SUMSELPROVSUMSELPROV

Publikasi Penelitian Terapan dan KebijakanPublikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan

Peran bahasa Palembang, khususnya bebaso, sangat penting sebagai sarana komunikasi internal dan medium pembangunan, pengembangan, serta pewarisan budaya komunitas pemilik bahasa tersebut. Perhatian terhadap usia kelas-kelas permulaan pada tingkat pendidikan dasar sebagai usia produktif dalam pemerolehan bahasa (termasuk bahasa Palembang sebagai bahasa ibu) juga perlu dilakukan. Pemberian pelajaran dengan menggunakan bahasa pengantar bahasa Palembang pada tingkat permulaan dapat menjadi sarana bagi pembentukan sikap percaya diri pada peserta didik. Mereka merasa dihargai karena bahasa yang mereka gunakan sebagai sarana sosialisasi budaya yang membentuk diri mereka digunakan sebagai sarana dalam penyampaian pengetahuan di sekolah tempat mereka menuntut ilmu. Selain itu, secara psikologis siswa merasa aman berada di sekolah dan akan selalu siap untuk menerima pelajaran. Rendahnya daya serap akan terjadi jika pelajaran tertentu disampaikan dalam bahasa kedua yang belum dikuasai peserta didik. Selain harus berjuang untuk memahami materi pelajaran, juga dalam waktu yang bersamaan siswa harus mengerahkan segala potensinya untuk memahami bahasa yang digunakan dalam penyampaian materi pelajaran tersebut. Terapan konkret yang harus dilakukan adalah dalam bentuk penempatan bahasa Palembang Halus (bebaso) sebagai salah satu Mata Pelajaran dan ini sudah sesuai dengan substansi Kurikulum 2013.

Konstruksi bahasa Palembang halus dalam tuturan maupun tertulis sejauh ini sudah banyak dilupakan oleh masyarakat lokal.Pembelajaran bahasa Palembang halus (bebaso) merupakan bentuk kecintaan terhadap budaya lokal yang perlu dilestarikan.Bahasa Palembang halus memiliki nilai-nilai edukatif yang tinggi dalam upaya penanaman perilaku di tengah masyarakat.Untuk siswa tingkat permulaan di sekolah dasar, bahasa pengantar diperkenankan menggunakan bahasa Palembang.Sebagai alternatif mata pelajaran di sekolah, pemilihan bahasa Palembang halus sudah seiring dengan substansi dalam Kurikulum 2013.

Untuk melestarikan dan mengembangkan bahasa Palembang, perlu dilakukan upaya penghindaran dari kepunahan dengan memasukkan berbagai kosa kata yang berhubungan dengan konsep-konsep kebhinnekaan. Selain itu, perlu dipertimbangkan penyusunan buku ajar Bahasa Palembang Halus (Bebaso) yang sesuai dengan jenjang pendidikan yang ada. Sebagai alternatif mata pelajaran di sekolah, pemilihan bahasa Palembang halus sudah seiring dengan substansi dalam Kurikulum 2013, sehingga perlu dikembangkan lebih lanjut sebagai model pengajaran bahasa daerah lainnya, bahkan dapat dijadikan model untuk tingkat nasional.

  1. #pembelajaran bahasa#pembelajaran bahasa
  2. #pengetahuan kesehatan#pengetahuan kesehatan
Read online
File size120.42 KB
Pages17
Short Linkhttps://juris.id/p-2bR
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test