GLOBALECONEDUGLOBALECONEDU
Journal of Health, Nursing and SocietyJournal of Health, Nursing and SocietyPenelitian ini bertitik tolak dari adanya siswa yang mengalami kesulitan dalam berinteraksi sosial teman sebaya dengan baik dan belum matang secara emosional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif korelasional. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI dan XII di SMK Negeri 5 Padang. Jumlah sampel sebanyak 260 orang siswa yang ditetapkan dengan teknik Proportional Random Sampling. Instrumen penelitian ini adalah angket ditetapkan dengan skala Likert. Analisis data deskriptif dengan teknik persentase dan untuk uji korelasional dengan bantuan program SPSS versi 20.0. Hasil penelitian menunjukkan: (1) kemampuan interaksi sosial teman sebaya siswa berada pada kategori baik, (2) kematangan emosi siswa berada pada kategori matang, dan (3) terdapat hubungan positif dan signifikan dengan derajat hubungan kuat antara kemampuan interaksi sosial teman sebaya dengan kematangan emosi siswa, dengan koefisien korelasi rhitung ≥ rtabel yaitu 0,759 ≥ 0,138 dan nilai signifikan sebesar 0,000.
Secara umum, penelitian ini mengungkapkan bahwa kemampuan interaksi sosial teman sebaya siswa SMK Negeri 5 Padang berada pada kategori baik dan kematangan emosi siswa berada pada kategori matang.Terdapat hubungan positif dan signifikan dengan derajat hubungan kuat antara kemampuan interaksi sosial teman sebaya dengan kematangan emosi siswa, yang ditunjukkan oleh koefisien korelasi rhitung ≥ rtabel yaitu 0,759 ≥ 0,138 dan nilai signifikansi 0,000.Hal ini mengindikasikan bahwa semakin baik kemampuan interaksi sosial teman sebaya siswa, semakin matang pula emosi mereka, dan sebaliknya.
Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi kematangan emosi siswa selain interaksi sosial teman sebaya, seperti peran keluarga, lingkungan sekolah, atau karakteristik individu. Kedua, penelitian kualitatif dapat digunakan untuk menggali lebih dalam pengalaman siswa terkait interaksi sosial dengan teman sebaya dan bagaimana pengalaman tersebut berkontribusi pada perkembangan emosi mereka. Hal ini dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika hubungan antara interaksi sosial dan kematangan emosi. Ketiga, penelitian intervensi dapat dirancang untuk meningkatkan kemampuan interaksi sosial siswa, dengan tujuan untuk meningkatkan kematangan emosi mereka. Penelitian ini dapat menguji efektivitas program-program pelatihan keterampilan sosial atau kelompok dukungan sebaya dalam mempromosikan perkembangan emosi yang sehat pada siswa. Penelitian-penelitian ini penting untuk dilakukan guna memberikan informasi yang lebih lengkap dan mendalam mengenai bagaimana meningkatkan kualitas perkembangan emosi siswa di lingkungan sekolah.
| File size | 438.76 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
UMLUML Art therapy khususnya melalui kegiatan menggambar dan mewarnai, efektif dalam menurunkan tingkat stres akademik pada mahasiswa tahap emerging adulthood.Art therapy khususnya melalui kegiatan menggambar dan mewarnai, efektif dalam menurunkan tingkat stres akademik pada mahasiswa tahap emerging adulthood.
UNIFLORUNIFLOR The comfortable status of teachers as civil servants and their financial stability through regular salaries and professional allowances further weakenThe comfortable status of teachers as civil servants and their financial stability through regular salaries and professional allowances further weaken
UNIFLORUNIFLOR Deep learning telah muncul sebagai pendekatan pedagogis yang memungkinkan pengalaman belajar yang sadar, bermakna, dan menyenangkan. Dalam konteks pendidikanDeep learning telah muncul sebagai pendekatan pedagogis yang memungkinkan pengalaman belajar yang sadar, bermakna, dan menyenangkan. Dalam konteks pendidikan
UNIFLORUNIFLOR The study confirms the significant role of Project-based Learning (PjBL) in enhancing learners haircutting skills within beauty education. PjBL effectivelyThe study confirms the significant role of Project-based Learning (PjBL) in enhancing learners haircutting skills within beauty education. PjBL effectively
UIIDALWAUIIDALWA Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-eksploratif melalui studi literatur hadis dan wawancara mendalam terhadapMetode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-eksploratif melalui studi literatur hadis dan wawancara mendalam terhadap
UNSULBARUNSULBAR Metode yang digunakan adalah teknik observasi lapangan dan analisis data deskriptif kualitatif. Selama musim peneluran tahun 2024 (Februari sampai Agustus),Metode yang digunakan adalah teknik observasi lapangan dan analisis data deskriptif kualitatif. Selama musim peneluran tahun 2024 (Februari sampai Agustus),
UNPAMUNPAM Jenis metodologi penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atauJenis metodologi penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Karena KAP ini diluncurkan tahun 2018, tantangan dalam penelitian terkait dengan pelaksanaan standar pengendalian kualitas dan etika profesi akuntan publikKarena KAP ini diluncurkan tahun 2018, tantangan dalam penelitian terkait dengan pelaksanaan standar pengendalian kualitas dan etika profesi akuntan publik
Useful /
USUUSU 4% are compound bilingualism. This ratio highlights the predominance of blending languages for clarity and inclusivity in digital media. This article contributes4% are compound bilingualism. This ratio highlights the predominance of blending languages for clarity and inclusivity in digital media. This article contributes
UMKUUMKU Kesimpulan menunjukkan bahwa pelatihan berhasil meningkatkan pemahaman peserta terhadap pembukuan yang benar dan penggunaan WhatsApp Business sebagai mediaKesimpulan menunjukkan bahwa pelatihan berhasil meningkatkan pemahaman peserta terhadap pembukuan yang benar dan penggunaan WhatsApp Business sebagai media
UMLUML Perkembangan merupakan hal yang penting bagi anak-anak, terutama pada usia 0-6 tahun, anak usia ini biasanya disebut dengan golden age. Gangguan keterlambatanPerkembangan merupakan hal yang penting bagi anak-anak, terutama pada usia 0-6 tahun, anak usia ini biasanya disebut dengan golden age. Gangguan keterlambatan
GLOBALECONEDUGLOBALECONEDU Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena remaja perempuan yang tidak puas keyakinan diri, mengalami kegagalan dalam prestasi akademik, serta mengkritikPenelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena remaja perempuan yang tidak puas keyakinan diri, mengalami kegagalan dalam prestasi akademik, serta mengkritik