KETERAPIAN FISIKKETERAPIAN FISIK

Jurnal Keterapian FisikJurnal Keterapian Fisik

Latar Belakang: Low Back Pain (LBP) kronis merupakan masalah kesehatan yang tidak hanya melibatkan faktor biomekanik, tetapi juga kognitif, psikologis, dan sosial. Pemahaman terkini dalam manajemen kasus kronis dapat memengaruhi rekomendasi fisioterapi untuk pasien LBP kronis agar dapat kembali bekerja/beraktivitas normal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara karakteristik fisioterapis di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, sikap dan keyakinan, serta diagnosis terhadap rekomendasi yang diberikan pada kasus LBP kronis. Metode: Desain penelitian adalah survei web cross-sectional dengan total 124 fisioterapis yang merupakan anggota Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI), Cabang Bali Tengah. Data karakteristik dikumpulkan melalui kuesioner, sikap dan keyakinan dengan ABS-mp dan PABS-PT, diagnosis dan rekomendasi menggunakan skenario. Data dianalisis menggunakan SPSS univariat, bivariat dan multivariat. Hasil: Fisioterapis di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, 21,8% memiliki orientasi biopsikososial. Analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel yang memiliki hubungan signifikan dengan rekomendasi fisioterapis adalah variabel sikap interaksi personal dengan nilai p = 0,039 (AOR = 6,511, 95% CI = 1,099-38,581). Kesimpulan: Faktor-faktor yang berhubungan dengan rekomendasi fisioterapis untuk kembali bekerja/beraktivitas normal pada pasien dengan LBP kronis adalah usia, pengalaman kerja, pelatihan, sikap interaksi personal, keyakinan fisioterapi, dan diagnosis fisioterapi.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa usia, lama kerja, pelatihan, sikap interaksi personal, keyakinan fisioterapi, dan diagnosis fisioterapi berhubungan dengan rekomendasi yang diberikan kepada pasien LBP kronis.Fisioterapis yang lebih tua dan berpengalaman cenderung memberikan rekomendasi yang berbeda dibandingkan yang lebih muda.Pelatihan biopsikososial juga berperan penting dalam membentuk rekomendasi yang lebih komprehensif.Sikap interaksi personal dan keyakinan fisioterapis juga memengaruhi pendekatan penanganan dan rekomendasi yang diberikan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam perspektif fisioterapis mengenai tantangan dan hambatan dalam menerapkan pendekatan biopsikososial dalam penanganan LBP kronis. Kedua, studi intervensi dapat dirancang untuk menguji efektivitas pelatihan biopsikososial yang lebih intensif dan terstruktur bagi fisioterapis, dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan penerapan prinsip-prinsip biopsikososial dalam praktik klinis. Ketiga, penelitian longitudinal diperlukan untuk melacak dampak rekomendasi fisioterapis terhadap hasil klinis pasien LBP kronis, termasuk tingkat kembalinya pasien ke pekerjaan dan aktivitas sehari-hari, serta kualitas hidup mereka secara keseluruhan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi rekomendasi fisioterapis dan meningkatkan kualitas pelayanan fisioterapi bagi pasien LBP kronis.

  1. PAIN. pain doi.org/10.1016/J.Pain.2011.07.023PAIN pain doi 10 1016 J Pain 2011 07 023
  2. 2008-74-6 - Indian Journal of Dermatology, Venereology and Leprology. indian journal dermatology venereology... doi.org/10.4103/0378-6323.451312008 74 6 Indian Journal of Dermatology Venereology and Leprology indian journal dermatology venereology doi 10 4103 0378 6323 45131
  1. #tekanan darah#tekanan darah
  2. #back pain#back pain
Read online
File size345.22 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-2iK
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test