urban di Banda Aceh, seperti organisasi, komunitas membaca lanjutan, masjid, kedai kopi, serta media massa dan sosial, berfungsi sebagai ruang epistemik yang memungkinkan produksi, penyebaran, dan konsumsi pengetahuan agama Islam yang selaras dengan dinamika sosial, politik, dan teknologi.Melalui model pembelajaran alternatif ini, Azharites berhasil mendemokratisasi wacana keagamaan, memperkenalkan pendekatan Wasaṭisme, dan memperkaya praktik keagamaan tradisional dengan referensi mazhab yang beragam, sehingga mengubah lanskap pembelajaran agama urban.Penelitian ini menegaskan bahwa kontribusi Azharites dalam memperluas akses ilmu Islam klasik dan memoderasi madhhabisme memberikan dampak signifikan terhadap reformasi pengetahuan religius di Aceh, sekaligus membuka peluang bagi pengembangan institusi belajar agama non‑formal yang lebih inklusif.
Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana model pembelajaran agama yang diterapkan Azharites di Banda Aceh berbanding dengan praktik serupa di kota‑kota lain di Aceh, sehingga dapat menguji apakah dinamika demokratisasi pengetahuan Islam bersifat kontekstual atau dapat direplikasi secara lebih luas (misalnya, Bagaimana variasi geografis memengaruhi efektivitas pendekatan Wasaṭisme dalam pembelajaran agama urban?). Selanjutnya, diperlukan studi longitudinal yang menilai dampak jangka panjang partisipasi masyarakat dalam komunitas membaca lanjutan, masjid, kedai kopi, dan media sosial terhadap pemahaman serta penerapan ajaran Islam, khususnya dalam bidang fiqh dan aqidah, dengan pertanyaan riset seperti Apakah keterlibatan berkelanjutan dalam jaringan pembelajaran Azharite meningkatkan tingkat literasi keagamaan, toleransi, dan kemampuan kritis di antara umat?. Terakhir, mengingat peran media digital yang semakin dominan, penelitian dapat menyelidiki strategi komunikasi digital yang paling efektif untuk menyebarkan nilai‑nilai Wasaṭisme dan mengurangi potensi radikalisasi online, misalnya dengan menanyakan Strategi konten digital apa yang paling berhasil mempromosikan moderasi agama serta mengurangi penyebaran narasi ekstremis di kalangan pemuda Aceh?.
- Al-Azhar University's Indonesian Student Alumni Strategic Role Analysis in Influencing the Politics... jws.rivierapublishing.id/index.php/jws/article/view/1191Al Azhar Universitys Indonesian Student Alumni Strategic Role Analysis in Influencing the Politics jws rivierapublishing index php jws article view 1191
- THE IMPLICATION OF ABU TEUPIN RAYA'S THOUGHT IN TRANSFORMING ISLAMIC EDUCATION IN ACEH | M Daud... doi.org/10.30821/JCIMS.V5I1.8874THE IMPLICATION OF ABU TEUPIN RAYAS THOUGHT IN TRANSFORMING ISLAMIC EDUCATION IN ACEH M Daud doi 10 30821 JCIMS V5I1 8874
- Being al-Wasatiyah Agents: The Role of Azharite Organization in the Moderation of Indonesian Religious... doi.org/10.32350/jitc.112.07Being al Wasatiyah Agents The Role of Azharite Organization in the Moderation of Indonesian Religious doi 10 32350 jitc 112 07
| File size | 1.35 MB |
| Pages | 30 |
| DMCA | Report |
Related /
LAKASPIALAKASPIA These tendencies are reflected in careful wording, controlled intonation, and the management of interpersonal distance and eye contact, particularly inThese tendencies are reflected in careful wording, controlled intonation, and the management of interpersonal distance and eye contact, particularly in
AKRABJUARAAKRABJUARA Pesantren telah lama menjadi bagian integral dalam membentuk pemahaman Islam yang moderat, yang sangat penting untuk mencegah radikalisasi dan kekerasanPesantren telah lama menjadi bagian integral dalam membentuk pemahaman Islam yang moderat, yang sangat penting untuk mencegah radikalisasi dan kekerasan
INDONESIAN EFL JOURNALINDONESIAN EFL JOURNAL Hasil analisis menunjukkan bahwa kelas bahasa Inggris secara konsisten mengintegrasikan pandangan Islam moderat yang didorong pemerintah, seperti persatuanHasil analisis menunjukkan bahwa kelas bahasa Inggris secara konsisten mengintegrasikan pandangan Islam moderat yang didorong pemerintah, seperti persatuan
ULUMUNAULUMUNA Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi agama terintegrasi melalui pendekatan kurikulum berbasis Aswaja dan rahmatan lil alamin, dengan dosen dan stafHasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi agama terintegrasi melalui pendekatan kurikulum berbasis Aswaja dan rahmatan lil alamin, dengan dosen dan staf
IAINPTKIAINPTK Hasil menunjukkan bahwa frekuensi penggunaan media sosial dan interaksi sosial virtual berdampak signifikan terhadap keputusan pembelian, terutama padaHasil menunjukkan bahwa frekuensi penggunaan media sosial dan interaksi sosial virtual berdampak signifikan terhadap keputusan pembelian, terutama pada
UIN MALANGUIN MALANG Pertumbuhan Banda Aceh dimulai dari tepi sungai Krueng Aceh, yang berperan dalam membentuk tata kota. Studi ini menekankan pentingnya elemen sosial danPertumbuhan Banda Aceh dimulai dari tepi sungai Krueng Aceh, yang berperan dalam membentuk tata kota. Studi ini menekankan pentingnya elemen sosial dan
JURNALEDUKASIAJURNALEDUKASIA Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola penyebaran paham radikalisme di madrasah dengan menggunakan penelitian deskriptif-kualitatif. DataPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola penyebaran paham radikalisme di madrasah dengan menggunakan penelitian deskriptif-kualitatif. Data
STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang plural sangat diperlukan sebuah titik keseimbangan agar tidak terjadi konflik yang berlandaskan agama. Sebuah keniscayaanBangsa Indonesia sebagai bangsa yang plural sangat diperlukan sebuah titik keseimbangan agar tidak terjadi konflik yang berlandaskan agama. Sebuah keniscayaan
Useful /
UNIMAUNIMA Implementasi indikator terpenting meliputi penggunaan metode rancang-bangun, keterlibatan pemilik yang memiliki visi green dan sustainable, pelaksanaanImplementasi indikator terpenting meliputi penggunaan metode rancang-bangun, keterlibatan pemilik yang memiliki visi green dan sustainable, pelaksanaan
UGMUGM Temuan ini menyoroti potensi model pembelajaran mesin untuk menantang asumsi statik hipotesis pasar efisien serta memberikan wawasan dalam merancang algoritmaTemuan ini menyoroti potensi model pembelajaran mesin untuk menantang asumsi statik hipotesis pasar efisien serta memberikan wawasan dalam merancang algoritma
UGMUGM Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak implementasi teknologi informasi terhadap efisiensi operasional perusahaan manufaktur di Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak implementasi teknologi informasi terhadap efisiensi operasional perusahaan manufaktur di Indonesia.
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Budaya membaca perlu dikembangkan serta kreativitas guru sekolah perlu mengembangkan minat baca siswa melalui kritik diri (refleksi) terhadap proses pembelajaran.Budaya membaca perlu dikembangkan serta kreativitas guru sekolah perlu mengembangkan minat baca siswa melalui kritik diri (refleksi) terhadap proses pembelajaran.