STIALANMAKASSARSTIALANMAKASSAR

Jurnal Administrasi NegaraJurnal Administrasi Negara

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan peran keberadaan komite sekolah sebagai mediator atau perantara antara Lembaga Pendidikan dan Masyarakat Desa di Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah di Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan dengan menggunakan metode kualitatif berpendekatan fenomenologis. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling, dan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kerangka berpikir induktif. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa komite sekolah di Madrasah Tsanawiyah Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan telah menjalankan tugasnya sesuai amanat Undang-Undang, yaitu sebagai badan penasehat, pendukung, perantara, dan pengendali dalam penyelenggaraan pendidikan di tingkat menengah. Namun, masih terdapat beberapa kendala dalam pengoptimalan peran mereka, terutama terkait pemenuhan kelengkapan administrasi keorganisasian komite sekolah. Keberadaan komite sekolah sebagai lembaga baru tentu memicu penyesuaian, konflik, dan inovasi di tingkat sekolah. Keberadaan komite sekolah belum dapat dioptimalkan secara penuh oleh satuan pendidikan dan masyarakat sekitar dalam peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan sekitar.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan peran keberadaan komite sekolah sebagai mediator atau perantara antara Lembaga Pendidikan dan Masyarakat Desa di Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah di Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan dengan menggunakan metode kualitatif berpendekatan fenomenologis.Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling, dan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kerangka berpikir induktif.Temuan di lapangan menunjukkan bahwa komite sekolah di Madrasah Tsanawiyah Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan telah menjalankan tugasnya sesuai amanat Undang-Undang, yaitu sebagai badan penasehat, pendukung, perantara, dan pengendali dalam penyelenggaraan pendidikan di tingkat menengah.Namun, masih terdapat beberapa kendala dalam pengoptimalan peran mereka, terutama terkait pemenuhan kelengkapan administrasi keorganisasian komite sekolah.Keberadaan komite sekolah sebagai lembaga baru tentu memicu penyesuaian, konflik, dan inovasi di tingkat sekolah.Keberadaan komite sekolah belum dapat dioptimalkan secara penuh oleh satuan pendidikan dan masyarakat sekitar dalam peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan sekitar.Komite sekolah di Madrasah Tsanawiyah Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan telah menjalankan perannya sesuai amanat undang-undang sebagai badan penasehat, pendukung, perantara, dan pengendali dalam penyelenggaraan pendidikan menengah.Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana desain pelatihan tata kelola organisasi yang dirancang khusus untuk anggota komite sekolah dapat meningkatkan kapasitas mereka dalam menjalankan fungsi penasehat, pendukung, dan pengendali secara lebih sistematis dan berkelanjutan.selanjutnya, perlu diteliti bagaimana mekanisme komunikasi dua arah yang terstruktur antara komite sekolah, kepala sekolah, dan masyarakat dapat dibangun secara rutin dan terdokumentasi untuk memastikan aspirasi masyarakat benar-benar menjadi dasar pengambilan keputusan di satuan pendidikan.terakhir, sebuah studi mendalam bisa dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor sosial, ekonomi, dan budaya yang memengaruhi tingkat keterlibatan anggota komite sekolah dari berbagai latar belakang, sehingga dapat dirancang kebijakan subsidi atau insentif yang tepat sasaran untuk mendorong partisipasi aktif dan berkelanjutan, bukan hanya sebagai bentuk formalitas administratif, namun sebagai mitra strategis yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan secara nyata di tingkat lokal.Keberadaan komite sekolah sebagai jembatan antara sekolah dan masyarakat berpotensi meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi memerlukan dukungan kebijakan, pembekalan tata kelola organisasi, dan penguatan akuntabilitas untuk mencapai efektivitas penuh.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan peran keberadaan komite sekolah sebagai mediator atau perantara antara Lembaga Pendidikan dan Masyarakat Desa di Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah di Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan dengan menggunakan metode kualitatif berpendekatan fenomenologis.Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling, dan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kerangka berpikir induktif.Temuan di lapangan menunjukkan bahwa komite sekolah di Madrasah Tsanawiyah Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan telah menjalankan tugasnya sesuai amanat Undang-Undang, yaitu sebagai badan penasehat, pendukung, perantara, dan pengendali dalam penyelenggaraan pendidikan di tingkat menengah.Namun, masih terdapat beberapa kendala dalam pengoptimalan peran mereka, terutama terkait pemenuhan kelengkapan administrasi keorganisasian komite sekolah.Keberadaan komite sekolah sebagai lembaga baru tentu memicu penyesuaian, konflik, dan inovasi di tingkat sekolah.Keberadaan komite sekolah belum dapat dioptimalkan secara penuh oleh satuan pendidikan dan masyarakat sekitar dalam peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan sekitar.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana desain pelatihan tata kelola organisasi yang dirancang khusus untuk anggota komite sekolah dapat meningkatkan kapasitas mereka dalam menjalankan fungsi penasehat, pendukung, dan pengendali secara lebih sistematis dan berkelanjutan; selanjutnya, perlu diteliti bagaimana mekanisme komunikasi dua arah yang terstruktur antara komite sekolah, kepala sekolah, dan masyarakat dapat dibangun secara rutin dan terdokumentasi untuk memastikan aspirasi masyarakat benar-benar menjadi dasar pengambilan keputusan di satuan pendidikan; terakhir, sebuah studi mendalam bisa dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor sosial, ekonomi, dan budaya yang memengaruhi tingkat keterlibatan anggota komite sekolah dari berbagai latar belakang, sehingga dapat dirancang kebijakan subsidi atau insentif yang tepat sasaran untuk mendorong partisipasi aktif dan berkelanjutan, bukan hanya sebagai bentuk formalitas administratif, namun sebagai mitra strategis yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan secara nyata di tingkat lokal.

  1. #tata kelola#tata kelola
  2. #lembaga pendidikan#lembaga pendidikan
Read online
File size851.54 KB
Pages25
Short Linkhttps://juris.id/p-2lZ
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test