KETERAPIAN FISIKKETERAPIAN FISIK
Jurnal Keterapian FisikJurnal Keterapian FisikLatar Belakang: Sindrom Down adalah kondisi gangguan genetik yang disebabkan oleh kelainan kromosom 21. Data statistik menunjukkan bahwa insidensi rata-rata sindrom Down di seluruh dunia adalah 1 dari setiap 700 kelahiran. Kejadian ini akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia wanita hamil. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penambahan pelatihan sensorimotor dengan latihan stabilisasi bahu untuk lebih meningkatkan kekuatan ekstremitas atas dan koordinasi motorik halus pada populasi sindrom Down. Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan randomisasi berblok. Kelompok 1 (n=15) diberikan kombinasi latihan sensorimotor dan latihan stabilisasi bahu, sedangkan Kelompok 2 (n=15) diberikan latihan stabilisasi bahu. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Intervensi diberikan 3 kali seminggu selama 4 minggu. Pengukuran dilakukan menggunakan manual muscle test (MMT) dan manual abilities classification system (MACS). Data dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon dan Uji Mann–Whitney U untuk membandingkan perbedaan antara dua kelompok independen. Hasil: Nilai MMT adalah p=0,037 (p<0,05) dan nilai MACS adalah p=0,041 (p<0,05). Hasil ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Kesimpulan: Penambahan latihan sensorimotor pada intervensi latihan stabilisasi bahu dapat meningkatkan kekuatan ekstremitas atas dan koordinasi motorik halus pada populasi sindrom Down. Disarankan untuk menambahkan latihan sensorimotor pada populasi sindrom Down.
Penambahan latihan sensorimotor pada intervensi latihan stabilisasi bahu terbukti lebih efektif dalam meningkatkan kekuatan ekstremitas atas dan koordinasi motorik halus pada populasi sindrom Down.Efektivitas ini disebabkan oleh integrasi rangsangan sensorimotor yang dapat memaksimalkan stabilitas proksimal, meningkatkan aktivasi otot, dan memperbaiki proses integrasi sensorimotor yang berperan penting bagi fungsi tangan.Penelitian ini memberikan pemahaman bahwa latihan stabilisasi bahu harus dikombinasikan dengan modulasi sensorimotor untuk menghasilkan perubahan fungsional yang lebih signifikan pada pasien sindrom Down.
Penelitian selanjutnya bisa mengembangkan beberapa arah yang menarik untuk memperdalam pemahaman kita. Pertama, karena penelitian ini hanya berlangsung selama empat minggu, sebuah studi komparatif dapat menyelidiki apakah durasi intervensi yang lebih panjang, misalnya tiga bulan, dapat menghasilkan perbaikan fungsi tangan yang jauh lebih besar dan bertahan dalam jangka waktu yang lama setelah program terapi berakhir. Kedua, untuk membuat program terapi menjadi lebih efisien, penelitian berikutnya bisa fokus mencari tahu komponen spesifik mana dari sepuluh rangkaian latihan sensorimotor yang memberikan kontribusi paling signifikan, apakah stimulasi taktil seperti bermain pasir atau latihan koordinasi kompleks seperti merangkai puzzle dan melempar bola. Ketiga, sangat penting untuk meneliti apakah program latihan fisik ini juga memberikan dampak positif pada aspek lain, seperti peningkatan kemampuan kognitif termasuk fokus perhatian, dan kemampuan akademis praktis seperti menulis, yang sering menjadi tantangan bagi anak dengan sindrom Down. Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini akan membantu para ahli terapi dalam merancang program intervensi yang lebih efektif, efisien, dan holistik untuk mendukung perkembangan anak secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi motorik saja.
