LP3MZHLP3MZH

BAHTSUNA: Jurnal Penelitian Pendidikan IslamBAHTSUNA: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam

Hadis merupakan sumber hukum kedua setelah Al-Quran. Keberadaannya sangat urgen ketika tidak ditemukan penjelasannya di dalam Al-Quran. Akan tetapi, penentuan layak atau tidaknya sebuah hadis untuk dijadikan hujjah (amalan) berkaitan dengan matan, perawi dan sanad. Tahammul wa al-Ada merupakan salah satu cara untuk mengetahui kualitas validitas suatu hadits dilihat dari keterkaitan sanadnya. Metode tahammul wa al-ada meliputi; 1) al-Sama, 2) al-Ard atau al-Qirāah, 3) al-Ijazah, 4) al-Munawalah, 5) al-Mukatabah, 6) Ilam al-Syaikh, 7) al-Wasiyyah, 8) al-Wijadah.

Metode al-tahammul wa al-adā hadith merupakan sesuatu yang harus dipenuhi karena menyangkut kevalidan sebuah hadith.Dalam menerima hadith tidak disyaratkan seorang harus muslim dan baligh.Namun ketika menyampaikannya, disyaratkan harus Islam dan baligh.Maka diterima riwayat seorang muslim yang baligh dari hadits yang diterimanya sebelum masuk Islam atau sebelum baligh, dengan syarat tamyiz atau dapat membedakan (yang haq dan yang batil) sebelum baligh.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan metode al-tahammul wa al-adā dalam konteks modern, termasuk penggunaan teknologi digital untuk memperkuat validitas sanad hadith. Selain itu, perlu dilakukan studi mendalam tentang implikasi metode ini terhadap keabsahan hadith dalam berbagai mazhab. Penelitian juga dapat mengkaji bagaimana metode ini dapat diterapkan dalam pendidikan hadith di era kontemporer untuk meningkatkan pemahaman dan praktik periwayatan hadith.

  1. #dinasti abbasiyah#dinasti abbasiyah
Read online
File size599.11 KB
Pages15
Short Linkhttps://juris.id/p-2dR
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test