- Effect of the Trunk and Upper Limb Passive Stabilization on Hand Movements and Grip Strength Following... doi.org/10.3390/brainsci12091234Effect of the Trunk and Upper Limb Passive Stabilization on Hand Movements and Grip Strength Following doi 10 3390 brainsci12091234
- Impact of Sensory Deficits on Upper Limb Motor Performance in Individuals with Cerebral Palsy: A Systematic... mdpi.com/2076-3425/11/6/744Impact of Sensory Deficits on Upper Limb Motor Performance in Individuals with Cerebral Palsy A Systematic mdpi 2076 3425 11 6 744
- Indian Journal of Medical Specialities. indian journal medical specialities journals.lww.com/imsp/fulltext/2025/04000/effect_of_shoulder_stability_exercises_on.4.aspxIndian Journal of Medical Specialities indian journal medical specialities journals lww imsp fulltext 2025 04000 effect of shoulder stability exercises on 4 aspx
- Sensorimotor-Enhanced Shoulder Stabilization Exercises to Improve Their Hand Function in Children with... doi.org/10.37341/jkf.v10i2.417Sensorimotor Enhanced Shoulder Stabilization Exercises to Improve Their Hand Function in Children with doi 10 37341 jkf v10i2 417
- Down Syndrome Combined with Robertsonian Translocation (13;14) Carrier | INDONESIAN JOURNAL OF CLINICAL... doi.org/10.24293/ijcpml.v31i2.2205Down Syndrome Combined with Robertsonian Translocation 13 14 Carrier INDONESIAN JOURNAL OF CLINICAL doi 10 24293 ijcpml v31i2 2205
| File size | 382.45 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UNISMUH PALUUNISMUH PALU Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi bahaya adalah konsentrasi merkuri pada rambut kulit kepala wanita hamil rata-rata 7,04 (rentang 0,18-41,70Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi bahaya adalah konsentrasi merkuri pada rambut kulit kepala wanita hamil rata-rata 7,04 (rentang 0,18-41,70
STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA Hasil evaluasi menunjukkan rerata skor pre-test 57,30 dan terjadi peningkatan skor post-test 85,7. Diharapkan pihak puskesmas khususnya fisioterapis dapatHasil evaluasi menunjukkan rerata skor pre-test 57,30 dan terjadi peningkatan skor post-test 85,7. Diharapkan pihak puskesmas khususnya fisioterapis dapat
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Tujuan penelitian ini yaitu menguji keefektifan metode GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan). Pemilihan subjek penelitian menggunakan instrumen identifikasiTujuan penelitian ini yaitu menguji keefektifan metode GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan). Pemilihan subjek penelitian menggunakan instrumen identifikasi
ABULYATAMAABULYATAMA Penelitian ini merekomendasikan penguatan kolaborasi antara institusi formal (sekolah), keluarga, dan lembaga adat dalam memperkuat ekosistem pendidikanPenelitian ini merekomendasikan penguatan kolaborasi antara institusi formal (sekolah), keluarga, dan lembaga adat dalam memperkuat ekosistem pendidikan
UNIBAUNIBA Hasil analisis statistik membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara mobilitas fisik dan risiko jatuh pada lansia di lokasi penelitian. Oleh karenaHasil analisis statistik membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara mobilitas fisik dan risiko jatuh pada lansia di lokasi penelitian. Oleh karena
JQWHJQWH Latar belakang: Keterbatasan kognitif pada remaja dengan disabilitas intelektual membuat mereka lebih berisiko mengalami masalah kesehatan reproduksi,Latar belakang: Keterbatasan kognitif pada remaja dengan disabilitas intelektual membuat mereka lebih berisiko mengalami masalah kesehatan reproduksi,
JQWHJQWH Analisis data yang digunakan adalah Chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi (ASIH) terdapat 19 orang (61,3 %) mengalamiAnalisis data yang digunakan adalah Chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi (ASIH) terdapat 19 orang (61,3 %) mengalami
CERICCERIC Diperlukan kerjasama dari pemerintah, perawat komunitas, pekerja sosial dan pihak rumah singgah untuk bersama-sama melakukan pemberdayaan anak jalananDiperlukan kerjasama dari pemerintah, perawat komunitas, pekerja sosial dan pihak rumah singgah untuk bersama-sama melakukan pemberdayaan anak jalanan
Useful /
JQWHJQWH Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk, analisis menggunakan paired samples test dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rataUji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk, analisis menggunakan paired samples test dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata
JQWHJQWH Kelompok tidak intervensi dan intervensi posttest menunjukkan bahwa nilai p value 0,00. Kelompok intervensi pretest dan posttest nilai p value 0,00. KelompokKelompok tidak intervensi dan intervensi posttest menunjukkan bahwa nilai p value 0,00. Kelompok intervensi pretest dan posttest nilai p value 0,00. Kelompok
JQWHJQWH Terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan dengan p-value 0,000. Sebaiknya penyuluhan sering dilakukan saatTerdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan dengan p-value 0,000. Sebaiknya penyuluhan sering dilakukan saat
CERICCERIC Penelitian deskriptif analitik ini dilakukan di Desa Cemara Kulon dengan stratified random sampling pada 122 penyintas bencana banjir Indramayu denganPenelitian deskriptif analitik ini dilakukan di Desa Cemara Kulon dengan stratified random sampling pada 122 penyintas bencana banjir Indramayu dengan